BERKHUTBAH KESUCIAN PEREMPUAN ARAB SAUDI BERISIKO TERNODAI JIKA BEKERJA DI TOKO, SEORANG ULAMA DIPERIKSA

Kota Jeddah. Khutbah yang dipermasalahkan dilaporkan disampaikan di suatu tempat tanpa disebutkan namanya.

JIC, ARAB SAUDI— Pihak berwenang Arab Saudi memeriksa seorang ulama yang mengatakan bahwa perempuan sebaiknya tidak bekerja di toko untuk menjaga “kesuciannya dan kehormatannya”.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh sang ulama yang menjadi khatib di sebuah lokasi di Jeddah dalam khutbah Idul Adha pada Minggu (11/08). Isu khutbah tertera dalam rekaman audio yang kemudian menyebar di media sosial.

Sontak pernyataan itu langsung dikritik oleh menteri agama negara itu dan juga oleh para pengguna sosial media.

“Apa yang terjadi dalam khutbah Idul Adha di Jeddah bertentangan dengan peraturan dan instruksi,” kata Menteri Urusan Agama Abdullatif al-Sheikh, sebagaimana dikutip harian setempat Okaz pada 11 Agustus.

“Apa yang dikatakannya tidak mencerminkan sikap kementerian, dan tidak pula mewakili pandangan para ulama di kerajaan ini. Dan itu tidak dapat diterima,” imbuhnya.

 

Selama beberapa tahun terakhir, perempuan Arab Saudi diberi lebih banyak kesempatan bekerja dan mereka juga bekerja sebagai pelayan toko yang sebelumnya dilarang.

“Elite agama yang berpengaruh, sebelumnya terang-terangan sempat menolak perubahan itu, tetapi sekarang mereka menyambutnya dan menyebut langkah tersebut penting dilakukan serta sesuai dengan ajaran agama,” jelas wartawan BBC urusan dunia Arab, Sebastian Usher.

Perubahan di bawah putra mahkota

Mereka diperintahkan oleh pihak berwenang untuk memegang pandangan seperti itu. Tetapi secara diam-diam, sebagian ulama tetap tidak setuju, bahkan ada yang terang-terangan menentangnya, lanjut Usher.

Mohammed bin SalmanHak atas fotoREUTERS
Image captionPutra Mahkota Mohammed bin Salman memelopori berbagai perubahan di Kerajaan Arab Saudi.

Dan rekaman audio dari khutbah Idhul di Jeddah menunjukkan ketidaksetujuan seorang ulama.

Peristiwa ini terjadi beberapa hari setelah pemerintah Arab Saudi memutuskan bahwa perempuan di atas usia 21 tahun boleh bepergian tanpa mahram, sama dengan laki-laki.

Di bawah komando Putra Mahkota Mohammed bin Salman, Arab Saudi menempuh banyak perubahan guna memberdayakan perempuan, termasuk pencabutan larangan mengemudi, namun banyak aktivis hak-hak perempuan di Arab Saudi tetap dipenjara tanpa diketahui nasib mereka.

 

sumber : bbcindonesia.com

Jakarta Islamic Centre

Read Previous

PROTES HONG KONG: UNJUK RASA SELESAI, BANDARA HONG KONG KEMBALI BEROPERASI

Read Next

KUOTA HAJI: RATUSAN TAK TERPAKAI DI TENGAH ANTREAN CALON JEMAAH YANG HARUS MENUNGGU HINGGA PULUHAN TAHUN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

16 − six =