Jadwal Sholat
Subuh
Dzuhur
Ashar
Maghrib
Isya
04.35
12.10
15.25
18.19
19.27

KUESIONER SURVEY MASJID JIC

Take our Online Survey

Buku Saku JIC

Haji & Hijrah Peradaban untuk Kemashlahatan Bangsa
Tuesday, 05 January 2010

(No.12 Tahun 5, Oktober 2009) Selama lima ratus tahun Islam menguasai dunia dengan kekuatannya, ilmu pengetahuan dan peradabannya yang tinggi (Jacques C. Reister). Saban taun, ratusan ribu anak bangsa ini pergi haji. Mereka tidak sekedar menjalankan kewajiban untuk menggenapi kekurangan rukun Islamnya, tetapi pada hakekatnya mereka juga melakukan hijrah.Read more...

Khutbah Idul Adha 1430 H

Kesediaan Berkurban: Titik Tolak Pembangunan Kesejahteraan Bangsa
Monday, 23 November 2009
.: Oleh : Didin Hafidhuddin :. Semangat berkorban dari Nabi Ibrahim AS, Nabi Ismail AS beserta keluarganya, demikian pula Rasulullah SAW dan para sahabatnya harus kita implementasikan dalam kehidupan kita sehari-hari.Read more...
-----------------------------------------------------------------------

Detail informasi... Klik gambar
 
Tanya Katalog/ Koleksi Perpustakaan JIC
 
  
PUSTAKAWAN 1                 PUSTAKAWAN 2
-----------------------------------------------------------------------

Click to join Komunitas-JIC
Gabung di Komunitas-JIC, untuk mengikuti setiap
perkembangan event JIC secara update
 
Share on facebook
Jembatan Canggih Jamarat Bantu Jamaah Haji Perangi Iblis PDF  | Print |

RIYADH (SuaraMedia News) – Arab Saudi telah menyelesaikan lima tingkat Jembatan Jamarat berteknologi tinggi untuk memastikan kelancaran arus jamaah lempar jumroh dalam ritual haji, Arab News melaporkan pada hari Selasa, 17 November. “Kecanggihan Jembatan Jamarat didesain untuk mengakomodasi lima juta jamaah,” ujar Mayor Jenderal Saad Al Khelaiwi, asisten komandan Pasukan Keamanan Haji.

Para jamaah Haji yang berasal dari seluruh dunia memenuhi jembatan Jamarat yang digunakan untuk melakukan ritual lempar jumroh, sebuah ritual dimana para jamaah harus melempar tujuh kerikil dari belakang pagar atau dari atas jembatan setiap hari selama tiga hari dari tiap pilar beton setinggi 18 meter di lokasi di mana iblis muncul di hadapan Nabi Ibrahim. (SuaraMedia News)
Jembatan berteknologi tinggi itu memiliki 10 pintu masuk dan 12 pintu keluar di keempat tingkatnya untuk memungkinkan mengalirnya arus 300.000 jamaah per jam.

Jembatan tersebut juga dilengkapi dengan teknologi canggih yang dapat membantu pihak berwenang mengintervensi dalam kasus desak-desakan dalam ritual lempar lempar jumroh.

“Kami telah menunjuk 19 komandan di sepanjang jembatan untuk mencegat para jamaah ketika jumlahnya telah melebihi 300.000,” ujar Khelaiwi.

Para jamaah tidak akan diijinkan membawa tas besar dalam ritual itu.

“Kami juga akan memonitor dan mengontrol arus jamaah.”

Hampir tiga juta jamaah harus melempar tujuh kerikil dari belakang pagar atau dari atas jembatan setiap hari selama tiga hari dari tiap pilar beton setinggi 18 meter di lokasi di mana iblis muncul di hadapan Nabi Ibrahim.

 

Setiap Muslim dewasa yang mampu secara ekonomi harus melakukan perjalanan haji, salah satu dari Rukun Islam, satu kali dalam seumur hidupnya.

Proyek Jembatan Jamarat senilai 4.5 miliar riyal diluncurkan setelah serangkaian desak-desakan maut dalam ritual lempar jumroh selama beberapa tahun terakhir.

Dalam tragedi haji terburuk selama 16 jamarat_1tahun, 364 orang tewas dalam desak-desakan di pintu masuk Jembatan Jamarat tahun 2006.

Pemerintah Saudi juga telah meluncurkan proyek senilai 500 juta untuk mendesain ulang dan mengembangkan Bukit Arafat.

Proyek itu termasuk membangun sejumlah jalan, fasilitas layanan, dan lokasi tenda-tenda untuk mengakomodasi para jamaah.

Sebuah jaringan selokan juga akan dibangun untuk air hujan dan banjir selama musim haji.

Proyek tersebut juga mencakup pembangunan lebih dari 200 toilet dan jalan sepanjang 700 meter untuk arus jamaah.

Di bawah proyek itu, delapan lapisan tanah akan ditinggikan untuk memberikan lebih banyak ruang bagi 100.000 jamaah.

Musim haji diperkirakan akan mencapai puncaknya tahun ini pada tanggal 26 November ketika para jamaah mendaki Bukit Arafah di mana Nabi Muhammad menyampaikan dakwah terakhirnya 14 abad yang lalu.

Berdiri di Bukit Arafah sebelum matahari tenggelam adalah titik puncak ritual haji, bagi jamaah yang gagal melakukannya tepat waktu harus mengulanginya dalam perjalanan haji mereka di masa mendatang. (rin/io/suaramedia) www.suaramedia.com

 

Trackback(0)
Comments (0)Add Comment

Write comment

security code
Write the displayed characters


busy