GENERASI MILENIAL KUNCI AGEN DAKWAH INOVATIF

Generasi Muslim milenial perlu disiapkan menjadi warga dunia.

JIC, KUDUS — Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) Kementerian Agama menilai generasi milenial memiliki beberapa karakter positif, seperti kreatif, terkoneksi, efektif dan bersemangat. Karakter ini membuat generasi milenial, khususnya generasi Muslim milenial memiliki potensi untuk menjadi agen dakwah yang inovatif.

Direktur PTKI Kemenag Arskal Salim GP, mengatakan generasi Muslim milenial perlu disiapkan menjadi warga dunia (global citizen) yang mengakar kuat pada nilai dan ajaran agama. “Pendekatan pendidikan dan pengajaran agama memiliki peran untuk memberikan pondasi kuat generasi milenial ini mengenai nilai dan ajaran agama. Maka pendekatan ini perlu menyesuaikan dengan konteks kekinian generasi milenial,” ujarnya seperti dilansir dari laman Kemenag, Jumat (14/9).

Pendekatan dan pengajaran agama yang perlu dibangun menurut Arskal adalah pengajaran dengan karakter generasi milenial yang produktif, penuh energi dan semangat dan percaya diri. “Mereka ini (generasi milenial) juga siap dengan perubahan, suka berkolaborasi secara onlinedan lebih banyak menghabiskan waktu dengan ponsel pintar ketimbang computer,” ucapnya.

Dengan karakter demikian, Arskal memaparkan generasi yang lahir pada kisaran tahun 1980 – 2000 an ini tidak lagi merasa tertarik untuk belajar dari buku saja. Untuk meneguhkan nilai keislaman pada generasi milenial misalnya, banyak yang mencari referensi dari sosial media. “Mereka perlu didampingi dan diarahkan dalam hal penggunaan sosial media,” ungkapnya.

Arskal menguraikan fakta terkini menunjukan bahwa jumlah generasi milenial saat ini adalah 32 persen atau Rp 81 juta dari 255 juta penduduk Indonesia pada 2017. Dan jumlah ini akan terus bertambah populasinya hingga 60 persen dari total populasi pada tahun 2020.

Kementerian Agama menurut Arskal juga memiliki tanggung jawab untuk melakukan edukasi kepada generasi milenial. “Mahasiswa PTKI yang juga generasi milenial berjumlah total 802.637 mahasiswa yang tersebar di 744 PTKI baik negeri maupun swasta,” papar Arskal.

Untuk itu, Arskal berpesan, dalam mengelola generasi milenial yang ada di PTKI, perlu dilakukan pelibatan generasi ini pada gerakan keagamaan yang berbasis sosial media. Dengan penguasaan teknologi informasi generasi millenial bisa mengambil peluang-peluang strategis dalam melakukan dakwah Islamiyah yang ramah, toleran, dan damai.

Sementara itu Kasi Kemahasiswaan Kemenag, Ruchman Basori menambahkan pentingnya generasi millenial mendapatkan pemahaman agama dari sumber yang otoritatif. “Mahasiswa harus menjadi garda terdepan untuk memberikan narasi dan idiologi Islam yang moderat dan toleran,” kata Ruchman. Untuk itu mahasiswa harus menjadi sosok yang cerdas dan kritis sehingga mampu melakukan counter narasi dan idiologi pada paham dan gerakan yang intoleran dan radikal.

sumber : republika.co.id

Write a Reply or Comment

seventeen + 8 =