DI GUA INI RASULULLAH SERING MENYENDIRI

seorang-peziarah-mendaki-jabal-nur-hendak-melihat-_121022120547-394

JIC – Gua Hira merupakan salah satu situs yang sangat penting dalam sejarah Islam. Pasalnya di gua itulah Nabi Muhammad SAW menerima wahyu yang pertama yaitu surat Al Alaq dari ayat 1 sampai 5. Tepatnya, pada Senin 17 Ramadhan, ketika Muhammad tengah khusyuk bertafakur, ia menerima wahyu pertama yang disampaikan oleh Malaikat Jibril. Saat itu Nabi Muhammad SAW resmi dilantik sebagai Nabi dan Rasululllah SAW. Saat menerima penobatan sebagai Nabi ini, usia Rasulullah SAW sekitar 40 tahun 6 bulan 8 hari menurut kalender Qamariyah.

Beliau berdiam diri di Gua Hira sepanjang Ramadhan. Kalau ada orang miskin mendatangi gua itu, beliau tidak lupa memberi makanan untuknya. Beliau menghabiskan waktu di dalamnya untuk beribadah dan memikirkan fenomena alam yang terjadi di sekeliling Beliau serta kekuatan tersembunyi yang ada di balik alam nyata. Beliau tidak ingin menyaksikan kaumnya terbelenggu keyakinan syirik. Letak Gua Hira berada di belakang dua batu raksasa yang sangat dalam dan sempit. Panjang gua tersebut sekitar 3 meter dengan lebar sekitar 1,5 meter, serta ketinggian sekitar 2 meter. Di bagian kanan gua terdapat teras dari batu dan terdapat lubang kecil yang dapat dipergunakan untuk memandang kawasan bukit dan gunung arah Makkah.

Untuk menuju puncak gunung, seseorang rata-rata memerlukan waktu selama 1 jam bahkan lebih. Medannya cukup sulit karena tidak ada tangga. Para peziarah harus mendaki melewati batu-batu terjal. Jalan bertangga hanya ditemukan setelah tiga perempat perjalanan. Namun menjelang puncak gunung, medannya sedikit ringan, peziarah bisa mendaki dengan santai. Begitu tiba di depan pintu gua, terdapat tulisan Arab ‘Ghor Hira’ dengan cat warna merah. Di atas tulisan itu terdapat tulisan dua ayat pertama Surat Al-Alaq dengan cat warna hijau. Gua Hira terletak persis di samping kiri tulisan tersebut.

Gua Hira merupakan tempat yang ideal di Makkah bagi Nabi Muhammad SAW untuk menyendiri atau menyepi (bertahannuts). Suasana gua sangat tenang dan jauh dari keriuhan Kota Makkah kala itu. Beliau juga telah memperbincangkan tempat itu dengan istrinya, Khadijah binti Khuwailid. Oleh sebab itu, terkadang di malam yang pekat, Khadijah beberapa kali mengunjungi Nabi Muhammad SAW. Dapat dibayangkan bagaimana beratnya medan yang ditempuh Khadijah Al-Kubra saat itu, ketika mengunjungi suaminya di Gua Hira.

Bagi sebagian kaum Muslimin, perjalanan ibadah haji dan umroh bukan hanya sekadar menyempurnakan prosesi atau ritual sebagaimana diwajibkan atau disunnahkan syariat, tapi juga sebuah wisata religius. Salah satunya adalah dengan melakukan ziarah. Dan salah satu tempat ziarah yang paling diburu para jamaah haji atau mereka yang berumrah adalah Gua Hira yang terletak di Jabal Nur.

Sumber : republika.co.id

Write a Reply or Comment