Category: Betawi Corner

ULAMA BETAWI DAN PILKADA DKI JAKARTA

Oleh: Rakhmad Zailani Kiki Kepala Divisi Pengkajian dan Pendidikan Jakarta Islamic Centre JIC – Pemilihan Kepala Daerah (pilkada) tahun 2017  di DKI Jakarta nanti akan menjadi pilkada yang paling menarik di Indonesia. Terlebih bagi umat Islam Jakarta yang memilih hak suara di pilkada tersebut. Salah satu yang menarik adalah mengenai pandangan, sikap dan pilihan politik […]

KISAH PERJUANGAN BERDIRINYA PERGURUAN ISLAM DI BETAWI

JIC – Pada awal abad ke-20 sudah berdiri perguruan Islam modern di Jakarta. Para murid tidak lagi duduk di tikar, tapi di kelas. Dimulai dengan berdirinya Jamiatul Kheir (1901) di Pekojan, kemudian Tanah Abang. Disusul Al-Irsyad, dan kemudian Unwanul Falah di Kwitang. Laksana jamur di musim hujan, kemudian berdiri perguruan Al-Marzukiyah di Rawabangke (kini Rawabunga […]

TOKOH BERIKUT MENJADI POROS ILMU ULAMA BETAWI DAN DUNIA

JIC – Satu-satunya ulama Betawi yang memiliki pengaruh di dunia Islam pada awal ke-19 serta menjadi pangkal, poros atau ujung puncak utama silsilah ulama Betawi masa kini adalah Syekh Junaid al-Betawi. Ridwan Saidi dalam Peran Ulama Betawi dari Abad ke-14 Sampai Orde Baru menjelaskan Junaid Al-Betawi adalah ulama Betawi yang lahir di Pekojan yang berpengaruh […]

SENARAI ULAMA-ULAMA BETAWI TEMPO DULU (PART III)

JIC – KH Abdullah Syafi’ie adalah figur yang mampu mengkombinasikan dua arus besar pemikiran yang berkembang di lingkungan masyarakat Islam. Dalam diri beliau tercermin betul warna NU dan Muhammadiyah-an. Toh beliau mampu menjadikan diri sebagai model kombinasi yang menarik itu. Kalau KH Abdullah Sjafii pada Pemilu 1955 berkampanye untuk partai Masyumi. Maka, rekan seangkatannya, KH […]

SYEIKH QURO, ULAMA BETAWI PERTAMA

JIC – Dari hasil penelitian Ridwan Saidi dikatakan bahwa ulama Betawi yang pertama yang dapat dilacak jejaknya adalah Syekh (Syaikh) Quro, Karawang. Alasan Syeikh Quro dijadikan sebagai ulama Betawi pertama oleh Ridwan Saidi karena kiprahnya dalam mengislamkan orang-orang Betawi yang berada di Karawang, walau Syekh Quro berasal dari Campa (Kamboja) bahkan ia memiliki murid yang […]

SENARAI ULAMA-ULAMA BETAWI TEMPO DULU (PART II)

JIC – Enam ulama Betawi mulai Guru Marzuki, Guru Mughni, Guru Mansur, Guru Majid, Guru Mahmud dan Guru Khalid juga dikemudian hari yang hadir sebagai simpul pengikat mata rantai keilmuan dari hampir  setiap ulama di kemudian hari keenam guru utama ini adalah murid terkemuka Syekh Junaid Al Betawi. Begitulah kota Jakarta. Sejak dahulu di saat […]

SENARAI ULAMA-ULAMA BETAWI TEMPO DULU (Part I)

JIC – Satu golongan ulama, yang mempunyai pengaruh besar dalam penyebaran, peletakan dasar-dasar, dan pembentukan budaya Islam di Betawi adalah ulama Betawi. Mereka terdiri dari orang-orang Betawi yang pergi ke Mekah beberapa lama untuk menuntut ilmu dan pulang sebagai haji. Mereka merupakan saluran yang efektif untuk selalu terus memberikan pengajaran agama baik kepada muslim di […]

HAJI PENGABDI SETAN

Oleh: Ali Mustafa Yaqub IBADAH haji 1426 H, pekan lalu, usai sudah. Jamaah haji Indonesia mulai pulang ke Tanah Air. Bila mereka ditanya apakah Anda ingin kembali lagi ke Mekkah, hampir seluruhnya menjawab, ”Ingin.” Hanya segelintir yang menjawab, “Saya ingin beribadah haji sekali saja, seperti Nabi SAW.” Jawaban itu menunjukkan antusiasme umat Islam Indonesia beribadah […]

ULAMA HADRAMI YANG KONTROVERSI

JIC – Dahulu pada 19 Januari 1914 ada seorang ulama di  Jakarta yang meninggal dunia. Sekitar 10 ribu orang berdesak-desakkan turut mengantarkan jenazahnya untuk dimakamkan di pekuburan Tanah Abang. Banyak diantara mereka yang bersedih dan menangis. Para ulama dan habib sibuk membacakan zikir dan doa mengiringi jenazah sampai ke tempatnya. Bahkan, hampir semua pejabat kolonial […]

KH R. AS’AD SYAMSUL ARIFIN MENGAWAL NEGARA DARI TAPAL KUDA

JIC – Kiai Raden As’ad Syamsul Arifin lahir pada 1897 M/1315 H di Syi’ib Ali, Makkah dari pasangan Raden Ibrahim dan Siti Maemunah. Ketika As’ad kecil lahir, ayahnya langsung memeluk bayi mungil itu dan dibawa menuju Ka’bah. Jarak sejauh 200 meter antara Syi’ib Ali dan Ka’bah tidak menjadi halangan untuk membawa bayi ini mendekat ke […]