Jadwal Sholat
Subuh
Dzuhur
Ashar
Maghrib
Isya
04.42
12.08
15.07
18.11
19.16

Agenda Kegiatan

Buku Saku JIC

Haji & Hijrah Peradaban untuk Kemashlahatan Bangsa
Tuesday, 05 January 2010

(No.12 Tahun 5, Oktober 2009) Selama lima ratus tahun Islam menguasai dunia dengan kekuatannya, ilmu pengetahuan dan peradabannya yang tinggi (Jacques C. Reister). Saban taun, ratusan ribu anak bangsa ini pergi haji. Mereka tidak sekedar menjalankan kewajiban untuk menggenapi kekurangan rukun Islamnya, tetapi pada hakekatnya mereka juga melakukan hijrah.Read more...

Khutbah Idul Adha 1430 H

Kesediaan Berkurban: Titik Tolak Pembangunan Kesejahteraan Bangsa
Monday, 23 November 2009
.: Oleh : Didin Hafidhuddin :. Semangat berkorban dari Nabi Ibrahim AS, Nabi Ismail AS beserta keluarganya, demikian pula Rasulullah SAW dan para sahabatnya harus kita implementasikan dalam kehidupan kita sehari-hari.Read more...
-----------------------------------------------------------------------

Detail informasi... Klik gambar
 
Tanya Katalog/ Koleksi Perpustakaan JIC
 
  
PUSTAKAWAN 1                 PUSTAKAWAN 2
-----------------------------------------------------------------------

Click to join Komunitas-JIC
Gabung di Komunitas-JIC, untuk mengikuti setiap
perkembangan event JIC secara update
 
Share on facebook
Insiden Penembakan Ancam Umat Muslim AS PDF  | Print |

Kalangan muslim di AS mengkhawatirkan dampak negatif yang dapat menimpa mereka pascainsiden penembakan di pos militer Fort Hood, Texas. Pada insiden tersebut, Mayor Nidal M. Hassan diduga melakukan penembakan pada penghuni pos militer itu hingga menewaskan 13 orang dan melukai 30 lainnya, Kamis (5/11). Insiden yang diduga dilakukan psikiater tentara muslim keturunan Palestina tersebut memicu beragam tanggapan dari sejumlah tokoh muslim di negeri Paman Sam itu.

Motif pelaku masih dalam penyelidikan, namun sejumlah laporan mengindikasikan tekanan yang diderita Hassan akibat banyak menangani tentara yang menderita gangguan mental post-trauma sepulang dari Iran dan Afghanistan. Ia juga disebut mengalami stres akibat usikan yang diterimanya dari anggota militer yang lain karena kemuslimannya.

Reaksi anti-muslim berkembang dengan cepat di Texas pascainsiden ini. "Jihad di Fort Hood?" menjadi headline Jihad Watch blog, beberapa saat setelah Hassan diindentifikasi sebagai tersangka. Institut Arab Amerika mengatakan mereka menerima telepon ancaman dari lelaki tak dikenal, sesaat setelah laporan sementara mengenai insiden itu diumumkan.

Keamanan juga menjadi isu sensitif, sejumlah masjid dan tempat shalat Jumat diperketat pengamanannya mengantisipasi efek balik insiden penembakan tersebut. Di Washington, Chicago, dan tempat-tempat lainnya, beberapa pengurus masjid meminta tambahan patroli dari polisi setempat. Di Garden Grove, Kalifornia, aparat polisi berjaga di sekitar masjid sebagai tindakan pencegahan.

Waspada

Hussam Ayloush, direktur Council on American-Islamic Relations (CAIR) wilayah California Selatan memperingatkan umat Islam di sana agar waspada dan menghidari mengekspos identitasnya bila tidak perlu. Ia mengatakan, sejak terjadinya insiden tersebut, banyak organisasi muslim di sana menerima lusinan ancaman mati dan surat elektronik berisikan kata-kata kebencian. "Ini adalah saat kita harus duduk dan berdoa bersama agar orang Amerika menjadi lebih kuat, bersatu, dan toleran," katanya.

Andre Carson, senator Indiana dari kubu Demokrat, mengingatkan semua pihak agar tetap berfokus pada penyelesaian masalah kesehatan mental prajurit ketimbang membahas agama pelaku penembakan. "Kejadian ini tidak menggambarkan sedikitpun tentang Islam sebagaimana tak sedikitpun aksi Timothy McVeigh mencerminkan ajaran Kristiani," tutur satu dari dua muslim yang duduk di Kongres ini. Timothy McVeigh adalah pelaku pengeboman di Oklahoma yang menewaskan 168 jiwa, 14 tahun silam.

Presiden AS, Barrack Obama, mencoba mengendurkan tekanan kepada tersangka penembakan dengan memuji para tentara. Ia berkata, prajurit-prajurit telah membela negara itu dalam satu seragam yang sama dan mengingatkan pada publik akan keberagaman di balik seragam tersebut. Ia menegaskan, sebagian besar warga negara AS adalah imigran maupun keturunan imigran, dan mereka semua memiliki kedudukan yang sama.

"Semua tentara adalah orang Amerika, dari keturunan apa pun ia berasal, apapun keyakinannya, dan di pos manapun ia ditempatkan. Mereka ada yang Kristen, Muslim, Yahudi, Hindu, dan tak beragama, namun menunjukkan semangat patriotisme yang serupa," urainya. (ainulwafa*rep)
Trackback(0)
Comments (0)Add Comment

Write comment

security code
Write the displayed characters


busy