AKHIR PELARIAN PEMBUANG SOBEKAN LEMBARAN AL-QUR’AN DI MEDAN

Polisi Tangkap Pembuang Sobekan Lembaran Al-Qur’an di Jalanan Medan. (Datuk Haris Molana/detikcom)
Medan – 

JIC — Misteri pembuang sobekan lembaran Al-Qur’an di Kota Medan, Sumatera Utara, terungkap. Namun, polisi meyakini kasus ini bukan dilakukan pelaku tunggal.

Pembuangan sobekan lembaran Al-Qur’an itu diketahui di depan salah satu hotel di Jalan SM Raja, Medan, Jumat (7/2) pagi. Enam hari kemudian, pelaku inisial DIM (44) ditangkap polisi.

“Tadi pagi, tersangka berhasil ditangkap oleh petugas Polsek Medan Kota bersama masyarakat saat hendak mau merobek, bawa dan nabur Al-Qur’an di jalanan dekat Masjid Raya Al-Mashun, Medan,” kata Kapolrestabes Medan Johnny Eddizon Isir dalam konferensi pers di Mapolrestabes Medan, Medan, Sumatera Utara, Kamis (13/2/2020).

Isir memastikan lembaran yang dibuang oleh pelaku adalah kertas berhuruf Arab dari lembaran-lembaran Al-Qur’an. Polisi meyakini pelaku tidak melakukan perbuatan itu sendirian.

“Terkait potongan kertas bertuliskan huruf Arab itu positif adalah kitab suci Al-Qur’an. Sejauh ini, kami yakin bukan tunggal. Ini seperti terstruktur. Kami yakin ada kelompok tertentu yang coba dan berupaya ganggu kondusifitas Kota Medan. Akan kami kembangkan. Tak ada tempat dan ruang yang coba ganggu kondusifitas Kota Medan,” ujar Isir.

Dia menambahkan, dalam aksinya, lanjut Isir, pelaku awalnya mengambil Al-Qur’an di Masjid Raya. Kemudian Al-Qur’an itu dibawa ke kamar mandi lalu disobek.

“Setelah dirobek, dimasukkan ke kantong celana. Lalu, keluar menyeberang jalan dan kemudian ditebarlah di jalanan. Berkat masyarakat dan petugas kita berhasil menangkapnya. Sejauh ini, tersangka dalam kondisi sehat,” sebut Isir.

Ketua Badan Kemakmuran Masjid Raya (BKM) Al-Mashun,Ulumuddin Sirait bersyukur pelaku ditangkap. Pihak masjid berharap Kota Medan terus kondusif.

“Jangan sampai ada lagi yang robek-robek kitab suci baik Al-Qur’an atau lainnya. Untuk apa melakukan hal demikian. Ini kan kalau robek Al-Qur’an, apalagi dia (pelaku) Islam kan melecehkan kitab suci sendiri. Perbuatan tidak baik. Ini tidak dibenarkan,” ujar Ulumuddin.

“Kota Medan kan pluralis. Sama-sama kita jaga. Kita sebangsa se-Tanah Air. Kita semua bersaudara,” sebut Ulumuddin.

Sementara, Sekretaris Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Medan, Zulkarnain Sitanggang berterima kasih kepada polisi atas pengungkapan kasus ini. Dia berharap kasus ini diusut tuntas.

“Kami berterima kasih kepada Polrestabes Medan dan jajaran atas terungkapnya kasus ini. Kita juga sepakat sama-sama kita jaga Kota Medan menjadi kota yang toleran, damai dan sejahtera. Dan kami sangat mendukung tidak ada tempat bagi orang pemecah belah persatuan dan kesatuan di Medan,” sebut Zulkarnain.

Sumber : news.detik.com

Jakarta Islamic Centre

Read Previous

MA’RUF SEBUT LEBIH BANYAK MASLAHAT TAK PULANGKAN WNI EKS ISIS

Read Next

CEGAH RADIKALISME, FKUB-POLRES GROBOGAN SIAP JADI PROYEK PERCONTOHAN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

sixteen − 8 =