Jadwal Sholat
Subuh
Dzuhur
Ashar
Maghrib
Isya
04.42
12.08
15.07
18.11
19.16

Agenda Kegiatan

Buku Saku JIC

Haji & Hijrah Peradaban untuk Kemashlahatan Bangsa
Tuesday, 05 January 2010

(No.12 Tahun 5, Oktober 2009) Selama lima ratus tahun Islam menguasai dunia dengan kekuatannya, ilmu pengetahuan dan peradabannya yang tinggi (Jacques C. Reister). Saban taun, ratusan ribu anak bangsa ini pergi haji. Mereka tidak sekedar menjalankan kewajiban untuk menggenapi kekurangan rukun Islamnya, tetapi pada hakekatnya mereka juga melakukan hijrah.Read more...

Khutbah Idul Adha 1430 H

Kesediaan Berkurban: Titik Tolak Pembangunan Kesejahteraan Bangsa
Monday, 23 November 2009
.: Oleh : Didin Hafidhuddin :. Semangat berkorban dari Nabi Ibrahim AS, Nabi Ismail AS beserta keluarganya, demikian pula Rasulullah SAW dan para sahabatnya harus kita implementasikan dalam kehidupan kita sehari-hari.Read more...
-----------------------------------------------------------------------

Detail informasi... Klik gambar
 
Tanya Katalog/ Koleksi Perpustakaan JIC
 
  
PUSTAKAWAN 1                 PUSTAKAWAN 2
-----------------------------------------------------------------------

Click to join Komunitas-JIC
Gabung di Komunitas-JIC, untuk mengikuti setiap
perkembangan event JIC secara update
 
Share on facebook
Banyak Siswa tak Pahami Para Pejuang Islam PDF  | Print |

 JAKARTA--Belakangan ini, kebanyakan dari siswa didik baiki disekolah umum maupun di sekolah-sekolah Islam bahkan di tingkat Perguruan Tinggi, tidak memahami sepenuhnya pejuang-pejuang Islam Indonesia. ''Seharusnya sebagai umat Muslim, kita memiliki persepsi yang benar terhadap para pahlawan atau pejuang-pejuang Islam,'' tegas Adian Husaini, Ketua Dewan Dakwah Islam Indonesia (DDII) dalam perbincangan dengan Republika di Jakarta, Senin (9/11).

Banyak Siswa tak Pahami Para Pejuang Islam

WORDPRESS

Salah satu penyebabnya, menurut Adian adalah ada upaya-upaya pengaburan peran atau perjuangan para pejuang-pejuang Islam secara sistematis di sekolah-sekolah. ''Ini yang harus kita sikapi. Paling tidak, lembaga-lembaga pendidikan Islam khsususnya, bisa mulai mengubah pola pengajaran pada siswanya terkait pengetahuan umum serta sejarah pejuang-pejuang Islam di negeri ini. Kita sebenarnya banyak sekali memiliki pejuang-pejuang Islam yang begitu besar jasa dan pengabdiannya terhadap negeri ini,'' tambah Adian.

Dicontohkan Adian, cerita sejarah tentang Pangeran Diponegoro. Yang diketahui siswa selama ini menurutnya, Pangeran Diponegoro adalah pahlawan yang mengusir Belanda karena ingin mempertahankan wilayah Indonesia atau Nusantara. ''Padahal tidak hanya semata-mata demikian. Pangeran Diponegoro merupakan ulama besar. Ia berjuang demi tegaknya agama Islam di negeri ini. Itu yang tidak diajarkan di sekolah-sekolah,'' ungkapnya.

Ditambahkan Adian, Indonesia memiliki pahlawan atau pejuang Islam seperti KH Wahid Hasyim, KH Hasyim Asyhari, KH Ahmad Dahlan, Buya Hamka, Natsir, dan lainnya. ''Umat Islam perlu mengapresiasi perjuangan pahlawan dan pejuang-pejuang Islam,'' ungkapnya.

Selain itu menurut Adian, juga banyak ketidakadilan yang diterapkan pada pejuang-pejuang Islam. ''Seperti misalnya kita mengenal dan selalu memperingati Hari Kartini. Namun tidak pernah ada peringatan Hari Tjut Nyak Dien. Padahal kepahlawanan dan perjuangan Tjut Nyak Dien jauh melampaui Kartini,'' tandas Adian. republika

 

 

Trackback(0)
Comments (0)Add Comment

Write comment

security code
Write the displayed characters


busy