EMPAT DEKADE REVOLUSI IRAN, KHAMENEI SEBUT ‘MATILAH AMERIKA!’

Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, mengatakan rakyatnya akan berteriak

JIC, Jakarta,  — Pemimpin Tertinggi IranAyatollah Ali Khamenei, mengatakan rakyatnya akan berteriak “Matilah Amerika” jika Washington terus melanjutkan kebijakan bermusuhan dengan negaranya.

“Selama Amerika melanjutkan kejahatannya, Iran tidak akan berhenti berteriak, ‘Matilah Amerika!'” ucap Khamenei di depan pasukan angkatan udaranya dalam peringatan 40 Tahun Revolusi Iran, seperti dikutip situs resminya, Jumat (8/2).

Namun, Khamenei mengatakan slogan itu ditujukan kepada para pemimpin AS, terutama Presiden Donald Trump, bukan rakyat Amerika.

“‘Kematian bagi Amerika’ berarti kematian bagi Trump, (Penasihat Keamanan Nasional) John Bolton, dan (Menteri Luar Negeri) Mike Pompeo. Itu berarti kematian bagi pemimpin Amerika.”

Dalam pidatonya itu, Khamenei juga menyinggung perjanjian nuklir 2015 yang disepakati Iran, AS, Perancis, Rusia, China, Inggris, Jerman, dan Uni Eropa.

Perjanjian itu berisi kesepakatan Iran untuk menyetop pembangunan program senjata rudal dan nuklirnya, dengan imbalan pencabutan sanksi serta embargo bagi Iran.

Meski AS telah menyatakan keluar dari perjanjian itu pada 2018 lalu, Iran bersama negara Eropa lainnya memutuskan untuk tetap berkomitmen mempertahankan perjanjian itu. Namun, Khamenei mengatakan negara Eropa yang tergabung dalam perjanjian itu juga tak bisa dipercaya.

“Saya merekomendasikan agar orang tidak mempercayai Eropa, sama seperti tidak mempercayai Amerika. Kami tidak mengatakan bahwa kami tidak berkomunikasi dengan mereka (Eropa), tetapi ini masalah kepercayaan,” katanya.

sumber : cnnindonesia.com


Write a Reply or Comment

19 + two =