DINOBATKAN JADI DECACORN, PENGGUNA MINGGUAN GOJEK MELONJAK

Ilustrasi. (Foto: CNN Indonesia/Andry Novelino)
JIC, Jakarta,  — Jumlah pengguna Gojek meningkat 1,5 kali lipat seiring dengan penobatan perusahaan teknologi itu menjadi Decacorn di Indonesia.

Diketahui, Gojek dinobatkan menyandang status Decacorn oleh lembaga riset internasional CB Insights dalam riset terbarunya yang berjudul The Global Unicorn Club.

Chief Corporate Affairs Gojek Nila Marita mengatakan perusahaan tersebut memiliki pangsa pasar tertinggi di antara penyedia layanan e-commerce dilihat dari rata-rata pengguna aktif aplikasi per minggu.

“Gojek memiliki pangsa pasar tertinggi diantara penyedia layanan e-commerce dilihat dari rata-rata pengguna aktif aplikasi per minggu, berdasarkan data dari sebuah platform global,” kata Nila dalam keterangan resmi, Selasa (9/4).

Dia menuturkan kesuksesan layanan platform on-demand Gojek tercermin dari semakin kuatnya minat dan kepercayaan investor terhadap misi, pertumbuhan serta dampak ekonomi dan sosial Gojek.

Pada 2018, Gojek dinilai menjadi platform layanan on-demand dan pembayaran terbesar di Asia Tenggara dengan transaksi diperkirakan mencapai Rp 130 triliun dan jumlah volume transaksi mencapai 2 milliar. Saat ini, Gojek tak hanya beroperasi di Indonesia, tetapi juga di empat negara Asean lain.

Terkait dampak ekonomi, riset Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI) menunjukkan rata-rata penghasilan mitra Gojek, khususnya Go-Ride sepanjang 2018 lebih tinggi dari Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK).

Wakil Kepala LD FEB UI Paksi C K Walandouw menuturkan rata-rata pendapatan mitra Go-Ride di Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi (Jabodetabek) pada tahun lalu sebesar Rp4,9 juta per bulan, lebih tinggi 25,64 persen dibandingkan dengan UMK yang ditetapkan sebesar Rp3,9 juta per bulan.

Sementara itu, bagi mitra yang berada di luar Jabodetabek memiliki penghasilan rata-rata Rp3,8 juta per bulan. Meski lebih kecil dari mitra di Jabodetabek, tapi tetap jumlahnya lebih besar dari UMK non Jabodetabek yang sebesar Rp2,8 juta per bulan. (asa)

sumber : cnnindonesia.com

Write a Reply or Comment

3 × one =