Ahmadiyah Tarik Perhatian Dunia Munculkan Dugaan Permainan Asing

Ahmadiyah kembali disorot setelah tragedi berdarah di Cikeusik. Tokoh NU Hasyim Muzadi menilai pemerintah tidak bisa serta merta membubarkan Ahmadiyah.

JAKARTA (Berita SuaraMedia) – Ahmadiyah kembali disorot setelah tragedi berdarah di Cikeusik. Tokoh NU Hasyim Muzadi menilai pemerintah tidak bisa serta merta membubarkan Ahmadiyah.

“Membubarkan keyakinan itu tentu tidak bisa. Tapi yang bisa adalah mencegah dampak dari Islam yang di luar mainstream,” ujarnya.

Hal itu disampaikannya di sela-sela acara Konferensi Internasional ‘Revitalization of Islam Challenges and Opportunity‘ di Golden Ballroom Hotel Sultan, Jl Gatot Subroto, Sabtu (12/2/2011).

Hasyim beranggapan sebaiknya para kyai mengembalikan pengikut Ahmadiyah kembali ke Islam yang mainstream. Seharusnya jamaah Ahmadiyah tidak sulit untuk diberi pencerahan.

“Mereka pada umumnya bukan orang-orang intelek. Di desa-desa, tentu mereka gampang diluruskan,” katanya.

Tragedi berdarah di Cikeusik, menurut Hasyim, menarik perhatian dunia internasional. Hal ini menimbulkan adanya dugaan kalau ada kepentingan asing yang bermain.

“Berkali-kali dari negara asing telepon ke Menlu kenapa Ahmadiyah begini. Padahal bentrok Sunni-Syiah di Pakistan, di Iran, di Lebanon nggak ada negara barat yang tanya,” jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Bahrul Hayat, pihaknya akan berhati-hati menyikapi permintaan dari berbagai pihak yang meminta agar Ahmadiyah dibubarkan.

“Pemerintah, sekali lagi, akan berhati-hati dalam hal ini,” kata Bahrul di Jakarta, menanggapi adanya desakan DPR RI soal pembubaran Ahmadiyah,

Bahrul Hayat menilai, pemerintah sekali lagi akan hati-hati dalam melakukan semua ini. “Kita yang pasti akan melakukan berbagai dialog dan dengar pendapat dengan pihak-pihak terkait, dengan ormas Islam, seluruh elemen yang ada kaitannya dengan Ahmadiyah dan dengan Ahmadiyah sendiri,” jelasnya.

Untuk itu ia mengimbau kepada seluruh tokoh pimpinan dan pemuka agama dan ormas-ormas keagamaan untuk membantu dan mendorong seluruh masyarakat mengendalikan diri dan memahami esensi SKB 3 menteri soal Ahmadiyah.

“Kami mengharapkan kekuatan para tokoh agama dan pemuka agama untuk bersama-sama melakukan dialog dan pembinaan bagi saudara-saudara kita yang Ahmadiyah, supaya mereka merasa bagian dari warga negara. Kalau mereka kurang tepat, mereka dengan kesadarannya bisa kembali ke Islam,” jelas Bahrul Hayat.

Setelah itu, lanjut Bahrul Hayat, pemerintah akan melihat langkah-langkah yang harus dilakukan. “Tapi mohon dipahami juga, SKB adalah instrumen yang sampai saat ini dianggap tepat untuk dilaksanakan dulu, tanpa harus menunggu keputusan apa pun. Pada dasarnya SKB sudah menjadi payung dalam menjaga kerukunan antar umat, antara Ahmadiyah dengan saudara-saudara yang lain,” katanya.

Ia menjelaskan, soal anggapan implementasi SKB tidak berjalan maksimal, itu terpulang pada seluruh komponen. “SKB ini diarahkan pada tiga pihak, yaitu warga JAI, untuk menghentikan menceritakan, mengajak di muka umum dan tindakan-tindakan yang dianggap menyimpang dari ajaran Islam selama mengaku sebagai Islam,” katanya. (fn/dt/ant) www.suaramedia.com

Write a Reply or Comment

12 − four =