7 PENEMUAN MUSLIM DALAM KEHIDUPAN SEHARI – HARI

JIC – Selain Universitas dan sikat gigi, umat Islam telah menemukan banyak penemuan yang masih kita gunakan sampai saat ini. Berikut ini adalah hasil beberapa temuan muslim yang tidak sadar kita gunakan sehari-hari menurut Buku “1001 Penemu dan Fakta Mempesona Peradaban Muslim”.

KOPI

Kopi yang biasa kita minum setiap pagi tahukah kamu berasal darimana? Bukan dari Italia yang kebanyakan orang awam pikirkan. Tetapi ternyata kopi telah ditemukan oleh seorang pengembala arab bernama Khalid yang saat itu sedang menjaga kambingnya di wilayah Kaffa Ethiopia selatan. Ia menyadari bahwa kambingnya menjadi lebih bersemangat setelah memakan sebuah kacang, kemudian ia merebus kacang itu untuk dijadikan minuman kopi.

Pada abad ke-9 minuman kopi itu di ekspor ke Yaman dan diminum oleh para sufi untuk tetap terjaga ketika berdoa pada malam hari. Kemudian, kopi itu dibawa oleh sekelompok pelajar ke kairo dan dikenal ke seluruh kerajaan. Popularitas kopi tersebut akhirnya menyebar ke Eropa pada abad ke-16 berkat para pedagang Venesia yang membawanya ke Italia.

JAM

Jam sebagai penunjuk waktu yang kita gunakan sehari-hari ini ternyata dibuat oleh seorang muslim cerdas bernama Ibnu Ismail al-jazari dari Diyar Bakir Turki Tenggara. Ia adalah seorang insinyur yang sangat terampil yang telah melahirkan konsep mesin otomatis. Pada tahun 1206, al-Jazari telah membuat banyak jam dari segala bentuk dan ukuran. Menurut Al-Jazari kita sangatlah membutuhkan jam untuk menyusun jadwal keseharian kita. Selain itu, bagi umat muslim sendiri jam sangatlah penting untuk mengetahui kapan waktu sholat dan mengumandnagkan Adzan di Masjid.

Di dunia Islam, Al-Jazari memang bukan satu-satunya ilmuwan yang menciptakan jam. Banyak ilmuan lain yang juga tercatat telah menemukan beberapa jenis jam. Namun, penemuan jam air yang paling terkenal adalah yang ditemukan oleh Al-Jazari. Selain itu, ia juga membuat jam astronomi terbesar yang disebut Castle Clock, yang dianggap menjadi analog komputer terprogram pertama.

KAMERA

Kamera merupakan salah satu penentuan penting yang dicapai oleh manusia. Dengan kamera manusia dapat merekam semua moment yang terjadi dalam hidupnya.Teknologi kamera saat ini dikuasai oleh bangsa barat. Maka tak heran banyak orang yang mengira bahwa kamera berasal dari barat. Tetapi sebenarnya jauh sebelum masyarakat barat menemukan kamera, seorang sarjana musim telah lebih dahulu menemukannya. Dia adalah Ibn al-Haitham seorang saintis muslim pada abad ke-10 M.

Ibn al-Haitham merevolusi optik, mengambil subjek dari yang sedang dibahas secara filosofis ke sains aktual berdasarkan percobaan. Dia menolak gagasan Yunani yang menyatakan bahwa Cahaya yang memancar dari mata manusia menerangi obyek di sekelilingnya, maka hal itu menyebabkan manusia melihat. Namun, Ibn al-Haytham berpikir bahwa penglihatan manusia disebabkan oleh cahaya yang memantulkan benda dan memasuki mata.

Ia menguji pikirannya itu melalui eksperimen di ruang gelap yang dipisahkan dengan luar ruangan oleh dinding yang berlubang kecil. Di luar ruangan ia menggantungkan dua lentara pada ketinggian yang berbeda. Dengan sumber cahaya itu, ia memproyeksikan gambar sebuah benda ke layar melewati lubang kecil yang sekarang disebut sebagai camera obscura dan menjadi dasar bagi kamera modern.

MESIN TERBANG

Jauh sebelum dua bersaudara asal Amerika yaitu Orville dan Wilbur Wright berhasil menerbangkan pesawat pada tahun 1903. Prinsip-prinsip penerbangan sudah terlebih dahulu dicetuskan oleh ilmuwan muslim. Dia adalah Abbas ibn Firnas seorang astronom, fisikawan dan matematikawan pada abad ke-9.

Ia merancang sebuah peralatan bersayap yang kira-kira menyerupai kostum burung. Dalam persidangannya yang paling terkenal, di dekat Cordoba di Spanyol, Firnas terbang ke atas untuk beberapa saat, sebelum jatuh ke tanah dan mengalami cedera punggung dan kemudian meninggal. Pengalaman terbang Ibn Firnas menjadi pelajaran dan inspirasi bagi ilmuwan lain.

PERALATAN BEDAH

Di dalam kehidupan kita tidak lepas dari pentingnya ilmu kedokteran dan kesehatan. Khususnya pada bidang operasi karena dapat membantu wanita yang mengalami kesulitan saat melahirkan dengan operasi caesar.

Pada abad ke-10, ahli beda modern muslim bernama Abul Qasim Khalaf ibn al-Abbad al-Zahrawi, atau di Barat ia dikenal sebagai Abulcasis. Al-Qasim adalah dokter kerajaan pada masa Khalifah Al-Hakam II dari kekhalifahan Umayyah. Dalam kitab al-Tasrif, Al-Zahrawi secara rinci dan lugas mengupas tentang ilmu bedah, orthopedi, opththalmologi, farmakologi, serta ilmu kedokteran. Selama 5 abad berikutnya buku tersebut menjadi rujukan utama untuk perkembangan medis di Eropa khususnya ilmu bedah.

Popularitas Al-Zahrawi sebagai dokter bedah yang andal menyebar hingga ke seantero Eropa. Sampai-sampai ia dianggap sebagai orang pertama yang menemukan alat-alat bedah dan menemukan teori mengikat organ tubuh saat pembedahan dengan tujuan untuk mencegah pendarahan. Walaupun saat ini bangsa barat lebih unggul dengan majunya imu kedokteran yang mereka miliki. Akan tetapi orang pertama yang menjadi pelopornya ialah ilmuwan muslim.

MUSIK

Apakah seniman dan penyanyi abad ke 20 tahu bahwa sebagian besar kerajinan mereka terletak di tangan kaum Muslim dari abad ke-9? Seniman ini, al-Kindi khususnya, menggunakan notasi musik dan sistem penulisan musik. Al-Kindi berjaya menghasilkan skala nada musik Arab yang pertama. Skala nada itu masih digunakan hingga sekarang. Beliau menciptakan skala tersebut yang dipadukan dengan skala nada musik Yunani yang dihasilkan oleh Pythagoras. Al-Kindi menamakan irama dan rentak nada musik itu sebagai huruf abjad yang berjumlah 12 huruf, yaitu a, b, c, d, e, f, g, h, I, j, k, l. Huruf-huruf itu sama dengan skala nada musik modern yang standar, yaitu do, re, mi, fa, so, la, si, do. Kesamaan fonetik antara skala musik modern dan skala nada musik Arab yang digunakan pada abad ke 9 sungguh menakjubkan. Perbedaannya hanya terletak pada dua nada, mi dan fa. Nada tersebut menurut teori musik Al-Kindi adalah lebih kecil berbanding skala modern dalam kadar senafas maupun sebanyak 16/15 hingga 356/203 tingkat suara.

MAP

Seperti yang kita tahu kebanyakan orang tahu colombus adalah orang yang pertama menemukan benua Amerika. Namun apakah itu benar? Ternyata tidak. Banyak perdebatan yang mengatakan bahwa yang pertama menjajakan kaki di negeri paman sam itu adalah pedagang cina pada abad ke-11. Lantas bagaimana mereka kesana? Tentu dengan menggunakan sebuh peta.

Peta telah membantu orang menemukan jalan selama sekitar 3.500 tahun, yang paling awal ada di media tanah liat. Pengenalan kertas merupakan penemuan besar dalam pembuatan peta. Tren perjalanan telah menimpa muslim abad ke-7, dan mereka segera meninggalkan rumah mereka untuk berdagang dengan alasan keagamaan, untuk menjelajahi dunia dimana mereka tinggal.

Mereka berjalan mengikuti rute yang ada, Terkadang mereka mengumpulkan pengetahuan tentang tempat-tempat baru, dan ketika mereka kembali Mereka meceritakan perjalanan mengenai tempat yang mereka singgahi, orang-orang dan pemandangan yang mereka temui. Pertama kali ini hal itu dilakukan dari mulut ke mulut, namun setelah diperkenalkannya kertas di Baghdad pada abad ke-8, peta pertama dan panduan perjalanan mulai diproduksi.

Sumber : muslimahdaily.com

Write a Reply or Comment