GUS MIFTAH: JANGAN HALANGI MEREKA ‘BERMESRAAN’ DENGAN TUHAN (2)

JIC, JAKARTA- Namun, Gus Miftah yang merupakan jebolan pondok pesantren Bustanul Ulum di Lampung Tengah itu mengaku butuh pula nasihat dari ulama lain soal keputusannya.

“Abah Luthfi dari Pekalongan [Habib M Luthfi bin Yahya] yang saya anggap sebagai orang tua sekaligus guru mendukung apa yang saya lakukan. Dia bilang, ‘Terus saja lek, lanjutkan kerjamu lek‘,” ujar Gus Miftah.

Sementara itu, secara terpisah, Wakil Ketua MUI Pusat Zainut Tauhid mengatakan inti dari dakwah adalah mengajak manusia untuk menuju jalan kebaikan.

“Jalan yang diridhoi oleh Allah SWT dengan penuh kebijaksanaan (bil-hikmah), contoh-contoh kebaikan (uswatun hasanah), dan berargumentasi dengan cara yang baik (wajadilhum billati hiya ahsan),” ujar Zainut dalam pesan tertulis yang diterima CNNIndonesia.com, Rabu (12/9) malam.

Atas dasar itu, Zainut pun mengapresiasi apa yang telah dilakukan Gus Miftah yakni berdakwah di tempat-tempat yang identik dengan lokasi hiburan malam.

“Sasaran dakwah itu tidak hanya terbatas kepada kelompok masyarakat yang sudah baik, tetapi juga kepada kelompok masyarakat yang belum baik, bahkan menurut saya justru kelompok ini yang perlu mendapatkan perhatian khusus, misalnya daerah lokalisasi, kampung narkoba, tempat-tempat perjudian, kelab malam atau daerah remang-remang yang penuh dengan kemaksiatan,” tutur Zainut.

Zainut pun menilai seorang alim ulama yang berani melakukan dakwah di tempat-tempat seperti itu menurutnya haruslah didukung.

“Sepanjang dakwahnya dilakukan dengan cara yang benar, manhaj yang shahih, niat yang baik, ihlas dan tidak ada maksud untuk menodai kesucian agama Islam, apalagi maksud untuk memperolok-olok agama sebagai bahan ejekan (istihza’),” kata dia.

Bagi Zainut melakukan dakwah di tempat yang disebut penuh maksiat namun mengabarkan kemuliaan Sang Pencipta justru lebih baik dibandingkan berdakwah di depan komunitas yang baik tapi menyampaikan materi kebencian.

“Menurut saya dakwah di tempat seperti itu nilainya lebih mulia dari pada dakwah di tempat yang baik dengan komunitas yang baik tapi isi dakwahnya penuh dengan ujaran kebencian, fitnah dan mengadu domba antarkelompok masyarakat,” kata Zainut.

sumber : cnnindonesia.com

Write a Reply or Comment

5 + three =