Category: Betawi Corner

ANAK BETAWI JADI IMAM MASJIDIL HARAM MEKAH

JIC – Sejak abad ke-18 orang Betawi banyak yang pergi ke kota suci Mekah. Mereka menjalankan ibadah haji, namun karena perjalanan yang begitu sulit, banyak yang tidak kembali ke tanah air dan bermukim di Mekah. Budayawan Betawi Alwi Shahab dalam tulisannya menyebutkan bahwa mereka yang bermukim di sana menggunakan nama Al Batawi sebagai nama keluarga. […]

KEGIGIHAN DAKWAH ULAMA BETAWI SEJAK ZAMAN BELANDA

Oleh: Alwi Shahab JIC – Keberadaan masjid tua di Jakarta tentu saja tidak dapat dipisahkan dari peran para ulama dan pastinya dukungan umat Islam. Sekitar 200 tahun lalu, tepatnya pada masa pemerintahan Inggris (1808-1816), Sir Thomas Stanford Raffles memuji kegigihan dakwah ulama Betawi. Pujian ini ia sampaikan dalam peringat an ulang tahun Bataviasch Genoot schap, lembaga kesenian […]

KEBUDAYAAN ISLAM BETAWI ,DULU, KINI DAN ESOK

KEBUDAYAAN ISLAM BETAWI ,DULU, KINI DAN ESOK JIC – Sebagai sebuah etnis yang terbentuk oleh pencampuran banyak etnis, suku dan bangsa, maka wujud kebudayaan Betawi sangatlah kaya dengan pencampuran tersebut yang meliputi antara lain: pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, dan seni. Wujud nyata pencampuran tersebut sangat terlihat misalnya dari bahasa. Walau Bahasa […]

TRADISI RATIB HAJI SANG MUFTI BETAWI

JIC – Setelah Wafatnya Assayid Utsman bin Yahya Mufti Betawi pada tahun 1913 M, masyarakat Betawi pada waktu itu mengarahkan perhatiannya kepada Al-Habib Ali bin Abdurrahman Al-Habsyi Kwitang, dalam setiap urusan agama mereka menanyakannya kepada Al-Habib Ali Al-Habsyi yang merupakan murid dari Assayid Utsman bin Yahya. Habib Ali bin Abdurrahman Al-Habsyi atau yang lebih mashur […]

CERITA HEROIK ULAMA-ULAMA BETAWI MELAWAN PENJAJAH

JIC – Pada 1925, ketika Raja Ali takluk kepada dinasti Saudi, Raja Saud meminta supaya orang-orang besar, para tokoh ulama Betawi, dibebaskan. Pada 1939 jamaah haji Indonesia tidak bisa kembali ke Tanah Air, karena zona laut pada awal perang dunia ke-II itu dinyatakan sebagai daerah peperangan. Raja Saud memberikan izin kepada para jamaah Indonesia untuk […]

SEPAK TERJANG ULAMA-ULAMA BETAWI DI TANAH SUCI

JIC – Melaksanakan ibadah haji saat ini –dengan pesawat udara– hanya perlu waktu 10 jam. Tidak demikian ketika perjalanan masih menggunakan kapal layar. Perlu waktu berbulan-bulan, mungkin lebih setahun, dengan berbagai risiko selama pelayaran. Dalam suasana demikian, sejak abad ke-18 orang Betawi banyak yang pergi ke kota suci Mekah. Mereka menjalankan ibadah haji. Karena perjalanan […]

TOKOH BERIKUT MENJADI POROS ILMU ULAMA BETAWI DAN DUNIA

JIC – Satu-satunya ulama Betawi yang memiliki pengaruh di dunia Islam pada awal ke-19 serta menjadi pangkal, poros atau ujung puncak utama silsilah ulama Betawi masa kini adalah Syekh Junaid al-Betawi. Ridwan Saidi dalam Peran Ulama Betawi dari Abad ke-14 Sampai Orde Baru menjelaskan Junaid Al-Betawi adalah ulama Betawi yang lahir di Pekojan yang berpengaruh […]

MENGENAL TIGA ULAMA BESAR DARI BETAWI

JIC – Jangan mengaku menjadi warga Jakarta bila tidak mengenal sosok ulama betawi yang menjadi panutan. Mereka yakni Kyai Haji (KH) Abdullah Syafii, KH Noer Ali, dan KH Guru Mughni. KH Abdullah Syafii dikenal macan dari Betawi. Tubuhnya sedikit gemuk, bicaranya pun blak-blakan. Dia lahir di Kampung Bali, Matraman, dan sejak kecil sudah gemar belajar […]

ULAMA BETAWI DAN PILKADA DKI JAKARTA

Oleh: Rakhmad Zailani Kiki Kepala Divisi Pengkajian dan Pendidikan Jakarta Islamic Centre JIC – Pemilihan Kepala Daerah (pilkada) tahun 2017  di DKI Jakarta nanti akan menjadi pilkada yang paling menarik di Indonesia. Terlebih bagi umat Islam Jakarta yang memilih hak suara di pilkada tersebut. Salah satu yang menarik adalah mengenai pandangan, sikap dan pilihan politik […]

KISAH PERJUANGAN BERDIRINYA PERGURUAN ISLAM DI BETAWI

JIC – Pada awal abad ke-20 sudah berdiri perguruan Islam modern di Jakarta. Para murid tidak lagi duduk di tikar, tapi di kelas. Dimulai dengan berdirinya Jamiatul Kheir (1901) di Pekojan, kemudian Tanah Abang. Disusul Al-Irsyad, dan kemudian Unwanul Falah di Kwitang. Laksana jamur di musim hujan, kemudian berdiri perguruan Al-Marzukiyah di Rawabangke (kini Rawabunga […]