Berita Popular Terkait
- Pakar Psikoterapi Atheis Terkenal India Masuk Islam
- Muslim Jerman Rubah Persepsi Barat Dengan Fashion
- Pertama Kalinya, Sekolah Dasar Inggris Bersertifikat Halal
- Amerika Menahan “Mujahidah Cyber”
- Innalillahi Wa Inna Ilaihi Rajiun, Syaikh Tantawi Telah Berpulang
- Swedia Rilis Sertifikat Halal Pertama Di Eropa
- Film Terbaru Turki Siap Bikin Gempar Israel
- Imam Jadi Komoditi Impor Baru Perdagangan Jerman - Turki
- Menteri Saudi Sarankan Pekerja Asing pelajari Islam
- Website Pengenalan Syariah Di Irlandia Tembus 270.000 Hits!
- Masyarakat Ekonomi Syariah di Inggris Gelar Pelatihan
- Gempa Mengguncang Turki
- Layanan Bis Gratis bagi Manula Muslim di AS
- Taksi Khusus Wanita Laris Manis di Kairo
- Shalat Dianggap Perilaku Mencurigakan Oleh Polisi AS, 7 Muslim Harus Ditahan
- Sabun Halal Ciptaan Pejuang Filipina Satukan Wanita Muslim
- Kursus Mualaf Pertama Dibuka Di Norwegia
- Kabar Bohong Masjid Wrexham di Facebook
- Menolak Scan 'Telanjang', Dua Wanita Muslim Gagal Terbang
- Ghazal 1, Mobil 100% Buatan Saudi Karya Mahasiswa King Saud University
Agenda Kegiatan
Buku Saku JIC

(No.12 Tahun 5, Oktober 2009) Selama lima ratus tahun Islam menguasai dunia dengan kekuatannya, ilmu pengetahuan dan peradabannya yang tinggi (Jacques C. Reister). Saban taun, ratusan ribu anak bangsa ini pergi haji. Mereka tidak sekedar menjalankan kewajiban untuk menggenapi kekurangan rukun Islamnya, tetapi pada hakekatnya mereka juga melakukan hijrah.Read more...
Khutbah Idul Adha 1430 H
.: Oleh : Didin Hafidhuddin :. Semangat berkorban dari Nabi Ibrahim AS, Nabi Ismail AS beserta keluarganya, demikian pula Rasulullah SAW dan para sahabatnya harus kita implementasikan dalam kehidupan kita sehari-hari.Read more...
| Pengadilan Swiss Tolak Permintaan Jilbab Untuk Atlet Basket | | Print | |
|
Sura Al Shawk, 19, warga negara Swiss keturunan Irak yang bermain untuk STV Luzern, meminta ijin dari asosiasi basket Swiss untuk mengenakan jilbab. ProBasket mengatakan di bulan Agustus 2009 bahwa ia tidak dapat mengenakannya karena dapat meningkatkan risiko cedera dan olahraga sejatinya harus netral secara relijius. Probasket mengatakan bahwa mereka mengikuti peraturan Federasi Basket Internasional (Fédération Internationale de Basketball Amateur - FIBA), organisasi basket dunia. Menurut peraturan FIBA, olahraga itu harus bersifat netral tanpa adanya simbol-simbol relijius yang dikenakan, termasuk jilbab atau penutup kepala apapun. “Jika basket adalah prioritas utama, maka peraturan internasional harus dihormati,” ujar Probasket seperti yang dikutip oleh harian Swiss, Neue Luzerner Zeitung. “Jika agama menjadi prioritas nomor satu, maka kau tidak boleh main basket.” Diberitakan juga bahwa STV Luzern akan langsung dinyatakan kalah dalam pertandingan jika Al-Shawk bermain di lapangan dengan mengenakan jilbab. Al-Shawk mengatakan ia terkejut dengan keputusan tersebut, namun belum mengatakan apakah ia akan bermain tanpa jilbabnya. “Saya benar-benar tidak memahami apa yang sedang terjadi di sini,” ujar Al-Shawk. “Saya tidak pernah mengira di negara seperti Swiss ini mengenakan jilbab dalam olahraga akan menimbulkan masalah.” Sura Al-Shawk sejatinya akan membuat debutnya dalam sebuah liga basket wanita regional dalam musim baru yang dimulai bulan September lalu. Namun, Asosiasi basket Swiss melarangnya mengenakan jilbab dalam pertandingan liga basket di kota Reitnau. Al Shawk dapat mengajukan banding dalam waktu 10 hari di pengadilan atas Lucerne. Sementara itu, Lina Almeena, pendiri tim basket wanita pertama di Arab Saudi, Jeddah United Sports (JUS), menyayangkan interpretasi keliru orang-orang atas hubungan agama dengan olahraga. Ia mengingatkan, dalam Islam wanita juga berolahraga, misalnya menunggang kuda, yang merupakan salah satu olahraga yang telah ada sejak zaman dulu. Ditanya mengenai kesulitan dalam berolahraga karena pakaian yang harus sesuai dengan tuntutan syariah, ia mengatakan tidak ada masalah, "kecuali terasa sedikit lebih panas." Almeena bercerita tentang Hakeem Olajuwon yang ketika itu sedang menggalang dana untuk komunitas Muslim di Albuquerque, New Mexico. Ia ditanya mengapa penampilan terbaiknya di NBA dulu adalah ketika ia berpuasa di bulan Ramadhan. Ia menjawab itu karena kekuatan puasa. "Itu sama halnya dengan pakaian kita. Kita merasa sedikit agak panas, tapi itu bukanlah faktor yang mempengaruhi permainan atau penampilan kita. Hanya sebuah keadaan yang merupakan kebiasaan bagi seseorang," katanya menjelaskan. Olajuwon adalah bintang Houston Rockets yang selalu memimpin dalam perolehan point, rebounds, steals, dan blocked shots. Dulu ia memakai kostum No. 34 dan pensiun pada tahun 2002 setelah berkarier selama 18 tahun. Selama musim turnamen NBA, Olajuwon selalu berpuasa di bulan Ramadhan. Ia bangun sebelum fajar dan makan tidak lebih dan tidak kurang 7 butir kurma dan minum air putih 1 galon. Setelah itu ia shalat mohon doa agar diberi kekuatan dan tidak makan atau minum hingga terbenam matahari. Jika ia bermain di pertandingan sore hari, ia pasti kehausan, tapi tetap ia tidak minum walau setetes. Meskipun demikian ia berkata, "Saya merasa badan saya penuh tenaga, meledak. Dan ketika saya berbuka saat matahari tenggelam, air itu rasanya sangat sangat berharga." (rin/cjad/st/sm) www.suaramedia.com
Set as favorite
Bookmark
Email This
Hits: 79 Trackback(0)
Comments (0)
![]() Write comment
|
|
|
|









