DAHULU, MOSUL KOTA METROPOLIS JALUR SUTRA

mosul-_140607212740-440

JIC, JAKARTA — Saat ini, Mosul tengah menjadi medan pertempuran antara Irak dan kelompok ISIS. Kota ini hancur lebur akibat perang tak berkesudahan.

Tahukah Anda, dahulu Mosul menjadi salah satu kota industri dan komersial yang berkembang, Mosul yang terletak di sebelah utara Irak, menjadi pusat utama perdagangan, industri, dan komunikasi. Mosul juga pernah menjadi kota yang berkembangan di Jalur Sutra.

Ahli geografi pada abad ke-10, Muslim al-Muqaddasi menjelaskan mosul sebagai kota metropolis dipenuhi bangunan yang indah, iklim yang menyenangkan, dan air yang sehat. Ia menjelaskan Mosul sebagai kota yang sangat terkenal dan sangat kuno. Hal itu berdasarkan suasana pasar dan tempat penginapan yang sangat baik. Dihuni oleh banyak tokoh akuntan dan sejumlah orang terpelajar.

Hal ini tentunya untuk Baghdad, dan kafilah dari al-Rihab yang pergi ke sana. Selain tiu, taman dengan bidang khusus, buah-buahan yang sangat baik, lingkungan pemandian yang sangat baik, rumah megah, dan daging yang baik pula, semua dalam kota yang berkembang ini.

1450288449

Perlu diketahui:

Di bawah Dinasti Abbasyiah, Mosul menjadi pusat perekonomian di Jalur Sutra. Sejak saat itu, Mosul terus mengembangkan teknik sangat canggih dalam seni dan barang-barang yang siap produksi. ‘Muslin’ terkenal sebagai tekstil terbaik di kota yang terletak di sebelah utara Irak ini.

Fitur penting:

Selain tenun ‘Muslin’, Mosul juga terkenal karena logam dan lukisan dengan gaya halus. Tenun Muslin hanya beberapa industri kecil yang bertempat dan berpusat pada industri besar. Antara lain:

a. Produksi Minyak Mentah:

Sumber produksi minyak mentah di Irak menjadi rekor karena ada infiltrasi di tepi timur Sungai Tigris di sepanjang jalan menuju Mosul. Wisatawan Muslim melaporkan bahwa minyak mentah diproduksi dalam skala besar dan diekspor.

b. Produksi Tekstil:

Mosul selalu terkenal sebagai pusat tenun yang memproduksi kain tenun yang terbaik.

Tokoh terkenal:

Salah satu lulusan akademisi yang terkenal yakni filsuf Bakr Kasim Al-Mawsili yang menulis sebuah karya filosofis yang berkenaan dengan tulisan yang berjudul Fi ‘al-Nafs. Selain itu, ada seorang astronom dan ahli matematika pada abad ke-10 yakni Al-Qabisi. Juga Ammar Al-Mawsili, seorang dokter mata.

Sumber ; republika.co.id

Jakarta Islamic Centre

Read Previous

KENAPA ANAK PEREMPUANMU HARUS BERJILBAB?

Read Next

KH. TUBAGUS ARIF. MA | CERAMAH TARAWIH 2011

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

eleven − 1 =