Conference on “The Role of ASEAN Masjid Through Sustainable Social Development”, di Bangkok

Hari ini di National Centre of Islamic Affairs Administration, Chalermprakiat-Bangkok, sedang berlangsung konferensi tentang “The Role of ASEAN Masjid through Sustainable Social Development”. Konferensi yang dilaksanakan dari tanggal 1-5 Februari 2011 merupakan lanjutan dari pertemuan tahunan dari Forum Silaturahmi dan Kemakmuran Masjid Serantau (FORSIMAS).

Hari ini di National Centre of Islamic Affairs Administration, Chalermprakiat-Bangkok, sedang berlangsung konferensi tentang “The Role of ASEAN Masjid through Sustainable Social Development”. Konferensi yang dilaksanakan dari tanggal 1-5 Februari 2011 merupakan lanjutan dari pertemuan tahunan dari Forum Silaturahmi dan Kemakmuran Masjid Serantau (FORSIMAS).

Sejak pertama kali dibentuk pada tahun 2006 di Banda Aceh, yang diinisiasi oleh DKM Nangroe Aceh Darussalam, pimpinan masjid besar di Indonesia dan di negara-negara tetangga. Konferensi di Bangkok ini adalah pertemuan yang kelima kalinya dengan mengambil tema sentral tentang penguatan peran masjid untuk pembangunan masyarakat, khususnya di wilayah Asean.

Hadir dalam konferensi ini, pimpinan masjid dari negara-negara Asean yakni, Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Brunei Darussalam, Filipina dan Myanmar. Indonesia mengirimkan sekitar 30 orang delegasi, dan salah satunya turut hadir Dr. KH. M. Hamdan Rasyid, MA, dari Jakarta Islamic Centre.

Tema konferensi ini memberikan indikasi yang kuat tentang keinginan penegasan terhadap keinginan untuk penguatan peran masjid dalam pembangunan keagamaan masyarakat Asean. Selain karena posisi tawar jumlah kaum muslimin yang mayoritas di kawasan ini. Juga karena jumlah masjid yang sangat besar yakni sekitar 700.000 masjid dengan karakteristik Islam yang relatif homogen dari sisi aliran pemikiran dan mazhab.

Dengan posisi yang demikian, memang sudah selayaknya masjid diperankan lebih, karena masjid memiliki kapasitas untuk membina dan membangun masyarakat serta menjadi institusi yang paling dekat dengan masyarakat. Sebagaimana yang telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW dalam membangun masyarakat Madinah, dimana masjid berperan sangat luas bagi kehidupan masyarakat. Ringkasnya, masjid menjadi medan ‘magnet’ bagi pembangunan ummat seluruhnya, sehingga masyarakat yang terbentuk pada masa itu adalah manifestasi dari masjid. Jiwa-­jiwa masjid telah mampu meluaskan penyebaran kekuasaan Islam sehingga dapat di zaman keagungannya.

Semoga konferensi ini dapat memberikan input yang berharga bagi penguatan institusi masjid dalam upaya membangun masyarakat di kawasan Asean.

Oleh : Paimun A. Karim (Seksi Data dan Informasi Bidang Infokom JIC)

Write a Reply or Comment

4 + 15 =