GERHANA TANDA KEKUASAAN ALLAH

JIC – Gerhana Matahari Total (GMT) diprediksi akan menyambangi wilayah Indonesia pada Rabu 9 Maret mendatang. Fenomena alam tersebut sangat menarik perhatian wisatawan mancanegara untuk menyaksikannya secara langsung di Indonesia.

Dahulu pada zaman Nabi Muhammad SAW, peristiwa gerhana matahari pernah juga terjadi. Disebutkan dari Mughirah bin Syu’bah, berkata: Pada masa Rasulullah SAW terjadi gerhana matahari, bertepatan dengan hari meninggalnya Ibrahim (putera Rasulullah). Karena itu orang banyak berkata,” Terjadinya gerhana matahari karena meninggalnya Ibrahim.” Maka, Rasulullah SAW mengingatkan, “Sesungguhnya terjadinya gerhana matahari dan gerhana bulan bukanlah karena kematian atau kelahiran seseorang. Apabila kita melihatnya, maka shalatlah dan berdoalah kepada Allah SWT”.

Pada riwayat lain disebutkan, yang artinya, “Sesungguhnya matahari dan bulan merupakan dua tanda dari tanda-tanda kebesaran Allah. Kedua gerhana itu tidak terjadi karena kematian seseorang dan bukan pula karena hidupnya seseorang. Maka jika kalian melihat peristiwa tersebut berdoalah kepada Allah dan bertakbirlah, serta laksanakan shalat dan bershadaqahlah.”

Terjadinya gerhana merupakan tanda keagungan Allah yang Maha Kuasa, menggerakkan setiap planet di jagat raya ini, untuk saling berada pada satu garis, saat gerhana.

Di dalam ayat disebutkan:

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah malam, siang, matahari dan bulan. Janganlah kalian sujud (menyembah) matahari atau bulan, tapi bersujudlah kepada Allah yang menciptakannya, jika memang kalian beribadah hanya kepada-Nya.” (Q.S. Fushilat [41]: 37).

Pada ayat lain Allah menyatakan:

“Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya. (Q.S. Al-Anbiya [21]: 33).

Begitulah Allah menciptakan alam semesta ini dengan seluruh keteraturannya sebagai bukti keagungan, kebesaran dan kesempurnaan-Nya. Salah satu fenomena alam semesta luar biasa yang Allah tampakkan kepada manusia di antaranya adalah adanya gerhana, saat itu salah satu benda langit menutupi benda langit lainnya.

Termasuk Fenomena Gerhana Matahari (GMT) yang insya-Allah akan menyambangi wilayah Indonesia. Allah bermaksud memberikan pelajaran dengan peristiwa tersebut agar manusia beribadah kepada Allah, menyembah Allah, tidak menyembah matahari atau bulan.

Sumber: Mirajnews.com

Jakarta Islamic Centre

Read Previous

BOCAH TUNANETRA PENGHAFAL 30 JUZ QURAN

Read Next

GERHANA MENAMBAH KEIMANAN KEPADA ALLAH

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

5 × 2 =