Jadwal Sholat
Subuh
Dzuhur
Ashar
Maghrib
Isya
04.42
12.08
15.07
18.11
19.16

Agenda Kegiatan

Buku Saku JIC

Haji & Hijrah Peradaban untuk Kemashlahatan Bangsa
Tuesday, 05 January 2010

(No.12 Tahun 5, Oktober 2009) Selama lima ratus tahun Islam menguasai dunia dengan kekuatannya, ilmu pengetahuan dan peradabannya yang tinggi (Jacques C. Reister). Saban taun, ratusan ribu anak bangsa ini pergi haji. Mereka tidak sekedar menjalankan kewajiban untuk menggenapi kekurangan rukun Islamnya, tetapi pada hakekatnya mereka juga melakukan hijrah.Read more...

Khutbah Idul Adha 1430 H

Kesediaan Berkurban: Titik Tolak Pembangunan Kesejahteraan Bangsa
Monday, 23 November 2009
.: Oleh : Didin Hafidhuddin :. Semangat berkorban dari Nabi Ibrahim AS, Nabi Ismail AS beserta keluarganya, demikian pula Rasulullah SAW dan para sahabatnya harus kita implementasikan dalam kehidupan kita sehari-hari.Read more...
-----------------------------------------------------------------------

Detail informasi... Klik gambar
 
Tanya Katalog/ Koleksi Perpustakaan JIC
 
  
PUSTAKAWAN 1                 PUSTAKAWAN 2
-----------------------------------------------------------------------

Click to join Komunitas-JIC
Gabung di Komunitas-JIC, untuk mengikuti setiap
perkembangan event JIC secara update
 
Share on facebook
Pengadilan Swiss Tolak Permintaan Jilbab Untuk Atlet Basket PDF  | Print |

LUCERNE, SWISS (SuaraMedia News) – Seorang pemain basket asal Swiss gagal dalam usahanya membuat pengadilan membalikkan larangan memakai jilbab ketika ia bermain di pertandingan liga. Pengadilan setempat di wilayah Lucerne mengatakan dalam sebuah putusan yang dipublikasikan pada hari Rabu bahwa larangan itu tidak melanggar hak pemain yang merupakan seorang Muslim.

 

Sura Al Shawk, 19, warga negara Swiss keturunan Irak yang bermain untuk STV Luzern, meminta ijin dari asosiasi basket Swiss untuk mengenakan jilbab.

ProBasket mengatakan di bulan Agustus 2009 bahwa ia tidak dapat mengenakannya karena dapat meningkatkan risiko cedera dan olahraga sejatinya harus netral secara relijius.

Probasket mengatakan bahwa mereka mengikuti peraturan Federasi Basket Internasional (Fédération Internationale de Basketball Amateur - FIBA), organisasi basket dunia.

Menurut peraturan FIBA, olahraga itu harus bersifat netral tanpa adanya simbol-simbol relijius yang dikenakan, termasuk jilbab atau penutup kepala apapun.

“Jika basket adalah prioritas utama, maka peraturan internasional harus dihormati,” ujar Probasket seperti yang dikutip oleh harian Swiss, Neue Luzerner Zeitung. “Jika agama menjadi prioritas nomor satu, maka kau tidak boleh main basket.”

Diberitakan juga bahwa STV Luzern akan langsung dinyatakan kalah dalam pertandingan jika Al-Shawk bermain di lapangan dengan mengenakan jilbab.

Al-Shawk mengatakan ia terkejut dengan keputusan tersebut, namun belum mengatakan apakah ia akan bermain tanpa jilbabnya.

“Saya benar-benar tidak memahami apa yang sedang terjadi di sini,” ujar Al-Shawk. “Saya tidak pernah mengira di negara seperti Swiss ini mengenakan jilbab dalam olahraga akan menimbulkan masalah.”

Sura Al-Shawk sejatinya akan membuat debutnya dalam sebuah liga basket wanita regional dalam musim baru yang dimulai bulan September lalu. Namun, Asosiasi basket Swiss melarangnya mengenakan jilbab dalam pertandingan liga basket di kota Reitnau.

Al Shawk dapat mengajukan banding dalam waktu 10 hari di pengadilan atas Lucerne.

Sementara itu, Lina Almeena, pendiri tim basket wanita pertama di Arab Saudi, Jeddah United Sports (JUS), menyayangkan interpretasi keliru orang-orang atas hubungan agama dengan olahraga. Ia mengingatkan, dalam Islam wanita juga berolahraga, misalnya menunggang kuda, yang merupakan salah satu olahraga yang telah ada sejak zaman dulu.

Ditanya mengenai kesulitan dalam berolahraga karena pakaian yang harus sesuai dengan tuntutan syariah, ia mengatakan tidak ada masalah, "kecuali terasa sedikit lebih panas."

Almeena bercerita tentang Hakeem Olajuwon yang ketika itu sedang menggalang dana untuk komunitas Muslim di Albuquerque, New Mexico. Ia ditanya mengapa penampilan terbaiknya di NBA dulu adalah ketika ia berpuasa di bulan Ramadhan. Ia menjawab itu karena kekuatan puasa.

"Itu sama halnya dengan pakaian kita. Kita merasa sedikit agak panas, tapi itu bukanlah faktor yang mempengaruhi permainan atau penampilan kita. Hanya sebuah keadaan yang merupakan kebiasaan bagi seseorang," katanya menjelaskan.

Olajuwon adalah bintang Houston Rockets yang selalu memimpin dalam perolehan point, rebounds, steals, dan blocked shots. Dulu ia memakai kostum No. 34 dan pensiun pada tahun 2002 setelah berkarier selama 18 tahun.

Selama musim turnamen NBA, Olajuwon selalu berpuasa di bulan Ramadhan. Ia bangun sebelum fajar dan makan tidak lebih dan tidak kurang 7 butir kurma dan minum air putih 1 galon. Setelah itu ia shalat mohon doa agar diberi kekuatan dan tidak makan atau minum hingga terbenam matahari.

Jika ia bermain di pertandingan sore hari, ia pasti kehausan, tapi tetap ia tidak minum walau setetes. Meskipun demikian ia berkata, "Saya merasa badan saya penuh tenaga, meledak. Dan ketika saya berbuka saat matahari tenggelam, air itu rasanya sangat sangat berharga." (rin/cjad/st/sm) www.suaramedia.com

Trackback(0)
Comments (0)Add Comment

Write comment

security code
Write the displayed characters


busy