ALQURAN SUDAH JELASKAN HUKUM GRAVITASI JAUH SEBELUM NEWTON

JIC – Alquran dan ilmu pengetahuan (Sains) selalu berjalan beriringan. Bedanya, Alquran sudah menyebutkan belasan abad yang lalu. Sementara Sains mulai menemukan pada akhir-akhir abad ini. Ada banyak teori yang dipakai secara umum namun sesungguhnya sudah ada dalam Alquran. Salah satunya tentang hukum gravitasi yang akan kita bahas.

TEORI GRAVITASI

Munculnya gagasan atau istilah “gravitasi” pertama kali dikenalkan oleh Isac Newton dalam philosophiae naturalis principia mathematica. Ini sering juga disebut dengan principia yang pertama kali muncul pada abad ke 17 M, sekitar pada thun 1687 M. Principia antara lain menjelaskan hukum gravitasi universal di samping mengemukakan teori bagaimana benda bergerak dalam ruang dan waktu.

Gaya gravitasi antara dua benda juga bergantung kepada massa benda (jumlah materi dalam suatu benda) dan jaraknya. Semakin besar massa benda maka semakin besar gaya tarik-menariknya. Semakin jauh jarak benda semakin melemah jarak gravitasinya.

Gaya gravitasi yang sangat besar dihasilkan oleh bumi yang juga memiliki massa yang sangat besar juga di mana benda-benda di sekitar dapat ditarik, termasuk apapun yang ada di atas bumi, seperti makhluk hidup. Gravitasi inilah yang membuat semua benda di alam raya menyatu sampai lapisan udara.

Adapun, gravitasi menurut Newton sangatlah penting karena ketidakadaan gaya gravitasi tentu akan membuat benda-benda di alam semesta jatuh, berbenturan serta tersebar tidak beraturan. Gravitasi juga disebut sebagai agen yang memberi massa pada obyek sehingga mereka akan turun ke bawah ketika jatuh.

Teori atau gagasan tentang gravitasi yang dikemukakan oleh Newton ini, pada mulanya berdasarkan pada peristiwa apel yang jatuh ke bumi. Peristiwa yang sangat sederhana ini, membuat ia berfikir, mengapa apel harus jatuh ke bumi, tidak ke atas? ia menjawab sendiri dalam hatinya, hal itu pastilah bumi yang memaksanya untuk jatuh ke bumi.

Begitupun juga dengan bulan, mengapa tidak jatuh ke bumi ? karena bulan berusaha melewati bumi, tetapi bumi menyeretnya pada waktu perpurannya dan menyeret bulan itu keliling dan berkeliling dengan tarikan itu. Tarikan bumi makin lama semakin lemah oleh sebab badan yang ditariknya itu berada di tempat yang bertambah jauh.

Newton memperlihatkan bahwa karena adanya gaya gravitasi maka bumi dan planet-planet lainnya bergerak dalam orbit-orbit berbentuk eliptik. Ia menyatakan bahwa teorinya dapat berlaku pada semua benda di alam semesta, mulai dari apel yang jatuh dari pohon sampai pergerakan planet dan bintang-bintang.

Misalnya, proses tarik-menarik antara bumi dan matahari, yang mana matahari memiliki massa yang lebih besar dariada bumi maka matahrilah yang menarik bumi dengan gaya tarikan ke dalam. Agar bumi tidak jatuh ke matahari, ia berputar mengelilingi matahari, dengan melakukan gaya tarikan ke luar.  Karena kedua benda ini mengeluarkan gaya yang seimbang, maka perputaran bumi hingga kini masih berlaku dan stabil.

Dengan demikian, semua benda di langit berputar dalam suatu lintasan atau orbit tertentu. Ia berputar dan kembali lagi ke tempat semulanya. Gerakan berputar secara terus-menerus ini memunculkan kekuatan dorongan dari pusat yang menyeimbangkan kekuatan gravitasi.

Dari putaran yang tiada henti inilah kemudian timbul apa yang dinamakan dengan keseimbangan gerak, ini merupakan salah satu tanda kebesaran allah. Setiap benda langit akan tetap berputar mengelilingi benda-benda yang lain, dalam lintasan berbentuk elips, dan akan kembali ke tempatnya semula. Semua benda di alam semesta ini berjalan pada garis edarnya dan tidak pernah melenceng  sekalipun dari garis itu.

GAYA GRAVITASI DI DALAM ALQURAN

Jauh sebelum Newton, Alquran sudah berbicara soal gravitasi. Ada beberapa ayat yang secara tersirat menyebutkan tentang hukum gravitasi atau gaya tarik-menarik yang terjadi antara semua partikel yang mempunyai massa di alam semesta. Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Surah Al-An’aam : 59

Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz)

Ayat di atas menjelaskan benda yang jatuh”. Hal ini adalah akibat dari gaya gravitasi. Terlihat dari kata daun yang gugur dan jatuhnya biji ke permukaan tanah.

  1. Surah Maryam : 25

Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu

Gaya gravitasi yang terdapat pada ayat di atas adalah buah kurma yang jatuh dari pohonnya.

  1. Surah Al-Hajj : 65

Apakah kamu tiada melihat bahwasanya Allah menundukkan bagimu apa yang ada di bumi dan bahtera yang berlayar di lautan dengan perintah-Nya. Dan Dia menahan (benda-benda) langit jatuh ke bumi, melainkan dengan izin-Nya? Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada Manusia.

Gaya gravitasi yang terdapat di ayat tersebut adalah benda-benda langit yang jatuh ke bumi.

  1. Surah Asy-Syu’araa’ : 32

Maka Musa melemparkan tongkatnya, lalu tiba-tiba tongkat itu (menjadi) ular yang nyata.

Gaya gravitasi yang ada pada ayat di atas adalah tongkat yang dilemparkan akan ke permukaan bumi.

  1. Surah Asy-Syu’araa’ : 44

Lalu mereka melemparkan tali temali dan tongkat-tongkat mereka dan berkata: “Demi kekuasaan Fir’aun, sesungguhnya kami benar-benar akan menang.”

Gaya gravitasi yang terdapat di ayat tersebut adalah tali-temali dan tongkat-tongkat yang dilemparkan akan ke bawah (permukaan tanah).

Sebenarnya masih banyak ayat yang menjelaskan tentang gravitasi. Namun kita dapat mengambil kesimpulan bahwa pentingnya gaya gravitasi untuk kehidupan manusia yang disebutkan dalam Alquran. Andai kata gaya gravitasi tidak ada, akan terjadi banyak kekacauan di atas permukaan Bumi.

Sebagai contoh, jika gravitasi tidak ada maka tubuh makhluk hidup takkan lagi memiliki berat. Ia akan terbang melayang dan mengarah ke angkasa tanpa bisa kembali lagi ke permukaan Bumi. Lalu, udara dan atmosfer akan hilang. Begitu pula hujan, awan, lautan, sungai, binatang, dan semua kehidupan di muka Bumi.

Allah telah menjadikan Bumi jinak dan tunduk pada manusia. Dia menancapkan gunung-gunung di atasnya, lalu menjadikan setiap gunung memiliki akar yang tertancap jauh ke dasarnya untuk membuat benua-benua tetap kukuh tak bergerak dan terhindar dari guncangan.

Semoga semakin mempertebal keimanan serta semakin menguatkan kita untuk senantiasa mentadaburi isi kandungan Alquran.

Wallahu’alam bishawab

Sumber : gomuslim.co.id

Write a Reply or Comment

18 − 16 =