APAKAH SHALAT YANG TIDAK KHUSYU’ DITERIMA ALLAH?

JIC – Syaikh Shalih bin Fauzan Al Fauzan hafizhahullahu ta’ala menjawab, Shalatnya tidak perlu diulang, karena ia sudah menunaikan shalat. Akan tetapi, khusyu’ itu bukan termasuk syarat-syarat shalat. Bukan pula rukun-rukun dan kewajiban-kewajiban shalat. Khusyu’ adalah ruh shalat.

Karena itu, shalat tanpa ke-khusyu’-an atau tanpa hadirnya hati tidak diterima. Dan tidak ada pahala shalat, kecuali pada bagian apa yang ia sadari dalam shalat dan hadirnya di dalam shalatnya.

Maka, wajib bagi seorang muslim untuk memerhatikan perkara ini. Dan wajib baginya untuk menjauhi berbagai kesibukan yang membuatnya sibuk dari ke-khusyu’-an.

Karena itulah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang shalat ketika dihidangkan makanan. Sebab itu bisa menyibukkannya.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga melarang seseorang shalat ketika sedang menahan buang air kecil atau buang air besar. Sebab itu termasuk menyibukkannya.

Maka, hendaklah seseorang itu masuk shalat dalam keadaan tidak sibuk pikirannya, berada di tempat dan waktu yang dapat membuatnya nyaman untuk shalat.

Sumber : dakwahislam.net

Jakarta Islamic Centre

Read Previous

HALAL BI HALAL BERSAMA KEPALA BADAN MANAJEMEN JIC

Read Next

KANTOR TEKNIS HAJI KJRI JEDDAH RILIS CALL CENTER HAJI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

seven − 2 =