Jadwal Sholat
Subuh
Dzuhur
Ashar
Maghrib
Isya
04.42
12.08
15.07
18.11
19.16

Agenda Kegiatan

Buku Saku JIC

Haji & Hijrah Peradaban untuk Kemashlahatan Bangsa
Tuesday, 05 January 2010

(No.12 Tahun 5, Oktober 2009) Selama lima ratus tahun Islam menguasai dunia dengan kekuatannya, ilmu pengetahuan dan peradabannya yang tinggi (Jacques C. Reister). Saban taun, ratusan ribu anak bangsa ini pergi haji. Mereka tidak sekedar menjalankan kewajiban untuk menggenapi kekurangan rukun Islamnya, tetapi pada hakekatnya mereka juga melakukan hijrah.Read more...

Khutbah Idul Adha 1430 H

Kesediaan Berkurban: Titik Tolak Pembangunan Kesejahteraan Bangsa
Monday, 23 November 2009
.: Oleh : Didin Hafidhuddin :. Semangat berkorban dari Nabi Ibrahim AS, Nabi Ismail AS beserta keluarganya, demikian pula Rasulullah SAW dan para sahabatnya harus kita implementasikan dalam kehidupan kita sehari-hari.Read more...
-----------------------------------------------------------------------

Detail informasi... Klik gambar
 
Tanya Katalog/ Koleksi Perpustakaan JIC
 
  
PUSTAKAWAN 1                 PUSTAKAWAN 2
-----------------------------------------------------------------------

Click to join Komunitas-JIC
Gabung di Komunitas-JIC, untuk mengikuti setiap
perkembangan event JIC secara update
 
Share on facebook
Muhammadiyah-NU Bersyukur Barengan Idul Adha PDF  | Print |

JAKARTA--Baik Muhammadiyah maupun NU bersyukur perayaan Idul Adha mendatang akan jatuh pada tanggal yang sama yakni 27 November. Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Yunahar Ilyas mengatakan, pihaknya sangat bersyukur akhirnya Muhammadiyah, NU maupun pemerintah memutuskan hari Raya Idul Adha pada hari yang sama. “Kami bersyukur bisa merayakan Idul Adha pada hari yang sama,” katanya di Jakarta, Rabu, (18/11).

  Muhammadiyah-NU Bersyukur Barengan Idul Adha

Namun, ujar Yunahar, masalah bisa terjadi seandainya Saudi Arabia melaksanakan Idul Adha pada hari yang berbeda. Pasalnya masyarakat awam sering kebingungan dalam melaksanakan ibadah puasa Arafah sebelum Idul Adha. “Masyarakat sering berpatokan terhadap Saudi Arabia saat melaksanakan ibadah puasa Arafah. Padahal menurut waktu di Indonesia puasa Arafah seharusnya dilaksanakan pada tanggal 26 November yang bertepatan dengan tanggal 9 Dzulhijah. Oleh karena itu, kami menyarankan supaya masyarakat menggunakan patokan waktu Indonesia dalam puasa Arafah. Sebab mereka tinggal di indonesia,” ujarnya.

Di tempat terpisah, Ketua NU Masykuri Abdillah mengatakan, pihaknya juga bersyukur karena bisa melaksanakan Hari Raya Idul Adha pada hari yang sama. “ Dengan demikian maka ormas-ormas Islam dan pemerintah tampak bersatu. Meskipun jika perayaan Hari Raya Idul Adha yang berbeda itu juga bukanlah hal yang buruk. Sebab setiap pihak pasti memiliki prinsip masing-masing,” katanya.

Namun, ujar Masykuri, pihaknya selalu berusaha menjaga berbagai macam persamaan. Sebab semakin banyak persamaan itu semakin baik. “Namun ada beberapa hal yang perlu diwaspadai saat ini. Karena terdapat sejumlah gerakan yang mengkafirkan orang-orang yang memiliki sejumlah prinsip yang berbeda. Padahal prinsip tersebut sebenarnya tidak begitu penting,” ujarnya. dya/ahi/republika

 

Trackback(0)
Comments (0)Add Comment

Write comment

security code
Write the displayed characters


busy