Jadwal Sholat
Subuh
Dzuhur
Ashar
Maghrib
Isya
04.42
12.08
15.07
18.11
19.16

Agenda Kegiatan

Buku Saku JIC

Haji & Hijrah Peradaban untuk Kemashlahatan Bangsa
Tuesday, 05 January 2010

(No.12 Tahun 5, Oktober 2009) Selama lima ratus tahun Islam menguasai dunia dengan kekuatannya, ilmu pengetahuan dan peradabannya yang tinggi (Jacques C. Reister). Saban taun, ratusan ribu anak bangsa ini pergi haji. Mereka tidak sekedar menjalankan kewajiban untuk menggenapi kekurangan rukun Islamnya, tetapi pada hakekatnya mereka juga melakukan hijrah.Read more...

Khutbah Idul Adha 1430 H

Kesediaan Berkurban: Titik Tolak Pembangunan Kesejahteraan Bangsa
Monday, 23 November 2009
.: Oleh : Didin Hafidhuddin :. Semangat berkorban dari Nabi Ibrahim AS, Nabi Ismail AS beserta keluarganya, demikian pula Rasulullah SAW dan para sahabatnya harus kita implementasikan dalam kehidupan kita sehari-hari.Read more...
-----------------------------------------------------------------------

Detail informasi... Klik gambar
 
Tanya Katalog/ Koleksi Perpustakaan JIC
 
  
PUSTAKAWAN 1                 PUSTAKAWAN 2
-----------------------------------------------------------------------

Click to join Komunitas-JIC
Gabung di Komunitas-JIC, untuk mengikuti setiap
perkembangan event JIC secara update
 
Share on facebook
Potret Buruk Anarkisme Supporter Bola PDF  | Print |

Laga Persitara versus Persik Kediri yang digelar di Stadion Gelanggang Soemantri Brodjonegoro Ahad (31/1/10) lalu berakhir 1-0 dengan kemenangan Persitara. Namun, gaung laga yang sejatinya tidak berpengaruh pada posisi klasemen di Indonesia Super League (ISL) putaran pertama, ternyata memberikan kenyataan lain: aksi supporter yang anarkis. Berikut ini adalah serangkaian foto yang direkam kamera reporter eramuslim.com di Jalan Rasuna Said sekitar pukul 15.00 WIB menjelang laga Persitara vs Persik yang menambah sejarah buruk supporter sepakbola Indonesia.

 

Terlihat para supporter Persitara Jakarta Utara alias Si Pitung ini sedang melempari para pejalan kaki yang mengejek mereka. Dari penyisiran polisi, ternyata di dalam tas dan bus yang mereka tumpangi terdapat batu-batu yang sudah mereka siapkan.

Para supporter Persitara makin beringas, tidak hanya sisi kanan jalan yang diterjang, tapi pejalan kaki yang berada di sebelah kiri jalan pun mereka sambangi. Dua orang pingsan dalam kejadian ini.

Ratusan massa supporter Persitara Jakarta Utara diangkut oleh belasan bus. Mereka tak hanya menyesaki seisi bus, tapi juga berdiri di atap bus sambil menyanyikan yel-yel dengan kata-kata kasar. Sungguh miris.

Meski dikawal oleh mobil polisi (di depan dan belakang konvoi bus), para supporter ini tetap berulah. Lihat saja, para pengendara pun tak berani lewat mendahului mereka sehingga jalanan terlihat 'dikuasai' supporter.

Sesungguhnya, para supporter yang sebagian besar terdiri dari remaja tersebut adalah bagian dari kehidupan kita. Sama posisinya seperti anak kita, kakak, adik, saudara, teman kita yang patut diberi peringatan jika ia melakukan tindakan anarkis atau menyakiti orang lain dan diri sendiri. Sampai kapan mereka akan bersikap seperti itu? Harus ada tindakan tegas dari asosiasi sepakbola Indonesia dan juga aparat keamanan serta masyarakat yang peduli akan masa depan mereka. (ind)

Trackback(0)
Comments (0)Add Comment

Write comment

security code
Write the displayed characters


busy