AGEN PERJALANAN BISA KELUARKAN VISA TURIS ARAB SAUDI

JIC, RIYADH — Agen perjalanan kategori D dapat mengeluarkan visa wisata, pendidikan, atau perawatan medis di dalam dan luar Kerajaan. Komisi Pariwisata dan Warisan Budaya Saudi (SCTH) mengeluarkan lisensi pertama mengizinkan agen perjalanan kategori D mengeluarkan visa semacam itu.

Dilansir dari Arab News pada Selasa (5/12), sebanyak empat kategori agen perjalanan berlisensi di Jeddah (A, B, C, dan D) dapat menyediakan berbagai layanan termasuk penjualan, pembelian, dan penerbitan tiket perjalanan di dalam dan luar Kerajaan melalui berbagai sarana transportasi.

Direktur Jenderal SCTH Mohammed Abdullah Al-Amri mengisahkan sektor perjalanan dan pariwisata tumpang tindih kekuasaan sebelum berafiliasi dengan SCTH. Kondisi itu menghambat inisiatif para pelaku usaha sektor perjalanan. Kemudian, beberapa waktu lalu Presiden SCTH Pangeran Sultan bin Salman merestrukturisasi sektor pariwisata sesuai dengan garis ilmiah.

Sebuah program memulihkan dan menghidupkan kembali 34 masjid bersejarah di kawasan Al-Diriya baru saja diluncurkan. Program itu tengah dibahas oleh SCTH, Kementerian Urusan Islam, Dawah dan Bimbingan, Komisi Tinggi untuk Pembangunan Arriyadh, dan Al-Turath Foundation.

Program pemulihan itu bertujuan menghidupkan kembali masjid-masjid bersejarah dan peran mereka di masyarakat. SCTH menekankan kebangkitan masjid-masjid bersejarah itu tidak hanya mencakup pemulihan warisan kota, tetapi juga menghidupkan bangunan-bangunan tersebut.

SCTH mengatakan bangunan-bangunan bersejarah itu dibangun dan dirawat oleh raja-raja Arab Saudi. Pangeran Sultan bin Salman juga meluncurkan proyek memulihkan 10 masjid bersejarah di Al-Qassim sebagai bagian dari program menghidupkan kembali bangunan itu. Proses revitalisasi menggandeng partisipasi masyarakat setempat.

Selain itu, tiga kantor arsitektural secara sukarela mempersiapkan rencana memulihkan dan merehabilitasi 13 masjid bersejarah di kawasan tersebut. Sehingga, jumlah total masjid bersejarah yang direvitalisasi menjadi 79, termasuk Masjid Al-Maarik yang berusia 100 tahun di Buraidah.

Sumber ; ihram.co.id

Write a Reply or Comment