CEGAH PENYEBARAN COVID-19, JIC AJAK MASJID DI JAKARTA IKUT PROGRAM SUPERQURBAN

Oleh : Paimun Karim, Kepala Sub Divisi Pengkajian Badan Manajemen Jakarta Islamic Centre

 

JIC – Pada setiap jelang Idul Adha, kaum muslimin senantiasa bersemangat untuk melaksanakan sebuah ibadah yang luar biasa yakni berkurban. Tidak terkecuali di tahun ini, dimana pandemi Covid-19 masih cukup tinggi. Hal ini tentu harus diwaspadai agar aktivitas ibadah yang mulia dan agung ini tidak justru menjadi pusat penyebaran virus Covid-19.

 

Dalam rangka senantiasa menjadikan Masjid Raya Jakarta Islamic Centre (JIC) sebagai satu simpul kebaikan di Jakarta. Masjid Raya Jakarta Islamic Centre tetap menggelar Shalat Idul Adha dan menyelenggarakan kurban. Namun bukan sekedar kurban biasa, tetapi kurban istimewa yakni Superqurban bekerja sama dengan Rumah Zakat. Kurban istimewa di tengah pandemi wabah Covid-19.

 

Kerjasama kedua belah pihak disahkan dalam bentuk penandatangan MoU antara Panitia Idul Adha dan Kurban 1441 H Masjid Raya JIC dengan Manajer Cabang Jakarta Yayasan Rumah Zakat pada hari Rabu, 22 Juli 2020. Kedua belah pihak telah bersepakat untuk bekerjasama dalam program Superqurban, dimana Masjid Raya JIC menjadi mitra dalam penggalangan dan penerimaan hewan kurban kaum muslimin. Namun JIC tidak menerima dalam hewan tetap berbentuk uang yang selanjutnya akan ditransfer ke Rumah Zakat.

 

Menurut Kepala Sub Divisi Pengkajian Badan Manajemen Pusat Pengkajian dan Pengembangan Islam Jakarta, Paimun Karim, paling tidak ada tiga keuntungan yang didapat oleh Masjid Raya JIC dan jamaah dalam kerjasama program Superqurban ini.

 

Pertama, di tengah kondisi pandemi Covid-19 saat ini yang masih sangat tinggi, panitia tidak melaksanakan pemotongan hewan kurban di Masjid Raya JIC sebagaimana biasanya, demi meminimalisir berkumpulnya banyak orang ketika pemotongan dan pembagian hewan kurban.

 

Kedua, Masjid Raya JIC akan menerima hewan kurban dalam bentuk kemasan kaleng berisi kornet dan rendang. Dan nantinya akan dibagikan langsung kepada fakir miskin dan kaum dhuafa dari kalangan jamaah dan komunitas JIC. Poin ini tentunya sangat penting bagi program ketahanan pangan bangsa karena daging kurban tersebut bisa dipakai dalam jangka waktu yang lama.

 

Dan yang ketiga adalah nilai ukhuwah dan keumatan karena sinergi dengan Rumah Zakat yang merupakan salah satu lembaga milik umat. Masjid Raya JIC berharap dapat bekerjasama dan bergandeng tangan dengan seluruh komponen milik umat Islam sehingga visi JIC sebagai pusat peradaban dapat makin terwujud. Semoga ini menjadi langkah awal untuk membangun sinergi dan kerjasama lainnya dengan pihak Rumah Zakat. Dan tidak tertutup kemungkinan juga menggandeng lembaga lainnya.

 

“Kami sangat berharap semoga ikhitar bersama di program Superqurban ini dapat diikuti oleh Masjid-masjid lain, khususnya di DKI Jakarta, karena Pak Gubernur DKI Jakarta pun sudah meng-endorse program Superqurban ini”, tegas Paimun Karim.

 

Dia juga menambahkan bahwa melalui program Superqurban ini dapat berdampak luas pada pencegahan penyebaran Covid-19 Jakarta. []

Jakarta Islamic Centre

Read Previous

CHARTA-POLITICA-672-PERSEN-PUAS-KINERJA-PEMERINTAH-DI-MASA-PANDEMI

Read Next

MUI MINTA PENEGAK HUKUM TURUN TANGAN SOAL ‘KLEPON TAK ISLAMI’

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

17 − nine =