Berita Popular Terkait
- Bangladesh Kenalkan Kembali Haji Lewat Laut
- Qardhawi: Kebebasan Harus Didahulukan dari Penerapan Syariat
- Italia Buka Konter Daging Halal Pertamanya
- 1000 Sopir Taksi Muslim Norwegia Mogok, Terkait Kartun Nabi
- Film New Muslim Cool Jadi Bahan Diskusi Kuliah AS
- Pameran Iptek Dunia Islam di London Dibanjiri Pengunjung
- Tim Sepak Bola Mesir, Cuekin Undangan Tanding dari Tim Israel
- Muxlim Berhasil Sabet Penghargaan Kepresidenan Finlandia
- Iran Sukses Luncurkan Roket Satelit
- Wanita Polisi yang Pakai Jilbab di Prancis Hadapi Panel Disipliner
- Gereja Prancis: Hormatilah Orang Islam Dan Jangan Larang Jilbab!
- McDonald’s Meningkat Pesat Di Timur Tengah, Ada Apa?
- Mengapa Soros Membeli Emas?
- Kabar Muslim Hong Kong: Program Laboratorium Social Entrepreneur
- Malaysia Akan Tindak Tegas Blog Penghina Islam dan Pemerintah
- Mesin Wudhu Berteknologi Tinggi Diluncurkan di Malaysia
- Pakar Asia Tengah: Rusia Menjadi Negara Islam di Tahun 2050
- Titik Terang Untuk Muslim Mindanao?
- Pengadilan Swiss Tolak Permintaan Jilbab Untuk Atlet Basket
- Hanya Masjid Yang Masih Berdiri Di Haiti
Buku Saku JIC

(No.12 Tahun 5, Oktober 2009) Selama lima ratus tahun Islam menguasai dunia dengan kekuatannya, ilmu pengetahuan dan peradabannya yang tinggi (Jacques C. Reister). Saban taun, ratusan ribu anak bangsa ini pergi haji. Mereka tidak sekedar menjalankan kewajiban untuk menggenapi kekurangan rukun Islamnya, tetapi pada hakekatnya mereka juga melakukan hijrah.Read more...
Khutbah Idul Adha 1430 H
.: Oleh : Didin Hafidhuddin :. Semangat berkorban dari Nabi Ibrahim AS, Nabi Ismail AS beserta keluarganya, demikian pula Rasulullah SAW dan para sahabatnya harus kita implementasikan dalam kehidupan kita sehari-hari.Read more...
| Acara "Pesta" Gaddafi Berbuah Hasil, 1 Wanita Italia "Tercerahkan" | | Print | |
|
Salah satu dari 200 wanita muda yang turut hadir dalam undangan "pesta" Gaddafi - yang pada acara tersebut selama 2 jam Gaddafi menceramahi mereka soal Islam pada hari Ahad lalu - pada hari Seninnya "menerima" ajakan dari pemimpin Libya tersebut, seperti dilaporkan oleh surat kabar harian Italia Corriere della Sera pada hari Rabu yang lalu.
"Islam dulu sangat menakutkan bagi saya, namun sekarang saya kagum pada Islam,"kata Alda Ribeiro (27) seorang SPG . Ribeiro, seperti gadis-gadis lain yang diundang ke acara "pesta" Gaddafi, direkrut dari sebuah perusahaan Hostessweb, sebuah lembaga di Roma yang menyediakan perempuan untuk acara-acara perusahaan. Gadis-gadis ini sama sekali tidak melakukan peran seksual dan pekerjaan mereka murni melayani tamu. "Bagi saya, Islam selalu dikaitkan dengan konsep penindasan terhadap perempuan. Pada malam-malam lain ada rasa ketakutan kami terhadap Islam bahwa nasib kami semua akan berakhir di Harem." Alda Ribeiro, berasal dari Portugal dan merupakan lulusan Universitas dan dan mampu berbicara dengan lima bahasa. Ribeiro menambahkan bahwa sejak peristiwa "pesta" di sebuah villa di Roma yang diselenggarakan Gaddafi, dirinya semakin rajin mempelajari ajaran Islam dengan membaca Al-Quran yang diberikan Gaddafi kepadanya. "Saya bertanya kepada Gaddafi apa yang dia pikir terkait peranan wanita dan dia menjawab bahwa ia selalu menjadi pendukung hak-hak perempuan. Saya tidak menduga jawabannya seperti itu. "Itu sebabnya saya memutuskan untuk menerima undangan Gaddafi. Saya akan pergi ke Libya. Saya ingin mengerti, untuk melihat dengan mata kepalaku sendiri. Lalu saya akan memutuskan untuk masuk Islam."(fq/aby/eramuslim)
Set as favorite
Bookmark
Email This
Hits: 168 Trackback(0)
Comments (0)
![]() Write comment
|
|
|
|









