BANJIR SINTANG, MUHAMMADIYAH BANTU MEDIS DI GEREJA ALETHEIA

Banjir 4 Pekan, Muhammadiyah Berikan Pelayanan Medis di Gereja Aletheia Sintang –                  Suara Muhammadiyah

Pendeta Yesias menyambut layanan medis Muhammadiyah di Gereja Aletheia Sintang

SINTANG, JIC – Respon tanggap darurat banjir yang dilaksanakan oleh Muhammadiyah Kalimantan Barat beserta seluruh unsurnya dan tim medis dari Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) PP Muhammadiyah mendapatkan tanggapan positif serta dukungan dari berbagai pihak.

Hingga kini, relawan Muhammadiyah Kalimantan Barat (Kalbar) yang dikoordinir oleh MDMC setempat dan didukung penuh oleh Lazismu, masih terus memberikan pelayanan kepada warga terdampak banjir di Kabupaten Sintang.

Ahad (28/11), mereka membagikan sembako dan hygiene kit sebanyak 1000 paket kepada warga di Tebing Raya, Entabuk, Sungai Asem, Engkrau dan sebagian kepada warga Muhammadiyah Sintang.

Sedangkan pelayanan kesehatan dilaksanakan oleh tim medis MDMC PP Muhammadiyah di Tebing Raya, Mungguk Bentok, Balai Desa Sungai Asam dan Gereja Aletheia Sungai Kawat, Sintang.

Saat memberi layanan kepada warga di Gereja Aletheia, tim medis MDMC disambut oleh Pendeta Yesias. Selaku pemimpin gereja tersebut, Yesias menyampaikan bahwa banjir kali ini sungguh menjadi ujian berat bagi masyarakat.

Menurutnya, tidak hanya rumah yang terendam banjir, tapi selama 4 pekan masyarakat tidak bisa bekerja dan beraktifitas secara normal. “Mereka bahkan tidak dapat memperoleh akses air bersih serta makanan yang layak sehingga berdampak juga pada psikologi masyarakat,” katanya.

Pendeta Yesias memberikan apresiasi kepada MDMC. “Terima kasih telah berkenan memberikan pelayanan kesehatan dan kami memohon doa dari masyarakat indonesia agar diberikan kekuatan dalam menghadapi bencana banjir di Kabupaten Sintang,” ujarnya.

Gereja dengan 380 jemaat ini sudah berangsur pulih setelah selama 4 pekan terendam banjir. Meski demikian, bekas genangan air banjir masih tampak jelas terlihat di dinding luar gereja.

Layanan kesehatan juga dilaksanakan di Masjid Miftahul Jannah, Kelurahan Ulak Jaya, Sintang. Putra Gunawan, Ketua Pengurus Masjid Miftahul Jannah mewakili jemaah masjid mengucapkan terima kasih atas layanan kesehatan yang diberikan.

“Masyarakat yang terkena bencana banjir ini merasa terbantu dengan kehadiran tim dari Muhammadiyah, sekali lagi kami ucapkan ribuan terima kasih, semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala membalas kebaikan-kebaikannya,” kata Gunawan.

Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, melalui Kepala Seksi Pelayanan Kesehatan Rujukan, Azni Firmania juga merasa terbantu dengan kehadiran para relawan MDMC. “Ribuan terima kasih kepada MDMC Muhammadiyah yang telah banyak memberikan dukungan baik dari logistik maupun bantuan nakes dalam penanganan dampak bencana banjir,” katanya saat ditemui tim media MDMC, Jum’at (25/11).

Azni menuturkan, pihaknya sudah banyak berkolaborasi dengan MDMC dalam memberikan pelayanan kesehatan berjalan maupun di pos-pos pengungsian warga. MDMC juga banyak memberikan informasi data-data di lapangan yang belum bisa dijangkau pihaknya karena medan yang sulit.

Respon bencana banjir juga dilaksanakan oleh relawan Muhammadiyah di Kabupaten Sekadau berupa pemberian bantuan logistik dan pelayanan kesehatan yang dilaksanakan oleh tim medis dari Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan (STIK) Muhammadiyah Pontianak dan RSI Fatimah, Banyuwangi, Jawa Timur.

Atas peran para relawan Muhammadiyah, Bupati Sekadau, Aron menyampaikan terima kasihnya. “Kami atas nama pemerintah Kabupaten Sekadau mengucapkan terima kasih kepada Muhammadiyah yang telah peduli terhadap masyarakat kami yang saat ini tertimpa bencana banjir,” katanya.

Tim medis STIK Muhammadiyah Pontianak sendiri terdiri dari para perawat yang berjumlah 6 orang. Istimewanya, tim ini dipimpin oleh seorang dosen senior beretnis Tionghoa, Cau Kim Jiu, yang sekaligus Sekretaris Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) Kalbar. Mereka bertugas di Sekadau dari tanggal 20-23 November 2021 lalu.   (Tim Media/Riz)

Sumber : Republika.co.id

Jakarta Islamic Centre

Read Previous

DKI-KURANGI-KEGIATAN-MASYARAKAT-UNTUK-CEGAH-VARIAN-BARU-COVID-19

Read Next

CAIR DUKUNG PENYELESAIAN KASUS DISKRIMINASI ANTI-MUSLIM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 + twelve =