Alhamdulillah, Muslim Denmark Miliki Menara Masjid Pertama

Umat Islam di Denmark, sedang berbahagia. Impian mereka untuk memiliki menara masjid  sebentar lagi terwujud. Masjid yang terletak di distrik Nordvest Kopenhagen ini, akan dilengkapi sebuah menara namun belum dilengkapi dengan pengeras suara untuk mengumandangkan adzan. Hukum di negara ini belum membolehkan adanya sebuah menara yang digunakan sebagai tempat pengeras azan.

ada menara setinggi 20 meter ini baru menjadi simbol eksistensi adanya sebuah masjid dan umat muslim yang menggunakannya di Denmark. Menara ini berada di dalam kompleks masjid yang luasnya 6800 meter persegi di Rovsingsgade. Masjid ini merupakan masjid yang pertama kali terlihat nyata di Denmark dana akan menjadi yang terbesar di daratan Skandinavia.

REPUBLIKA.CO.ID, Umat Islam di Denmark, sedang berbahagia. Impian mereka untuk memiliki menara masjid  sebentar lagi terwujud.

Masjid yang terletak di distrik Nordvest Kopenhagen ini, akan dilengkapi sebuah menara namun belum dilengkapi dengan pengeras suara untuk mengumandangkan adzan. Hukum di negara ini belum membolehkan adanya sebuah menara yang digunakan sebagai tempat pengeras azan.

ada menara setinggi 20 meter ini baru menjadi simbol eksistensi adanya sebuah masjid dan umat muslim yang menggunakannya di Denmark.

Menara ini berada di dalam kompleks masjid yang luasnya 6800 meter persegi di Rovsingsgade. Masjid ini merupakan masjid yang pertama kali terlihat nyata di Denmark dana akan menjadi yang terbesar di daratan Skandinavia.

Juru bicara Dansk Islamisk Rad, Mohamed Al Minouni, mengatakan ini adalah momen penting bagi umat muslim di Denmark. “Pendirian menara ini merupakan momen yang besar penuh bahagis bagi umat muslim disini,” katanya, dilansir dari Copenhagenpost. Dansk Islamisk Rad sendiri merupakan organisasi yang bertanggung jawab membangun masjid, yang telah memiliki anggota sebanyak 25 ribu orang.

Menara ini akan selesai dan diresmikan dalam beberapa bulan ke depan. “Ini adalah wujud dari mimpi kami,” katanya.

Untuk dananya, masjid ini telah menerima150 juta kroner, dari seorang mantan penguasa Qatar, yaitu Hamad bin Khalifa al-Thani. Dari sinilah muncul banyak kekhawatiran jika nantinya masjid ini akan mendukung pandangan islam yang konservatif.

Imam yang memimpin masjid ini, Jehad Al Farra (53 tahun) pun mempunyai hubungan dengan organisasi massa Ikhwanul Muslimin. Ia mengatakan beberapa bulan yang lalu, ketika ia sedang berkegiatan dalam organisasinya, untuk menciptakan sebuah komunitas tunggal islam yang mengglobal, yang menuai banyak kritikan karena mengikuti hukum syariah.

Di saat itu, organisasi yang menjalankan kewenangan masjid, merangkul beberapa aliran Islam lainnya.

Reporter : rosita budi suryaningsih
Redaktur : Heri Ruslan

Write a Reply or Comment

20 − 16 =