JIC SIAP MENYELENGGARAKAN JIEF 2017

Oleh : KH. Rahmad Zailani Kiki, Kepala Divisi Pengkajian dan Pendidikan Jakarta Islamic Centre

JIC – Walaupun Jakarta merupakan Ibu Kota Negara Kesatuan Republik Indonesia yang dihuni oleh hampir sepuluh juta manusia dari berbagai latar belakang suku, agama, ras, dan antargolongan, Islam dan umatnya masih tetap mendominasi secara demografis dan sosio-kultural. Khusus dalam bidang Pendidikan Islam di Jakarta terdapat ribuan lembaga Pendidikan Islam, baik formal maupun nonformal yang tersebar di lima wilayah kota dan satu kabupaten (Kabupaten Kepulauan Seribu) dari perguruan Tinggi, pondok pesantren, dan madrasah, RA, TPA, majelis taklim, halaqah, sampai lembaga Pendidikan Islam nonformal lainnya yang menyelenggarakan kursus membaca Al-Qur’an, Bahasa Arab, dan lain-lain.

Namun, tidak semua warga Jakarta mengetahui tentang keberadaan lembaga-lembaga Pendidikan Islam tersebut yang bahkan keberadaanya tidak jauh dari tempat tinggalnya. Sebagai contohnya adalah pondok pesantren. Hanya sebagian umat Islam di Jakarta yang mengetahui bahwa di Jakarta terdapat pondok pesantren yang kualitasnya diakui secara nasional, bahkan internasional, seperti Pondok Pesantren Daarul Rahman, Pondok Pesantren Asshidiqiyah, dan Pondok Pesantren Darunnajah. Meski begitu, semakin sedikit umat Islam di Jakarta yang mengetahui berapa persisnya jumlah pondok pesantren di luar ketiga pondok pesantren tersebut di Jakarta sekarang ini dan tersebar di mana saja?

Dari data yang dikeluarkan oleh Bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam Kantor Wilayah Kementerian Agama DKI Jakarta tahun 2015, jumlah pesantren di Jakarta adalah 130. Rinciannya : Jakarta Pusat empat pesantren, Jakarta Utara 17 pesantren, Jakarta Timur 57 pesantren, Jakarta Selatan 30 peserta, Jakarta Barat 20 pesantren, dan Kepulauan Seribu dua pesantren. Khusus mengenai pondok pesantren yang didirikan dan dikelola orang Betawi, pada saat ini pondok pesantren salafi murni di Betawi, hampir hilang dan yang banyak bertahan adalah pesantren Salafi nonpondok, seperti pesantren Al-Ihsan, Cakung Barat yang dipimpin oleh KH. Hifdzillah. Kini yang berkembang adalah model pondok pesantren salafi yang dikombinasikan dengan Pendidikan modern (kebanyakan dikombinasikan dengan madrasah), seperti Pondok Pesantren Salafi Az-Ziyadah, Duren Sawit, Jakarta Timur;  Pondok Pesantren Al-Itqon, Duri Kosambi, Jakarta Barat, yang dipimpin oleh KH. Mahfudz Asirun; Pondok Pesantren Al-Hidayah, Basmol, Jakarta Barat, yang salah satu pimpinannya adalah KH Syarifuddin Abdul Ghani MA; Pondok Pesantren Al-Kenaniyah, Pulo Nangka, Jakarta Timur, Klender, Jakarta Timur, dan lain-lain.

Selain pondok pesantren, lembaga Pendidikan Islam di Jakarta yang juga jarang diketahui keberadaannya oleh umat Islam Jakarta adalah peruguruan Tinggi Islam, baik universitas institut, maupun sekolah tinggi; dan juga lembaga-lembaga Pendidikan Islam nonformal, baik yang diselenggarakan oleh pemerintah maupun oleh lembaga atau ormas Islam. Contohnya, sangat jarang umat Islam Jakarta yang mengetahui keberadaan LBIQ (Lembaga Bahasa dan Ilmu Al-qur’an) yang merupakan milik Pemprov DKI Jakarta. LBIQ menyelenggarakan beberapa program gratis, di antaranya, program pengajaran Bahasa Arab dan program pengajaran Alqur’an. Ada pula program Pendidikan Dasar Ulama (PDU) dan Pendidikan Kader Ulama (PKU) yang diselenggarakan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi DKI Jakarta, dalam hal ini oleh Komisi Pendidikan MUI Provinsi DKI Jakarta, secara gratis. Walau kedua program ini belum banyak diketahui umat Islam di Jakarta, minat kalangan muda untuk menjadi peserta program PDU dan PKU MUI Provinsi DKI Jakarta setiap tahunnya tidak pernah turun. Hal ini dikarenakan para alumni PDU dan PKU mampu berkiprah dan memberikan manfaat dari ilmu yang diperolehnya kepada masyarakat. Semua ini dikarenakan kompetensi yang ditetapkan oleh penyelenggara kedua program tersebut memang tinggi.

Ketua Komisi Pendidikan MUI Provinsi DKI Jakarta, Drs. H. Thoyyib Sah Putra MPd mengatakan bahwa lulusan PDU diharapkan dapat memiliki minimal tiga kompetensi. Pertama, lulusan PDU diharapkan dapat memiliki tiga kompetensi. Pertama, lulusan PDU dapat menjadi konsultan (guidance counselor) umat untuk urusan kematian, warisan, nikah dan lain-lain; kedua, lulusan PDU dapat melakukan gerakan dakwah jangan hanya di masjid-masjid atau di komunitas yang sudah bagus keagamannya, tetapi di daerah black spot, di komunitas-komunitas yang masih abangan dan kurang bahkan belum tersentuh dengan Pendidikan keagamaan, sehingga perlu dibarengi dengan kegiatan grounded research (Penelitian yang bergerak dari level empirikal menuju level konseptual teoritikal). Terakhir, lulusan PDU dapat memiliki kemampuan dasar untuk dapat meneruskan di PKU (Pendidikan Kader Ulama). Dengan tiga kompetensi ini, diharapkan lahir ulama yang mampu memberikan bimbingan keagamaan pada masyarakat.

Dari penjelasan di atas, Umat Islam, khususnya di Jakarta, patut berbangga terhadap jumlah lembaga-lembaga Pendidikan Islam di Jakarta yang sangat banyak dan berkualitas yang dapat memenuhi keperluan umat, sehingga tidak perlu harus pergi jauh keluar Jakarta untuk mendapatkannya. Di Jakarta saja sudah cukup. Namun, memang, informasi tentang lembaga-lembaga Pendidikan Islam di Jakarta selama ini, baik formal maupun nonformal, masih sangat minim dikarenakan promosi dan publikasinya yang masih sangat minim dan terbatas. Atas dasar ini, Pusat Pengkajian dan Pengembangan Islam Jakarta (Jakarta Islamic Centre) bekerjasama dengan Kanwil Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta dan didukung oleh MUI Provinsi DKI Jakarta, melalui Komisi Pendidikan, dan Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta akan menyelenggarakan Jakarta Islamic Education Fair (JIEF) 2017 dari Jumat-Ahad, 5-7 Mei 2017, di Convention Hall Jakarta Islamic Centre, JL Kramat Jaya, Koja, Jakarta Utara. Maksud dari tujuan JIEF 2017 ini, antara lain, sebagai sarana menyosialisasikan, memublikasikan, dan mempromosikan keberadaan lembaga-lembaga Pendidikan Islam di DKI Jakarta kepada segenap lapisan masyarakat di seluruh Indonesia, khususnya warga DKI Jakarta. Panitia JIEF 2017 mengajak seluruh masyarakat yang memimpin dan atau mengelola lembaga-lembaga Pendidikan Islam, baik formal maupun nonformal untuk menjadi peserta JIEF 2017 dengan mendaftar ke 085693806000 (Rina) atau 085885535124 (Rohmat). (ZS)

Write a Reply or Comment

3 × 3 =