BERSIAP MENUJU KONGRES ISLAMIC CENTRE INDONESIA, JIC TEKADKAN BANGUN PERADABAN BANGSA

JIC – Islamic Centre adalah masjid yang bermetamorfosis, yang meng-up grade dirinya sehingga dapat melaksanakan totalitas fungsi-fungsi masjid sebagaimana Masjid Nabawi di zaman Rasulullah SAW. Gerakan yang dilakukan bersifat kultural yang membangun kejamaahan, pendidikan dan ekonomi umat sebagaimana tiga gerakan utama yang dilakukan Rasulullah SAW di Masjid Nabawi.

Istilah islamic centre memang pada awalnya berkembang di negara-negara Barat sebagai sebuah tempat berkumpul, berekspresi sekaligus beribadah bagi kaum muslimin yang minoritas. Selanjutnya, islamic centre diadopsi dan diinisiasi kembali oleh Jakarta Islamic Centre dengan konsep baru yaitu sebagai pusat pengkajian dan pengembangan Islam serta sebagai pusat berbagai aktivitas keumatan. Visinya sebagai pusat peradaban Islam.

Menjadikan Islamic Centre (masjid) sebagai pusat perubahan atau pusat peradaban sesungguhnya mengembalikan ‘mutiara yang hilang’. Hal ini dikarenakan masjid pernah menjadi simbol kejayaan umat Islam di Indonesia terbukti dari harmonisasi kraton, alun-alun, pasar dan masjid.

Hanya saja implementasi proyek besar tersebut tidak bisa dilakukan sendirian, harus ada sinergi antar Islamic Centre. Tentunya akan menjadi sebuah kekuatan umat yang luar biasa jika Islamic Centre-Islamic Centre tersebut bekerjasama dalam program-program besar membangun aqidah, ibadah, syariah, pendidikan, sosial dan ekonomi ummat.

Pada tahun 2007, telah terbentuk Forum Islamic Centre Indonesia yang berupaya menghimpun dan mensosialisasikan eksistensi Islamic Centre di Indonesia. Dan, Jakarta Islamic Centre sebagai inisiator forum diamanahkan menjadi rujukan dan pusat studi pengembangan Islamic Centre di Indonesia. Dan sejak saat itu, terus tumbuh dan berkembang Islamic Centre di Provinsi, Kota/ Kabutapen di seluruh Indonesia.

Perkembangan Islamic Centre di Indonesia tidak bisa dipungkiri merupakan salah satu indikator kebangkitan Islam Indonesia. Meskipun lembaga ini awalnya dibangun atas dasar prestise pejabat daerah namun mempunyai visi dan misi yang sama untuk pembangunan bangsa.

Hingga saat ini sudah hadir lebih dari 150 Islamic Centre baik di tingkat Provinsi maupun di Kota/Kabupaten di seluruh Indonesia. Dan ini adalah modal sosial yang sangat penting bagi perwujudan kemakmuran bangsa.

Dalam kerangka memperkaya strategi pengembangan fungsi serta memperkuat kerja-kerja peradaban berbasis Islamic Centre untuk menjawab tantangan nasional dan global, maka dirasa perlu dilakukan silaturrahmi pengelola Islamic Centre Indonesia dalam sebuah wadah KONGRES ISLAMIC CENTRE INDONESIA.

Kegiatan ini dilakukan dalam rangka memberikan wawasan tentang tata kelola Islamic Centre Indonesia sebagai pusat peradaban Islam sehingga menjadi wadah untuk silaturahim, kemakmuran dan solidaritas dunia Islam. Dengan tema Dari Islamic Centre Membangun Peradaban Bangsa” dan tagline “ENERGY OF UMMAH” diselenggarakan pada tanggal 7-9 Desember 2018 mendatang di kawasan Jakarta Islamic Centre diharapkan mendorong lahirnya sebuah kebijakan politik pemerintah untuk dapat memberikan pembiayaan secara tetap kepada Islamic Centre/Masjid di seluruh Indonesia dalam rangka optimasi kemakmuran Islamic Centre dan umat.

Kongres ini akan menghadirkan pengelola Islamic Centre di seluruh Indonesia dan beberapa Birokrat Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota dan Provinsi di Indonesia, dengan narasumber Menteri Agama RI, Menteri Dalam Negeri RI, Menteri Keuangan RI, Komisi VIII DPR RI Bidang Agama & Sosial, Ketua DMI Pusat, Gubernur Prov. DKI Jakarta, Kepala Biro Dikmental Prov. DKI Jakarta, Kepala Biro Kesra Prov. Jawa Barat, Kepala Biro Kesra Prov. Kalimantan Timur, Kepala BPKD Prov. NTB, serta praktisi Digital Marketing.  (ZS)

Write a Reply or Comment

9 − three =