5 KIAT DAMPINGI ANAK UNTUK MOVE ON

orangtua-kidnesiacom

JIC – Tak hanya orang dewasa saja mengalami berbagai macam masalah dalam kehidupannya. Anak, bisa mendapati saat-saat terburuk, tidak nyaman atau bahkan merasa stress. Pada saat-saat seperti ini dampingan orangtua berperan sangat penting untuk menegakkan kembali rapuh anak, rasa percaya diri dan kembali move on untuk menghadapi kedepan dengan lebih tegar.

Sayangnya, banyak orangtua kurang peduli saat anak dililit masalah. Membiarkan untuk menyelesaikan sendiri, mengambang, atau bahkan memarahi anak karena masalahnya membuat repot dirinya juga. Lalu, anak harus mengadu dan minta nasihat kepada siapa? anak remaja sangat rentan untuk mengikuti arus. Jika orangtua tidak hati-hati mengarahkan anak, risiko yang diterima anak bisa dua kali lipat lebih sulit disangga olehnya. masalah yang sebenarnya bisa dengan lebih mudah diurai, malah bisa jadi lebih ruwet, ujung-ujungnya anak menjadi depresi, merasa tidak ada jalan keluar yang terbaik mengatasi hal itu, apalagi orangtua atau orang terdekatnya mulai menyalahkan.

Ada beberapa kiat untuk mendampingi anak,  agar anak cepat bisa move on atau kembali lagi seperti sedia kala saat ia didera masalah:

  1. Saat Anak mulai terdiam atau gelisah, Orangtua harus cepat tanggap untuk segera mencari tahu.

        Dari sini perhatian orangtua kepada anak diuji, apalagi untuk orangtua yang tengah sibuk bekerja, terkadang melewatkan saat anak-anak berperilaku tidak seperti biasa. Hal yang paling mendasar adalah bertanya dengan nada lembut tentang apa yang terjadi padanya. Jika belum mau mengutarakan, beri waktu namun tetap fokus ingin ikut bantu selesaikan masalahnya.

  1. Yakinkan pada anak, jika Anda tempat yang tepat untuk selesaikan masalah

        Terkadang anak perlu diyakinkan jika memang Anda bukan hanya sekedar kepo, tapi memang bisa bantu selesaikan masalahnya. Paling tidak menyakinkan jika Anda bisa jaga rahasia anak, jika ia memang memerlukan kerahasiaan itu.

  1. Yakinkan pada anak, jika Anda dan pasangan ada disamping dan bersama anak, tidak meninggalkan saat ia terpuruk dan selalu memantau perkembangannya. Pendampingan pada anak bukan hanya sekedar menasehati, namun sampai semisal menanyakan atau mencari bukti pada orang-orang tertentu yang mengarah untuk selesaikan masalah bukan menambah ruwet suasana.
  2. Memberi rasa nyaman pada anak saat didera masalah. lingkungan rumah dikondusifkan untuk itu, misalnya beri tahu adik atau kakaknya atau orang yang ada dirumah untuk tidak mengganggu dia terlebih dahulu. Anak diberi ruang pada dirinya untuk tenang dan berpikir.
  3. Menanamkan pada jiwa anak untuk belajar ikhlas untuk menerima apapun kehendak Allah dan belajar untuk menghadapi masalah bukan menghindarinya. Ini bukan pelajaran sesaat pada anak tentang kehidupan, namun sejak dini harus ditanamkan jika suatu saat kita harus menerima pemberian atau takdir Allah walau tidak menyenangkan sekalipun. Saya sering menasehati anak mengenai bab kehilangan. Jika hanya sebuah benda, jangan disesali terus menerus. Jika Allah berkehendak untuk tidak kembali barang itu, maka memang harus ikhlas, karena pada dasarnya semua adalah kehendak Allah.

Demikian lah, jangan sepelekan saat anak mempunyai permasalahan yang dirasa berat. Bantu dia untuk segera move on dengan beberapa kiat diatas. Dan yang terpenting ajari anak untuk belajar ungkapkan permasalahannya pada orangtua sedini mungkin. Semakin ia lebih mudah mengungkapkan permasalahannya, InsyaAllah semakin mudah mengurai masalah tersebut.

Sumber ; ummi-online.com

Write a Reply or Comment

twelve + 16 =