BUKU KHUTBAH IDUL FITRI 1436 H/2015 M

 UKHUWAH ISLAMIYAH

 Oleh : Drs. KH. Anshori Ya’kub, MA

بسم الله الرحمن  الرحيم

الله اكبر 9× لااله الا الله والله اكبر , الله اكبر ولله الحمد

الحمد لله الذي سهل لعباده طرق العبادة ويسر ، وتابع لهم مواسم الخيرات لتزدان أوقاتهم بالطاعة وتعمر، وأشهد أن لااله الا الله وحده لاشريك له الأحد الصمد المنفرد بالخلق والتدبير وكل شيئ عنده بأجل مقدر، وأشهد أن محمدا عبده ورسوله أنصح من دعا الى الله وبشر وأنذر، وافضل من تعبد لله وصلى وزكى واعتمر، صلى الله عليه وعلى آله واصحابه  ومن تبعهم بإحسان ما بدا الصباح وانور، وسلم تسليما. اما بعد، فياايها الناس!  اوصيكم ونفسى بتقوى الله فقد فاز المتقون، قال الله تعالى فى محكم التنزيل : يا ايها الذين آمنوا اتقوا الله حقّ تقاته ولا تموتنّ إلا وانتم مسلمون. 

Ma’asyiral Muslimin wal Muslimat Jamaah Shalat Idul Fitri Rahimakumullah !.

Hari ini hari Raya Idul Fitri 1435 H, Allah menjadikan hari ini sebagai tirai mahkota yang agung bagi bulan suci Ramadhan. Allah memberikan hadiah dua kegembiraan kepada umat Islam yang telah berpuasa dan beribadah dalam bulan suci Ramadhan. Dua hadiah itu:

  1. Kaum muslimin telah dihalalkan berbuka makan dan minum pada siang hari ini setelah diharamkan selama sebulan penuh dalam bulan suci Ramadhan.
  1. Kaum muslimin mendapatkan hadiah hari raya yang memiliki kegembiraan tersendiri. Rasulullah SAW bersabda :

 ” للصائم فرحتان فرحة عند إفطاره وفرحة عند لقاء ربه”  

“Bagi orang yang berpuasa mendapat dua kegembiraan, yaitu bergembira ketika berbuka yakni pada hari raya ini dan yang kedua, bergembira ketika bertemu dengan Tuhannya nanti di hari kiamat” (HR. Ibn Khuzaymah)

Di dalam Al-Quran Allah juga perintahkan bergembira bersukaria terhadap rahmat dan karunia yang telah diberikan-Nya sebagaimana dalam Al Quran surat Yunus ayat 58 :

قُلْ بِفَضْلِ اللهِ وَبِرَحْمَتِهِ فَبِذَلِكَ فَلْيَفْرَحُوا هُوَ خَيْرٌ مِّمَّا يَجْمَعُونَ

“Katakanlah, “Dengan karunia Allah (Islam) dan rahmat-Nya (Al-Qur’an), maka dengan demikian hendaklah mereka bergembira. Karunia Allah dan rahmat-Nya itu lebih baik daripada (harta benda) yang mereka kumpulkan”. (QS. Yunus [10]: 58)

Tetapi kegembiraan yang kita lakukan dalam batas yang wajar tidak berlebihan dan tidak melanggar agama. Kegembiraan kita sebagai syukur kita tehadap karunia yang besar bulan Ramadhan dengan mengumandangkan takbir, mengeluarkan zakat fithrah dan melaksanakan shalat Idul Fitri. Islam dan rahmat Al-Qur’an inilah yang memerintahkan kita untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri ini dengan gembira yang tak dapat dijualbelikan dengan harta benda. Suara tahmid dan takbir yang dikumandangkan umat Islam di seluruh dunia adalah salah satu kebanggaan syi’arul Islam yang diperintahkan Allah SWT.

 .ليز داد المؤمنون فرحا ويزداد اعداء الاسلام غما

“Agar orang-orang mukmin bertambah gembira dan musuh-musuh Islam bertambah sedih”. (Majalah Al-Islamiyyah 1407 Nomor 266 h.56)

Kabar gembira juga disampaikan Rasulullah SAW dalam sabdanya :

عن سعد بن اوس الانصاري عن أبيه رض الله عنه قال : قال رسول الله ص.م : اذا كان يوم عيد الفطر وقفت الملآئكة على أبواب الطرق فنادوا : اغدوا يا معشر المسلمين الى ربّ كريم يمنّ بالخيرثم يثيب عليه الجزيل, لقد امرتم بقيام الليل فقمتم, وامرتم بصيام النهار فصمتم واطعتم ربكم, فاقبضوا جوائزكم, فاذا صلوا نادى مناد: الا انّ ربكم قد غفر لكم فارجعوا راشدين الي رحالكم فهو يوم الجائزة.

 “Apabila datang Hari Raya Idul Fitri malaikat-malaikat berdiri di segala pintu jalan kemuidan memanggil : Wahai kaum muslimin! Datanglah pagi-pagi menghadap kepada Tuhan yang Mulia yang telah mencurahkan karunia-Nya dengan kebaikan kemudian membalas dengan pahala yang besar. Kalian telah diperintahkan shalat malam dan kalian telah melak-sanakannya. Kalian telah diperintah berpuasa pada siang harinya dan kalian telah melaksanakannya bahkan taat kepada Tuhan-Mu. Maka terimalah hadiahmu. Maka apabila mereka telah melaksanakan shalat dipanggillah mereka : Ingatlah! Sesungguhnya Tuhanmu telah mengampunimu, maka pulanglah kamu dengan selamat dan hari hadiah”. (HR al-Thabarani(

Begitu di antara indahnya Hari Raya Idul Fitri umat Islam menyambutnya dengan bergembira dan makhluk-makhluk lain pun ikut bergembira.

MAKNA UKHUWAH ISLAMIYAH

Ma’asyiral Muslimin wal Muslimat Jamaah Shalat Idul Fitri Rahimakumullah!.

Di samping bergembira umat Islam pada hari ini juga sedih, karena sebagian umat Islam di belahan dunia teraniaya oleh musuh-musuh Islam seperi saudara kita Palestina yang dibombardir tentara zionis Yahudi, sebagian umat Islam dipicu permusuhan dengan sesama saudara di berbagai negara, dan lain-lain. Saudara kita di Palestina yang tinggal di negerinya sendiri diusir-usir, dibunuh dibantai oleh tentara Zionis Yahudi

Saudara, di antara hikmah Hari Raya Idul Fitri adalah mempertahankan dan menegakkan ukhuwah Islamiyah ini di tengah-tengah umat. Ukhuwah dari kata (أخ) berarti saudara, kemudian diikutkan wazan (فعولة) berarti menjadi saudara atau teman akrab atau persaudaraan (Al-Munjid: 5). Umat Islam bersaudara atau menjadi saudara maknanya hubungan antara satu dengan lainnya bagaikan hubungan dengan kakak kandung atau adik kandung, saling menghormati, saling mencintai dan saling menyayangi. Jadi Ukhuwah Islamiyyah adalah persaudaraan sesama umat Islam yang didorong oleh keimanan kepada Allah SWT.

Allah SWT berfirman dalam Al Quran surat Al-Hujurat ayat 10:

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

Sesungguhnya orang-orang mukmin itu adalah bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertaqwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat. (QS. Al Hujurat [49]: 10)

Rasulullah SAW bersabda:

الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ لاَ يَظْلِمُهُ ، وَلاَ يُسْلِمُهُ        

Muslim adalah saudara muslim tidak boleh menganiaya dan tidak boleh membiarkannya (HR. Bukhari Muslim)          

Ukhuwah Islamiyah memiliki kedudukan amat penting dalam Islam baik di dunia maupun di akhirat. Ia memiliki kedudukan lebih tinggi dibandingkan dengan ukhuwah yang lain seperti ukhuwah nasabiyah (persaudaraan dalam keturunan), ukhuwah wathaniyah (persaudaraan sebangsa), ukhuwwah jinsiyyah (persaudaraan dengan sesama manusia).

1. Kedudukan Ukhuwwah di akhirat, sebagaimana firman Allah SWT dalam QS. Al-Zukhruf ayat 67.

 الْأَخِلَّاءُ يَوْمَئِذٍ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ إِلَّا الْمُتَّقِينَ

Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertaqwa. (QS. Al Zukhruf [43]: 67)

Persaudaraan dengan berbagai ragamnya di atas, nantinya di akhirat akan menjadi musuh satu dengan yang lain kecuali persaudaraan dalam Islam yaitu orang-orang yang taqwa kepada Allah SWT.

2. Ukhuwah Islamiyah di dunia sangat penting artinya dalam komunitas Islam karena kekuatan dan kehancuran ummat terletak pada ukhuwah ini.

Umat Islam awal yang dipimpin Rasulullah SAW mempunyai kekuatan yanag luar biasa di Madinah, karena terbinanya ukhuwah Islamiyah antara umat Islam sahabat Anshar dan sahabat Muhajirin. Dalam membina ukhuwah ini, Rasulullah SAW ketika berhijrah ke Madinah yang dilakukan terlebih dahulu adalah membangun Masjid Nabawi sebelum membangun rumah pribadinya dan memusatkan segala aktivitas umat Islam di masjid. Karena masjid ini mempunyai peranan penting dalam menyatukan umat Islam dan mempertalikan hati mereka, tanpa membeda-bedakan bangsa, suku, ras dan sebagainya. [A. Syalabi ; 83 ].

Umat Islam sekarang kalau ingin maju lahir bathin hendaknya memusatkan kembali segala aktivitas umat ke dalam masjid baik aktivitas ibadah maupun aktivitas keagamaan. Alham-dulillah selama Ramadhan masjid-masjid dipenuhi umat Islam baik aktivitas ibadah shaat berjamaan, shalat terawih, pengajian-pengajian, zakat, infak, shadakah dan lain-lain. Alangkah indahnya kalau kegiatan ini yang merupakan nilai-nilai Ramadhan tetap kita pertahankan sepanjang bulan.

BEBERAPA PRINSIP DALAM UKHUWAH ISLAMIYAH

Ma’asyiral Muslimin wal Muslimat Jamaah Shalat Idul Fitri Rahimakumullah !.

Ukhuwah Islamiyah tidak hanya diucapkan di bibir saja ,akan tetapi hendaknya menjadi prilaku hidup umat dalam pergaulan dengan sesamanya. Minimal memiliki 3 prinsip dalam memandang saudaranya yang amat penting :

1.    Musawah/Prinsip Egalitas (Persamaan]

Nilai persamaan dapat kita ambilkan contohnya dari pelaksanaan shalat Idul Fitri yang kita lakukan secara jama’ah. Kita pandang saudara-saudara kita dalam status sosial yang sama. Berdiri sama tinggi dan duduk sama rendah, meskipun dari berbagai latar belakang sosial yang berbeda, jabatan berbeda, ekonomi tidak sama, dan suku yang berbeda pula. Tetapi kalau kita sudah takbir Allahu Akbar, tidak ada perbedaan antara Jenderal dan Kopral, tidak ada keistimewaan tempat duduk orang kaya di masjid dan tidak ada pemisah antara suku Jawa dan Sunda.

Islam menolak perbedaan antara si kulit putih dan si kulit hitam, seperti di Afrika Selatan yang menggunakan sistem Apartheid. Islam menolak diskriminasi yang disebabkan karena suku, keturunan dan kasta seperti yang terjadi di India. Di mana kasta Sudra, kasta yang paling rendah diperlakukan tidak manusiawi.

Ingatlah saudara kepada sahabat Bilal bin Rabah yang membela Islam dengan mati-matian pada permulaan Islam dan menjadi tukang adzan Rasulullah SAW. Dia seorang Ethiopia bukan berasal dari Arab dan berkulit hitam. Seorang sahabat Nabi Muhammad SAW yang bernama Salman Al-Farisi yang terkenal sebagai ahli strategi perang dan telah berhasil mengatur siasat perang Khandak dengan menggali parit-parit di sekitar kota Madinah. Beliau bukan orang Arab, beliau datang dari Persia. Demikian juga Shuhaib Ar-Rumi, beliau dibesarkan di Roma, tetapi beliau mempunyai andil besar dalam perjuangan Islam. Rusaknya persatuan di tengah-tengah umat dewasa ini karena kesombongan di antara oknum umat Islam yang masih membeda-bedakan dari suku mana? Dari partai apa? Keturunan siapa?. Sekarang sudah saatnya kita tidak perlu membeda-bedakan hal tersebut dalam memajukan umat Islam, yang penting berkualitas, bertaqwa dan akidahnya tidak menyimpang. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW :

لافضل لعربي ولا عجمي ولا أبيض على أسود إلا بالتقوى

‘’Tidak ada kelebihan bagi orang Arab atas non Arab, dan tidak ada kelebihan bagi orang berkulit putih atas orang yang berkulit hitam kecuali taqwanya’’.

2.    Prinsip Mahabbah [Kasih sayang dan cinta]

 Prinsip saling mencintai dan menyayangi antar sesama inilah yang menggerakkan seseorang untuk melakukan sesuatu yang bermanfaat kepada orang lain dan mahabbah inilah yang memobilisasi nilai-nilai ukhuwah lain sehingga ukhuwah dapat ditegakkan. Cinta di sini adalah cinta yang ditumbuhkan oleh iman dan cinta karena Allah, bukan cinta yang ditumbuhkan oleh hawa nafsu.

Dalam salah satu hadits Rasulullah SAW

مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِى تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ مَثَلُ الْجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى ».(أخرجه مسلم)

Perumpamaan orang-orang mukmin dalam cinta dan kasih sayangnya bagaikan satu tubuh jika satu anggota di antaranya ada yang sakit maka menjalar ke seluruh tubuh menjadi berjaga dan demam. (HR. Muslim)

Saudara! Cinta karena Allah bukan karena partainya sama, bukan karena sukunya sama, bukan karena aliran yang sama, misalnya kalau tidak sealiran dianggap najis tidak perlu dibantu. Mencintai seseorang karena Allah maknanya karena akhlak, karena kesalehan dan karena taqwanya kepada Allah. Kita cintai, kita dukung dan kita bantu siapa saja di antara saudara kita yang berbuat baik.

3.    Ta’awuniyah [Prinsip Solidaritas]

Artinya prinsip gotong-royong, bahu membahu, dan tolong menolong. Nilai ini terasa sekali ketika kita memberikan sesuap nasi atau seteguk air saudara kita yang berbuka. Demikian juga solidaritas terasa manfaatnya ketika di antara saudara kita mengeluarkan zakat baik zakat mal atau zakat fitrah, infaq, shadaqah dan sebagainya. Ini semua untuk menjalin solidaritas umat, terutama antara si kaya dan si miskin. Si kaya bersyukur usahanya berhasil dan sukses karena dibantu fakir miskin, demikian juga fakir miskin merasa terbantu hidupnya dengan kemurahan si kaya.

Tidak ada di dunia ini orang yang sukses tanpa dibantu orang lain. Misalnya, seorang pengusaha sukses karena dibantu karyawan, kuli, pegawai yang membutuhkan. Coba bayangkan, bagaimana nasib pengusaha andaikata tidak ada fakir miskin yang mau menjadi karyawan!. Rasulullah SAW bersabda:

“إنما تنصرون وترزقون بضعفائكم “

“Sesungguhnya kamu ditolong dan diberi rizki dengan bantuan orang-orang lemah di antara kamu” (HR. Abu Daud).

Prinsip solidaritas dan tolong menolong di atas bukan saja dalam segi harta, akan tetapi kelebihan apa saja yang dapat disumbangkan kepada saudara kita yang memerlukan. Bagi si alim punya ilmu sumbangkan ilmunya, si kuat sumbangkan kekuatannya, si cerdas sumbang-kan kecerdasananya dan seterusnya. Salman berkata:

قَالَ سَلْمَانُ: ” الْمُؤْمِنُ لِلْمُؤْمِنِ كَالْيَدَيْنِ، تَقِي إِحْدَاهُمَا الْأُخْرَى

 “Jadilah seperti dua tangan yang memelihara salah satunya kepada yang lain”. (Syu’abil Iman)

Kedua tangan kita inikan pemurah, anggota mana saja yang gatal pasti mau menggaruk-garuk, berbeda dua telinga tidak bisa menggaruk-garuk. Jari-jari di kedua tangan ini ternyata mengandung filsafat yang dalam persatuan, jempolan simbol pejabat, jari telunjuk simbol orang kaya, jari tengah simbol orang alim, jari manis simbul istri dan jari kelingking simbol karyawan. Jikalau semua elemen di masyarakat bersatu bahu membahu program sebesar apapun akan cepat terselesaikan. Berat sama di pikul dan ringan sama dijinjing. Sulit sebuah bangunan masjid dapat terselesaikan tanpa adanya ta’awun dan kerjasama yang baik dari semua pihak. Allah berfirman dalam Al Quran surat Al-Maidah ayat 2:

وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلاَتَعَاوَنُوا عَلَى اْلإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ

‘’Dan tolong menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebaikan dan taqwa, dan jangan tolong menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran ‘’. (QS. Al Maidah [5]: 2)

 Di antara hal yang melumpuhkan ukhuwah Islamiyah adalah sifat hasud, iri hati, tidak suka melihat saudaranya maju, dan tidak suka melihat saudaranya bersenang-senang menerima nikmat dari Allah. Tidak suka masjid lain maju, tidak suka rumah tangga orang lain tenang, tidak suka partai lain maju, sehingga menghalalkan segala cara untuk menghalang-halanginya. Dalam sejarah, hasud inilah yang menjadi sumber segala kejahatan. Coba lihat Qabil tega membunuh saudaranya sendiri yang bernama Habil karena hasud. Saudara-saudara Yusuf rela mencelakakan Yusuf ke sumur tua dan berbohong terhadap bapaknya Ya’kub juga karena hasud. Demikian juga orang Yahudi tidak mengimani Muhammad sebagai rasul juga karena hasud. Singkatnya, tidak layak umat Islam terjangkit penyakit hasud, lebih berbahaya jika pimpinan umat Islam terjangkit penyakit hasud.

 أقول قولي هذا واستغفرالله العظيم لى ولكم ولسائرالمسلمين والمسلمات, والمؤمنين  والمؤمنات, فاستغفروه, انه هو الغفور الرحيم, الله اكبر ولله الحمد

 

KHUTBAH KEDUA

 الله اكبر 7×   الله اكبر كبيرا والحمد لله كثيرا, وسبحان الله بكرة واصيلا

الحمد لله , نحمده ونستعينه ونستغفره, ونعوذ بالله من شرور انفسنا زمن سيّئات اعمالنا, من يهده الله فلا مضلّ له, ومن يضلل فلا هادي له, اشهد ان لااله الا الله وحده لاشريك له, واشهد انّ محمدا عبده ورسوله, صلى الله عليه وعلى آله وصحبه اجمعين, وسلم تسليم اما بعد,  اوصيكم عباد الله,  واياي بتقوى الله , فإنها شعار المؤمنين, ودثار المتقين, ووصية الله فيكم اجمعين, وقال جلّ جلاله: ان الله وملائكته يصلون على النبى, ياايها الذين آمنوا صلوا عليه وسلموا تسليما

 

DOA

Ya Allah, Ya Tuhan Kami! Kami datang bersimpuh di tempat yang mulia ini, tidak lain hanya ingin mendapat ridha, pengampunan, dan rahmat-Mu.

Ya Allah  الدعاء يا سميع   Tuhan yang Maha Mendengar segala rintihan panjatan doa! Terimalah segala amal `ibadah kami, shalat kami, puasa kami, shalat tarawih kami, tadarus kami, zakat fitrah kami, tasbih, tahmid, tahlil, dan takbir kami.

Ya Allah  يا غفور   Tuhan Maha Pengampun terhadap siapapun! Ampunilah segala kesalahan kami, segala dosa kami, dosa orang tua kami, dosa saudara-saudara kami, dosa teman-teman kami, dan dosa para pimpinan kami. Dosa kami yang kurang memperhatikan perintah-perintah-Mu, dosa kami yang sering melanggar larangan-larangan-Mu, dosa kami yang kurang membaca, kurang merenungkan dan kurang atau tidak mengamalkan Al-Qur’an.

Ya Allah   يا رحمن يا رحيم  Tuhan Maha Pengasih tanpa pilih kasih, Tuhan Maha Penyayang terhadap semua orang! Sayangilah kami dengan sifat Rahman Rahim-Mu, kasihanilah kami dengan sifat Rahman Rahim-Mu. Rahmatilah kami dengan Al-Qur’an, jadikanlah Al-Qur’an sebagai pedoman hidup kami, jadikanlah al-Qur’an sebagai petunjuk kami dalam segala aspek kehidupan kami, dan jadikanlah Al-Qur’an sebagai hujjah bagi kami yang memberi syafa`at kepada kami besok hari kiamat.

Ya Allah Ya Tuhan kami! Telah cukup lama bangsa kami menderita dilanda berbagai bencana, bencana perpecahan, bencana kebodohan, bencana kemiskinan, bencana alam seperti longsoran tanah dan lain-lain. Semua ini akibat ulah dan kesalahan kami, yang kurang istiqamah dalam beragama, kurang memahami agama secara benar.

Ya Allah Yaa Tuhan kami! Angkatlah kami, umat kami, dan bangsa kami dari berbagai bencana dan fitnah ini, jauhkanlah kami dari berbagai malapetaka ini, malapetaka perpecahan, pertikaian, permusuhan antara sesama saudara sendiri. Selamatkan kami dari berbagai adu domba dan fitnah. Satukanlah jiwa  kami,  jiwa saudara-saudara kami, dan satukanlah hati para pimpinan kami untuk mengatur bangsa dan negara kami, sehingga mendapatkan kekuatan, kemenangan, dan kebahagiaan lahir dan batin.

Ya Allah يا مجيب السائلين   Terimalah segala panjatan do`a kami.

  اللهم انصر جيوش المسلين في فلسطين، وعساكر المجاهدين اينما كانوا في العالم، واهلك الكفرة والمبتدعة واليهود والمشركين، اللهم شتت شملهم ومزق جمعهم وزلزل أقدامهم وألق في قلوبهم الرعب انك على كل شيئ قدير  ربنا أفرغ علينا صبرا  وثبّت أقدامنا وانصرنا على القوم الكافرين,  ربنا اغفر لنا ذi نوبنا واسرافنا  فى أمرنا وثبّت  أقدامنا  وانصرنا على القوم الكافرين , ربنا آتنا فى الدنيا حسنة وفى الآخرة حسنة وقنا عذاب النار, وصلى الله على سيّدنا محمد وعلى آله وصحبه اجمعين, والحمد لله ربّ العالمين, الله اكبر ولله الحمد.

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Download Ebook

Write a Reply or Comment