Berita Popular Terkait
- MUI Dukung Fatwa yang Haramkan Rokok
- NU Luncurkan Produk NUMO
- Training ESQ Ustadz dan Ustadzah Ke-3
- Akhirnya Muhammadiyah Haramkan Rokok
- Pakar Fikih: Pelarangan Nikah Siri Akan Mengundang Pelacuran
- MUI DKI JAKARTA: WAJAH LAMA, SEMANGAT BARU
- PBNU Tolak Campur Tangan Amerika dalam Sidang UU Penodaan Agama
- Gubernur DKI Akan Undang Gubernur Mekah ke Jakarta
- Menjelang Seabad, NU Harus Mapan
- Jujur Kunci Keluasan Rezeki
- Pornografi Tak Selesai Hanya Dengan UU
- BRI Syariah Luncurkan Dana Talangan Haji
- Menag Jelaskan Penistaan Agama dan Nikah Siri
- Sidang "Prince of Jihad" Digelar Selasa
- Psikolog: Orangtua Abai, Anak Terjebak pada Teknologi Informasi
- Lutfi as-Syaukani Menolak Islam dan Nabi Muhammad
- Ormas - Pemerintah Beda Pendapat Soal Maulid Nabi
- Ma'ruf Amin: NU Jangan Buka Peluang Masuknya Islib
- Hindari Zina, Ormas Islam Diskusikan Nikah Siri
- Lagi, Banjir Kiriman Rendam Sebagian Jakarta
Agenda Kegiatan
Buku Saku JIC

(No.12 Tahun 5, Oktober 2009) Selama lima ratus tahun Islam menguasai dunia dengan kekuatannya, ilmu pengetahuan dan peradabannya yang tinggi (Jacques C. Reister). Saban taun, ratusan ribu anak bangsa ini pergi haji. Mereka tidak sekedar menjalankan kewajiban untuk menggenapi kekurangan rukun Islamnya, tetapi pada hakekatnya mereka juga melakukan hijrah.Read more...
Khutbah Idul Adha 1430 H
.: Oleh : Didin Hafidhuddin :. Semangat berkorban dari Nabi Ibrahim AS, Nabi Ismail AS beserta keluarganya, demikian pula Rasulullah SAW dan para sahabatnya harus kita implementasikan dalam kehidupan kita sehari-hari.Read more...
| Perlu Upaya Serius dan Terencana untuk Kemajuan Umat | | Print | |
|
''Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah membangun keyakinan pada umat agar memiliki rasa percaya diri yang kuat. Kemajuan tidaklah terikat pada budaya ataupun warna kulit, namun kemampuan dan daya juang yang tinggi dari masing-masing,'' tandas kiai Ridwan. Selain itu menurut kiai Ridwan, perlu adanya penyadaran pada umat bahwa potensi kejayaan ada pada umat. ''Pertama, karena populasi umat Islam yang besar di negara ini dan keyakinan pada Islam. Ajaran Islam sendiri membuka peluang pada umat untuk membangun titik temu yang banyak,'' katanya. Dikatakan kiai Ridwan, umat juga harus menyadari kejayaan Islam di masa-masa lalu. Menurutnya, kejayaan itu tentunya dapat terulang kembali dengan upaya bersama dari umat itu sendiri. ''Pada masa lalu, umat sangat maju dalam dunia pendidikan, stabilitas sosial serta upaya-upaya peningkatan ekonomi. Inilah kunci untuk lahirnya sebuah peradaban baru yang lebih maju dan lebih baik,'' jelasnya. Diakui kiai Ridwan bahwa umat di Indonesia masih diliputi oleh rasa saling curiga satu sama lain. ''Ini justru yang menghambat dan memperlambat kemajuan umat itu sendiri. Ini harus dikikis dan kita harapkan umat di masa depan tidak menutup diri. Tidak isolasionis, namun mampu beradaptasi pada perubahan yang tak terelakkan,'' ungkap kiai Ridwan.
Set as favorite
Bookmark
Email This
Hits: 84 Trackback(0)
Comments (1)
![]() written by Erna, January 19, 2010
Believe, Kejayaaan Islam itu Pernah ada dan akan kembali ada di masa mendatang. Peninggalan sejarah masa lalu memberikan bukti; bangunan bernilai arsitektur tinggi yang masih berdiri hingga saat ini (Istana Alhambra di Spanyol, Masjid Imam di Grand Bazaar Esfahan, Iran, Benteng Salahudin di Mesir, dll), penemuan sabun di dunia Islam pada abad ke-7, teknologi pengolahan aspal di era kekhalifahan, kitab al-tasrif -buku rujukan para dokter-, al-qalasadi kisah sang pencetus simbol aljabar, banu musa bersaudara perancang air mancur, pengembangan tradisi ilmu melalui kertas dan rintisan teknologi militer. Kewajiban kita sebagai ummat Islam adalah menguasai Ilmu Pengetahuan dan Teknologi sebagai Kunci membuka pintu gerbang Peradaban yang membawa rahmat bagi seluruh alam.----www.dinarprabu.blogspot.com
Write comment
|
|
|
|








