Jadwal Sholat
Subuh
Dzuhur
Ashar
Maghrib
Isya
04.35
12.10
15.25
18.19
19.27

KUESIONER SURVEY MASJID JIC

Take our Online Survey

Buku Saku JIC

Haji & Hijrah Peradaban untuk Kemashlahatan Bangsa
Tuesday, 05 January 2010

(No.12 Tahun 5, Oktober 2009) Selama lima ratus tahun Islam menguasai dunia dengan kekuatannya, ilmu pengetahuan dan peradabannya yang tinggi (Jacques C. Reister). Saban taun, ratusan ribu anak bangsa ini pergi haji. Mereka tidak sekedar menjalankan kewajiban untuk menggenapi kekurangan rukun Islamnya, tetapi pada hakekatnya mereka juga melakukan hijrah.Read more...

Khutbah Idul Adha 1430 H

Kesediaan Berkurban: Titik Tolak Pembangunan Kesejahteraan Bangsa
Monday, 23 November 2009
.: Oleh : Didin Hafidhuddin :. Semangat berkorban dari Nabi Ibrahim AS, Nabi Ismail AS beserta keluarganya, demikian pula Rasulullah SAW dan para sahabatnya harus kita implementasikan dalam kehidupan kita sehari-hari.Read more...
-----------------------------------------------------------------------

Detail informasi... Klik gambar
 
Tanya Katalog/ Koleksi Perpustakaan JIC
 
  
PUSTAKAWAN 1                 PUSTAKAWAN 2
-----------------------------------------------------------------------

Click to join Komunitas-JIC
Gabung di Komunitas-JIC, untuk mengikuti setiap
perkembangan event JIC secara update
 
Share on facebook
Mengaku Rasul, Sakti Iming-imingi SBY Ikuti Ajaran PDF  | Print |

JAKARTA (SuaraMedia News) - Saksi A Sihite mengaku mendapatkan wahyu kerasulan. Sakti menilai ada sedikit kekeliruan pengertian di masyarakat terkait Nabi Muhammad sebagai nabi penutup.

MUI akan menerjunkan tim untuk menginvestigasi aktivitas Sakti Alexander Sihite. (SuaraMedia News)

 

"Saya mengimani Nabi Muhammad. Beliau itu penutup nabi-nabi. Ini bisa dibilang ada salah pengertian di masyarakat," kata Sakti A Sihite dalam perbincangan.

Menurut Sakti, seakan-akan dengan tertutupnya masa kenabian maka kerasulan juga sudah tertutup. Meski mendeklarasikan diri sebagai rasul, Sakti tidak membawa ajaran baru.

"Rasul adalah nabi itu yang keliru. Rasul itu belum tentu nabi," ujar pria yang mengumukan kerasulannya lewat facebook ini. Menurut Sakti, dirinya hanya membenarkan apa yang sudah tertulis di dalam Al Qur'an.

Jadi, lanjut dia, semua yang disampaikan dirinya itu tetap berdasarkan pada Al Qur'an. Meski demikian, Sakti mengaku mendapat pertentangan dari berbagai pihak, termasuk keluarga.

"Itu tidak masalah. Bagi saya, kewajiban saya adalah menyampaikan. Masalah percaya atau tidak itu hak orang," ujar mahasiswa Fakultas Hukum spesialis Tata Negara di Universitas Indonesia ini.

Sementara itu, Sakti A Sihite mengaku sebagai rasul tapi bukan nabi. Pria yang memeluk agama Islam itu mengumumkan kerasulannya melalui situs jejaring sosial Facebook.

Kontan aksi tersebut mengundang kecaman dari sejumlah kalangan termasuk Majelis Ulama Indonesia (MUI). "Harus diteliti, dan bisa dibawa ke pengadilan," kata Ketua MUI, Ma'ruf Amin, saat berbincang.

Meski mengaku tak membawa ajaran baru yang menyimpang ajaran Al Qur'an, Sakti Sihite dianggap meresahkan. Sebab, Sakti menyatakan ada kekeliruan pengertian di masyarakat tentang Nabi Muhammad sebagai penutup kenabian. "Rasul adalah nabi itu yang keliru. Rasul itu belum tentu nabi," ujar pria kelahiran 1977 itu.

Alumnus Fakultas Hukum Universitas Indonesia itu mengaku mendapat 'wahyu' kerasulan pada 2007. Ia mengaku mendapat induksi energi yang mengantarkan pesan bahwa dirinya telah dipilih Tuhan untuk menyampaikan ajaran ketauhidan yang sejati.

Atas kondisi itu, MUI akan menerjunkan tim untuk menginvestigasi aktivitas Sakti Sihite. "Kami akan meminta pihak berwajib untuk menghentikan kegiatannya, kalau mengaku rasul," ujarnya.

Sementara itu, Sakti Alexander Sihite, nama lengkap pria yang bermukim di Tanjung Priok, Jakarta Utara, mengaku dirinya sebagai rasul. 'Deklarasi' Sakti ditentang Majelis Ulama Indonesia (MUI). Sakti ternyata sudah menulis surat terbuka untuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Sakti mengaku memiliki blog dengan subjudul, "Manusia biasa yang dijadikan Tuhan sebagai utusan-Nya." Blog yang dibuat Sakti itu didominasi nuansa warna hijau.

Di blog Sakti ada beberapa menu tulisan, seperti Pertanyaan Seputar Kerasulan yang diposting pada 28 Maret 2009. Adapula Surat Terbuka untk Presiden SBY yang ditulis pada 2 Januari 2009.(vvn) www.suaramedia.com

Dalam surat terbuka itu, Sakti memintan Presiden SBY menjadi orang pertama yang mempercayai kerasulan dirinya. Berikut isi Surat Terbuka untuk Presiden SBY:

Dengan nama Tuhan, Yang Pemurah, Yang Pengasih

Kepada:
Yth Presiden Republik Indonesia
Bapak Susilo Bambang Yudhoyono.

Salamun ‘alaika,

Saya menulis surat terbuka ini mengimbau Bapak presiden supaya berwaspada (taqwa) kepada Tuhan, dan mentaati utusan-Nya.

Bapak presiden yang saya hormati, selaku pemimpin negeri sudah seyogianya Bapak mengarahkan rakyat untuk berwaspada (taqwa) kepada Tuhan. Tuhan telah berjanji akan memberkahi negeri yang penduduknya berwaspada, dan sungguh, Dia tidak akan menyalahi janji.

Tidaklah mungkin bangsa ini dianggap berwaspada (taqwa) kepada Tuhan, sedangkan orang-orangnya bergelimang dalam kesesatan. Mereka telah menjadikan para imam dan ulama mereka sebagai sekutu bagi Tuhan. Para imam dan ulama itu telah membawa umat kepada gelapnya kebodohan melalui ajaran yang mereka ada-adakan.

Bapak presiden yang saya hormati, jadilah orang yang pertama mempercaya kerasulan saya, dan pimpinlah rakyat untuk menerima cahaya Tuhan yang dibawa oleh utusan-Nya. Mudah-mudahan Tuhan akan membukakan keberkahan dari langit dan bumi untuk negeri kita ini.

Banyak sudah kaum-kaum yang telah dibinasakan Tuhan karena mendustakan peringatan utusan-Nya, janganlah kiranya hal yang sama menimpa bangsa kita.

Jakarta, 2 Januari 2009 / 5 Muharam 1430

Utusan Tuhan,
Sakti Alexander Sihite

 

Trackback(0)
Comments (0)Add Comment

Write comment

security code
Write the displayed characters


busy