BERKENALAN DENGAN REKSADANA SYARIAH, SALAH SATU PRODUK INVESTASI YANG MUDAH DAN HALAL

JIC – Mempersiapkan masa depan merupakan suatu hal yang wajib dilakukan. Ada baiknya jika menyisihan dari sebagian pendapatan untuk disimpan untuk masa depan. Terdapat banyak cara yang dapat dilakukan untuk mempersiapkan masa depan misalnya dengan mengikuti tabungan berencana, asuransi jiwa atau asuransi kesehatan, dan dengan investasi.

Investasi dapat menjadi salah satu pilihan untuk mempersiapkan masa depan. Terdapat banyak produk – produk investasi yang dapat dipilih untuk ber-investasi, diantaranya adalah emas, saham, property dan reksadana.

Reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana masyarakat yang selanjutnya akan diinvestasikan dalam bentuk portofolio yang akan dikelola oleh manajer investasi. Oleh manajer investasi secara berkala akan diberikan laporan terkait pengelolaan dana atas rekening nasabah reksadananya. Untuk itulah reksadana merupakan salah satu produk investasi yang paling mudah dilakukan bagi seorang investor pemula.

Keuntungan lain dari reksadana adalah dapat dimiliki hanya dengan nominal IDR 100.000,- dan para investor pemula tidak perlu khawatir, dikarenakan reksadananya akan dikelola oleh manajer investasi. Keuntungan selanjutnya dari investasi reksadana adalah resiko kerugian investasi yang dihasilkan lebih kecil dibandingkan dengan investasi saham.

Terdapat dua jenis reksa dana yaitu Reksadana syariah dan Reksadana konvensiaonal. Dilansir dari laman Cermati di Indonesia Reksadana syariah dikeluarkan langsung oleh Otoritas Jasa Keuangan dan tercantum dalam Daftar Efek Syariah. Bagi para investor pemula tidak perlu khawatir dengan status ke-halalannya karena Reksadana syariah telah diverifikasi dan dalam pelaksanaannya diawasi langsung oleh Dewan Pengawas Syariah.

Pada proses pelaksanaan dan pengelolaan dana investasi reksadana syariah terdapat suatu proses yang dinamakan proses cleansing. Dilansir dari Cermati, yang dinamakan proses cleansing adalah proses dimana dana investasi tidak langsung diberikan kepada pemilik modal, akan tetapi diarahkan terlebih dahulu pada kegiatan amal. Tujuan dari proses cleansing ini adalah untuk meminimalisir hal-hal yang berpotensi untuk meragukan status kehalal-an investasi Reksadana syariah.

Bagi para Investor pemula untuk dapat memulai investasi pada Reksadana syariah yaitu, dengan membuka RDN, yaitu Rekening dana Nasabah pada Agen penyedia Reksadana atau pada Bank Syariah yang menyediakan Reksadana syariah. Saat ini sudah ada bank-bank syariah yang juga menjual reksadana syariah. Selanjutnya Reksadana dapat dibeli secara online ataupun dengan datang langsung ke Agen Penjual Reksadana atau bank syariah penyedia reksadana.

Jangka waktu investasi reksadana syariah tergantung dengan jenis reksadana yang dipilih. Jika ingin jangka waktu yang relatif lebih singkat yaitu 1 tahun, maka dapat dipilih untuk investasi pada reksadana pasar uang. Reksadana pasar uang adalah investasi reksadana yang dilakukan pada deposito dan surat berharga negara.

Namun, jika ingin jangka waktu yang menengah yaitu sekitar 3 sampai 5 tahun maka dapat dipilih jenis reksadana pendapatan tetap, yaitu reksadana yang penempatan investasinya pada obligasi. Selain itu terdapat pilihan lain yaitu reksadana campuran, yang terdiri dari reksadana pasar uang dan reksadana pendapatan tetap.

Sebelum berinvestasi reksadana, ada baiknya bagi calon investor pemula untuk mempelajari lebih dalam sembari berkonsultasi dengan manajer investasi pada agen penjual reksadana atau bank syariah penyedia reksadana. Selain itu hal yang harus diingat adalah setiap investasi pasti memiliki potensi kerugian, meskipun jumlahnya minim. Selamat belajar berinvestasi.

Sumber : muslimahdaily.com

Write a Reply or Comment

9 + one =