AGAR MUSEUM ISLAM JAKARTA RAMAI PENGUNJUNG

JIC, JAKARTA — Lingkup interpretasi Museum Islam Jakarta yang digagas Jakarta Islamic Center (JIC) disarankan dibangun cukup luas untuk menarik minat pengunjung dari berbagai kalangan.

“Supaya sukses biasanya lingkup interpretasi museum harus cukup luas sehingga mencakup setiap segmen masyarakat, anak-anak dan dewasa,” ujar Ketua Harian Yayasan Mitra Museum Jakarta Amir Sidharta dihubungi di Jakarta, Sabtu (4/2).

Lingkup interpretasi disertai sajian pameran yang menarik, kata dia, membuat pengunjung lebih tertarik untuk tahu sejarah dan ajaran agama Islam. Panca indra, menurut dia, juga harus dirangsang sehingga yang ditampilkan tidak hanya foto dan gambar, melainkan perlu dihadirkan juga suara dan audiovisual.

Selain konten dan narasi, akses menuju museum juga mendorong lebih banyak pengunjung, misalnya dengan adanya bus khusus di titik-titik strategis yang menghubungkan dengan museum yang berlokasi di JIC itu. “Akses transportasi umum kalau sudah bisa menjangkau ke sana orang akan datang, yang paling penting kalau jalan ada, angkutan umum tersedia, misalnya bus Transjakarta ada ke sana atau ada bus khusus di titik strategis dimampirkan akan baik sekali,” tutur Amir.

Kurator Museum Universitas Pelita Harapan itu menilai Museum Islam Jakarta memiliki potensi besar, bukan hanya untuk warga Jakarta, tetapi Indonesia. “Awalnya fokus Jakarta, pasti tidak tertutup nanti melihat lingkupnya akan diperluas, bukan hanya Jakarta bisa kota lain,” kata dia.

JIC sedang mempersiapkan konten serta narasi untuk Museum Islam Jakarta, sementara gedung untuk museum telah tersedia. Bangunan untuk Museum ada di lahan JIC yang luasnya 11,3 hektare dan berada di zona sosial budaya. Museum direncanakan berada di lantai dua dan tiga, berada di atas perpustakaan.

Sumber : Antara

Write a Reply or Comment