GEMPA, TSUNAMI, ‘LUMPUR HISAP’: RANGKAIAN KEJADIAN DI PALU YANG HARUS ANDA TAHU (4)

 

Apa yang menyebabkan tanah menjadi cair?

JIC, PALU- Setelah gempa dan tsunami melanda, ada fenomena lain yang terjadi, yaitu likuifaksi.

Likuifaksi berlangsung pada tanah berpasir yang mudah terendam air, seperti tanah di Kota Palu yang dekat dengan laut.

Guncangan yang ditimbulkan gempa menyebabkan tanah kehilangan ikatan sehingga melarut seperti air dan mengalir, membawa bangunan dan kendaraan di atasnya ikut serta.

Di perumahan Balaroa, Kota Palu, sekitar 1.700 rumah tertelan bumi setelah gempa menyebabkan tanah menjadi cair, sebut Badan SAR Nasional. Ratusan hingga ribuan oran diyakini terkubur.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono, mengatakan likuifaksi menyebabkan banyak orang meninggal dunia. Fenomena ini, menurutnya, terjadi di sebuah perumahan yang menampung 1.333 rumah.

Muzair, 34, mengaku rumahnya hanyut dan bergeser beberapa meter ke jalan. “Rumah-rumah tetangga saya menumpuk satu sama lain,” katanya.

PaluHak atas fotoANTARA FOTO/IRWANSYAH PUTRA/REUTERS
Image captionLikuifaksi menyebabkan kerusakan parah setelah gempa mengguncang Palu.

Siapa yang membantu Indonesia?

Ketika bencana terjadi, pemerintah Indonesia tidak serta-merta menerima bantuan asing. Namun, Presiden Joko Widodo akhirnya memutuskan menerima bantuan internasional beberapa hari kemudian, setelah skala kerusakan di Sulawesi Tengah lebih jelas.

Ada sejumlah negara yang menawarkan bantuan dalam bentuk uang tunai maupun barang. Secara kolektif, Inggris, Amerika Serikat, Australia, dan Selandia Baru, berikrar memberikan US$20,8 juta, menurut Departemen Luar Negeri Australia pada 10 Oktober

PaluHak atas fotoGETTY IMAGES
Image captionBerbagai bangunan di Palu menderita kerusakan, termasuk sebuah masjid.

Menyalurkan bantuan pokok ke daerah terdampak bencana terbukti menjadi tantangan lantaran penerbangan ke Kota Palu amat terbatas, mengingat sebagian landasan Bandara Mutiara Sis Al-Jufri rusak.

Hal ini membuat para relawan dan pekerja kemanusiaan harus mencapai Kota Palu melalui jalur darat yang melelahkan. Bahkan, akses ke Donggala terputus sehingga bantuan baru bisa disalurkan beberapa hari setelah bencana menggunakan helikopter.

Selang beberapa hari kemudian, di tengah aksi kemanusiaan sedang berlangsung, pemerintah Indonesia merilis aturan yang menyebutkan bahwa “bagi NGO asing yang sudah telanjur menerjunkan relawannya tetapi tidak memiliki izin, diimbau untuk menarik relawan dari wilayah terdampak bencana”.

Pengumuman itu memicu keprihatinan bahwa kemampuan NGO dalam menyalurkan bantuan kini terhambat.

Bagaimanapun, juru bicara BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, berkeras LSM internasional harus tetap mengikuti prosedur yaitu melapor terlebih dahulu melalui Kementerian Luar Negeri.

“Tidak ada ruginya (relawan berdatangan), asal sesuai dengan persyaratan. Apa sih susahnya lapor? Izin?” kata Juru Bicara BNPB, Sutopo Purwo Nugroho dengan suara meninggi dalam jumpa pers di Graha BNPB Jakarta, Kamis (11/10).

paluHak atas fotoGETTY IMAGES
Image captionSeorang serdadu Indonesia dan pekerja kemanusiaan dari Selandia Baru menurunkan bantuan untuk warga Palu dan sekitarnya.

Secara terpisah, Kementerian Luar Negeri Indonesia menyatakan keputusan melarang lembaga asing terjun langsung ke kawasan bencana di Palu dan Donggala tidak dimaksudkan untuk mencegah masuknya bantuan dan relawan.

“Akan tetapi untuk memastikan bahwa mereka terlebih dahulu melakukan koordinasi dengan lembaga terkait di Indonesia yang memimpin upaya penyelamatan dan pemulihan,” kata juru bicara Kemenlu Indonesia, Arrmanatha Nasir kepada BBC News Indonesia.

Menurutnya, koordinasi seperti itu sangatlah penting, sehingga nantinya dapat dipastikan kehadiran ormas dan relawan asing itu tidak justru menghambat upaya penyelamatan dan pemulihan.

Masih menjadi tanda tanya

Di seantero Kota Palu, sejumlah warga masih mencari kerabat mereka. Kebanyakan mungkin tidak akan tahu apa yang terjadi pada mereka. Tak ada pula pusara yang bisa dikunjungi.

“Kami telah mencari siang-malam,” kata Irma, yang putrinya mendatangi acara perayaan di pantai ketika tsunami menerjang.

“Dia belum pulang, kapan dia akan pulang?” lanjutnya dengan mata berkaca-kaca.

palu
Image captionPriska Dwi Cecilia Santoso, 15, belum diketahui keberadaannya. Dia menghadiri kajian Alkitab di Gereja Jono Oge saat gempa berlangsung.

Setelah mengais-ngais lumpur selama berhari-hari, jasad ibunda Ersa Fiona ditemukan dalam keadaan sedang memeluk bayinya—adik Ersa Fiona.

“Setelah menyuruh anak-anak yang lebih tua untuk berlari, dia mungkin kembali ke rumah untuk mengambil sesuatu. Kami bersyukur bisa menemukannya dan menguburkannya di pemakaman keluarga, sementara banyak orang ditempatkan di kuburan massal,” kata Sudarmin, salah seorang kerabat.

“Mana mama godeku?”: Kisah Fiona, balita penyintas gempa Palu
Ersa Fiona
Image captionErsa Fiona kini dirawat oleh bibinya.

Gereja Jono Oge yang menggelar kajian Alkitab saat gempa mengguncang kini sudah berubah menjadi puing-puing dan tidak ada korban selamat yang berhasil ditemukan di sana.

Di antara reruntuhan, ada sebuah foto yang menampilkan 40 pelajar berbalut seragam putih-abu-abu sedang tersenyum.

Sebuah buku harian juga ditemukan atas nama Julitha. Di dalamnya ada sederet tulisan tangan tertanggal 8 Agustus 2018 berbunyi: “Segala sesuatu ada masanya, apakah itu di laut, darat, maupun di udara.”

Belum diketahui apakah Julitha ada di antara korban hilang atau meninggal dunia.

palu

Pemerintah berencana mendirikan monumen nasional di tempat itu untuk mengenang para korban.

Perlu waktu bertahun-tahun bagi masyarakat untuk membangun kembali, walau mungkin mereka tidak pernah bisa melupakan apa yang diambil dari mereka.

SumberPeta Cincin Api, patahan, dan lempeng tektonik didapat dari USGS, sedangkan angka kepadatan penduduk didapat dari data PBB 2016 ( 625-700km²).

sumber : bbcindonesia.com

Write a Reply or Comment

fourteen − 13 =