Warga Muslim Indonesia Siap Sambut Ramadhan di Adelaide

REPUBLIKA.CO.ID, ADELAIDE — Masyarakat Islam Indonesia Australia Selatan kembali menggelar Tarhib Ramadhan menyambut bulan puasa tahun ini. Kegiatan itu digelar di Oasis Function Room Flinders University di Adelaide beberapa hari lalu.

Tarhib Ramadhan juga dimeriahkan dengan berbagai lomba untuk anak-anak. Presiden MIIAS Guntur Tanjung mengharapkan kegiatan ini bisa menjadi ekspresi bahagia menyambut tibanya bulan yang mulia bagi umat Islam.

“Kita mengadakan acara tahunan ini sebagai sebuah bentuk persiapkan diri memasuki bulan Ramadan. Tentu saja, hal ini sebagai bentuk usaha kita menambah ilmu dan bekal menjalani ibadah di bulan puasa serta menjalin silaturahim antarsesama,” kata Guntur.

Kesemarakan acara ini diawali dengan berbagai lomba untuk anak-anak. Mulai dari Muslim Fashion Show, Colouring, Azan dan Hafalan Alquran. Para peserta terlihat sangat antusias mengikuti lomba, begitu pula dengan para orang tua yang mendampingi anak-anak mereka.

Bagi para orang tua, acara seperti ini sangat lumrah terlihat di Indonesia, tetapi jarang ditemukan di Australia sehingga merupakan kesempatan bagus untuk mendidik mental anak-anak sejak dini.

Seperti dikatakan Yuni Dwi Setiyawati, salah seorang mahasiswa Flinders University. “Acara ini selain bisa mengasah mental anak-anak juga sebagai tempat berkumpul dan saling mengenal satu sama lain. Selain itu Ramadhan sudah mulai terasa dengan adanya acara ini, jadi semakin semangat mempersiapkan Ramadhan,” komentar ibu tiga anak ini.

Hal senada diungkapkan Nury, seorang warga Indonesia yang sedang menemani suaminya kuliah di Adelaide. “Anak-anak sibuk dengan lomba dan orang tua juga dapat masukan ilmu dari ustaz dalam menyambut Ramadhan,” ungkapnya.

DSC_0076.JPG
Kegiatan Tarhib Ramadhan digelar warga Indonesia menyambut Ramadhan di Adelaide.

Para peserta yang mengikuti lomba juga terlihat senang. Mereka bertemu teman-teman sebaya dan mendapat bingkisan dari panitia.

Orang tua seorang peserta fashion show, Zeezy (3 tahun), mengatakan anaknya itu senang karena mendapatkan hadiah. “Akhirnya, Zeezy menang juga,” katanya.

Selain itu, para orang tua juga tidak mau ketinggalan mengambil gambar atau video mendokumentasikan momentum anak-anak mereka. Tarhib Ramadhan berupa kajian agama yang disampaikan Imam Hamzah, warga Indonesia yang menjadi imam di salah satu masjid di Adelaide.

Imam Hamzah menekankan pentingnya bersedekah dan berbagi kepada mereka yang kekurangan. Selain itu, dia juga memaparkan tidak ada kendala dalam menjalani ibadah khususnya berpuasa di Australia.

Bahkan, menurutnya, suasana puasa sangat terasa di sini, khususnya di masjid-masjid dimana banyak orang yang berbagi makanan dan lainnya. Kegiatan menyambut Ramadhan di Adelaide ditutup dengan pembagian hadiah kepada para pemenang lomba serta shalat Ashar berjamaah.

Para peserta berfoto bersama dalam nuansa kekeluargaan. Minimal bisa mengobati rindu akan nuansa seperti ini di kampung halaman.

Desi Rusmana, warga Indonesia di Adelaide. Tulisan ini merupakan pendapat pribadi.

Sumber : http://www.australiaplus.com/indonesian/wisata-nad-budaya/warga-muslim-indonesia-siap-menyambut-ramadan-di-adelaide/8537258

Write a Reply or Comment

thirteen − 3 =