Gedung Putih Pastikan Takkan Cap Buruk Muslim

Saat seorang anggota kongres dari Partai Republik mempersiapkan sidang terbuka tentang ancaman terorisme dalam negeri, wakil penasihat keamanan Presiden Obama mengunjungi sebuah Masjid di Virginia untuk meyakinkan kaum Muslim bahwa “kita tidak akan mencap atau memandang buruk seluruh komunitas hanya karena aksi dari beberapa orang.”

VIRGINIA (Berita SuaraMedia) – Saat seorang anggota kongres dari Partai Republik mempersiapkan sidang terbuka tentang ancaman terorisme dalam negeri, wakil penasihat keamanan Presiden Obama mengunjungi sebuah Masjid di Virginia untuk meyakinkan kaum Muslim bahwa “kita tidak akan mencap atau memandang buruk seluruh komunitas hanya karena aksi dari beberapa orang.”

Gedung Putih menyebut pidato Denis McDonough itu sebagai sebuah kesempatan bagi pemerintah untuk memaparkan strateginya dalam mencegah ekstrimisme kekerasan. Tapi pemilihan waktunya bukan kebetulan. McDonough adalah utusan dari Gedung Putih untuk mendahului anggota kongres Peter King dari New York, ketua Komite Keamanan Dalam Negeri, yang menjanjikan serangkaian sidang yang akan dimulai pada hari Kamis (10/3) tentang radikalisasi Muslim Amerika.

“Di AS, kita tidak mempraktikkan bersalah karena asosiasi,” ujar McDonough pada 200 hadirin di Adams Center, Masyarakat Muslim Area All Dules. “Dan jangan lupa bahwa seperti halnya kekerasan dan ekstrimisme yang bukan milik satu agama saja, tanggung jawab untuk melawan ketidaktahuan dan kekerasan berada di tangan kita semua.”

McDonough tidak secara terang-terangan menyebutkan sidang itu atau King. Tapi pidatonya dilakukan pada hari ketika kabar tentang rencana King semakin kencang berhembus.

Di Washington, King tampil di CNN dengan anggota parlemen Keith Ellison yang berasal dari Demokrat Minnesota dan merupakan satu dari dua Muslim di dalam Kongres. Ellison mengatakan akan bersaksi pada sidang King terlepas dari keyakinannya bahwa tidak tepat bagi Kongres untuk menyelidiki minoritas agama tertentu.

Di New York, 500 orang berdemonstrasi di dekat Times Square untuk memprotes sidang tersebut dan menyerukan King agar memperluas daftar saksinya agar mencakup kelompok lain.

“Itu tidak masuk akal,” ujar King, seraya menambahkan bahwa Al Qaeda berusaha untuk meradikalisasi kaum Muslim dan bahwa upaya itulah yang menimbulkan ancaman terorisme dalam negeri.

“Ancaman itu berasal dari komunitas Muslim,” ujarnya, “Upaya radikalisasi ini diarahkan pada komunitas Muslim. Kenapa aku harus menyelidiki komunitas lain?”

Saat para demonstran Times Square mengangkat plakat yang menyatakan bahwa “Hari ini aku juga seorang Muslim,” Rabi Marc Schneider, ketua Yayasan untuk Pemahaman Etnis, dan Feisal Abdul Rauf, imam pendiri proyek untuk membangun sebuah pusat komunitas Islam dan Masjid di dekat Ground Zero, berpidato di hadapan mereka.

“Untuk mengkhususkan Muslim Amerika sebagai sumber terorisme dalam negeri dan tidak memeriksa semua bentuk kekerasan yang termotivasi oleh keyakinan ekstrimis, itu adalah tidak adil,” ujarnya. (rin/iw/nyt) www.suaramedia.com

Jakarta Islamic Centre

Read Previous

Wah, Kontroversi Ahmadiyah Diseret ke PBB!

Read Next

BEI Berencana Luncurkan Indeks Syariah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

two × 2 =