AKSI SOLIDARITAS ATAS PENYERANGAN MASJID MINNESOTA

Islamophobia Akut, Masjid di Minnesota AS Dibom Saat Jamaah Hendak Sholat Subuh

JIC, MINNESOTA — Ratusan orang berkumpul menunjukkan rasa solidaritas di dekat Masjid Minnesota, Dar Al-Farooq Islamic Center in Bloomingtonpada, Selasa (8/8) malam waktu setempat. Mereka berkumpul menunjukkan keprihatinannya atas penyerangan Masjid di Minnesota ini oleh pelaku teror.

Direktur Eksekutif pusat studi Islam setempat, Mohamed Omar kepada Voice of America (VOA), mengungkap, masyarakat yang berkumpul tersebut terdiri dari berbagai kalangan. Di antaranya pemimpin komunitas, pemimpin politik dan para jamaah muslim.

Mereka ingin mengirimkan pesan kepada orang orang yang menjadi pelaku penyerangan Masjid Minnesota tersebut. Bahwa muslim di Minnesota mendapatkan tempat di masyarakat.

“Tujuan dari pertemuan tersebut adalah untuk menunjukkan kepada mereka yang menargetkan kita, karena apa yang kita percaya bahwa ada banyak masyarakat Minnesota non Muslim lainnya yang menentang ideologi mereka,” kata Omar dilansir dari VOA, Rabu (9/8).

Sejak penyerangan bom molotov terhadap Masjid di Minnesota pada pekan lalu, banyak anggota masyarakat terutama non muslim yang menunjukkan solidaritasnya. Mereka bahkan mengunjungi dan masuk ke dalam masjid untuk melihat kondisi yang terjadi.

Salah seorang Jamaah Masjid Minnesota, Aqil Ahmed mengatakan, reaksi masyarakat menyikapi serangan masjid sangat menggembirakan. “Tiga hari terakhir, masjid tersebut telah menerima orang-orang dari semua aspek masyarakat, termasuk pemimpin gereja para politisi dan warga biasa yang meninggalkan catatan penyembuhan, bunga, kartu hadiah dan sumbangan lainnya untuk menunjukkan solidaritas mereka kepada kami,” kata Ahmed.

Namun, Direktur Eksekutif pusat studi Islam setempat, Mohamed Omar memastikan, serangan tersebut tidak akan menghalangi semangat Muslim Minnesota. Terutama semangat Muslim Minnesota dan menjalankan ibadah dan praktik sosial keagamaan lainnya.

Sebelumnya Masjid di Mennesota diserang dengan bom molotov pada Sabtu pekan lalu. Insiden ini sedang diselidiki FBI. Sayangnya insiden ini sepi dari perhatian pemerintah Trump dan Gedung Putih.

Sumber ; republika.co.id

Write a Reply or Comment