IMAM AL AQSA: TERIMA KASIH BANGSA INDONESIA

polisi-israel-mengambil-posisi-di-atap-al-aqsa-selama-bentrokan-_151006190821-609

JIC – Asia Pasific Community for Palestine dan Majelis Ormas Islam menggelar acara silaturahim dan buka bersama dengan Imam Masjid Al-Aqsa Syekh Ikrimah Sabri. Acara ini diselenggarakan di Hotel Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan, Kamis (9/6).

Pada kesempatan ini, Syekh Ikrimah Sabri berterima kasih dan sangat mengapresiasi usaha yang telah dilakukan umat Muslim Indonesia untuk membela Palestina. Menurut dia, walaupun secara geografis Indonesia dengan Palestina terpisah jauh, namun hal itu tidak menjadi hambatan dan rintangan untuk tetap membantu umat Muslim Palestina.

“Walaupun jauh, tapi Muslim Indonesia memiliki ikatan batin yang kuat dengan Palestina,” ucapnya.

Lalu terkait Masjid Al-Aqsha yang saat ini berada dalam kondisi memprihatinkan, Syekh Ikrimah Sabri mengajak Muslim Indonesia untuk turut serta melindungi masjid yang sangat bermakna dalam sejarah Islam tersebut. “Pertemuan ini bukan sekadar pertemuan fisik, tapi pertemuan hati. Saya berharap semua yang hadir di sini bisa menyatakan kesepakatannya dan bersatu untuk membela Al-quds dan Al-Aqsa,” ujar Syekh Ikrimah Sabri.

Walaupun Islam memiliki banyak mahzab, menurutnya, hal tersebut tidak patut menjadi dinding pembatas untuk bersama-sama melindungi Al-Quds dan Al-Aqsha dari Yahudi. “Meskipun banyak perbedaan dalam Islam, tapi itu tidak penting. Kita tetap harus bersatu untuk melindungi Al-Aqsha,” ujarnya.

Karena keberadaan dan keselamatan Al-Aqsha, kata Syekh Ikrimah Sabri, bukan hanya tanggung jawab Muslim di sana saja. “Tanggung jawab ini ada di seluruh pundak kaum Muslimin,” ucapnya.

Dukungan Indonesia memang tidak pernah habis untuk Palestina. Dukungan itu akan terus mengalir selama penjajahan masih terjadi.

Imam Masjid Al Aqsa, Syeikh Ikrimah Sabri, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas dukungan moril dan materil yang selama ini mengalir dari Indonesia. Ia mengingatkan Palestina merupakan bagian dari umat Islam, dan kewajiban bersama menghilangkan penistaan dan penjajahan yang terjadi.

“Kami bersyukur dan berterima kasih kepada bangsa Indonesia, yang masih mendukung perjuangan Palestina,” kata Syeikh Sabri.

Ia menekankan, dukungan umat Islam secara global sangat dibutuhkan Palestina, termasuk untuk menjaga Masjid Al Aqsa. Maka itu, ia berharap apa yang dirasakan Palestina dapat dirasakan seluruh umat Islam, sehingga bisa sama-sama mengemban tugas menjaga Al Aqsa.

Selain itu, Sabri menegaskan pentingnya peran yang dimiliki media sebagai sebuah kekuatan, agar benar-benar memberitakan apa yang terjadi di Palestina. Karenanya, dibutuhkan wartawan jujur yang berdedikasi tinggi, untuk menyampaikan fakta perlawanan bangsa Palestina.

Dengan bekal kejujuran dan dedikasi, Sabri meyakini media dapat membuka kesadaran dunia dengan menguak fakta-fakta yang terjadi. Terkait itu, ia menekankan kedatangannya ke Indonesia memiliki satu tugas yang serupa, yaitu menyampaikan fakta yang sesungguhnya terjadi.

Imam sekaligus khatib Masjid Al Aqsha Syaikh Ikrimah Sabri mengatakan Masjid Al Aqsha adalah penyatu hati rakyat Indonesia dengan Palestina. Walaupun letak Indonesia sangat jauh secara geografis dengan Palestina namun kedua rakyatnya memiliki ikatan yang dekat karena ikatan Islam.

“Pertemuan kita adalah pertemuan hati dan kami datang dari Al Quds ke Indonesia untuk menyatakan bahwa negri ini adalah bagian dari permasalahan kita. Meskipun ada perbedaan di antara umat Islam tapi perbedaan ini adalah perbedaan yang tidak penting,” katanya, Kamis, (9/6).

Dia mengatakan Umat Islam harus kembali pada persatuan demi Al Quds yang menyatukan hati. Apalagi momennya di bulan Ramadhan yang menjadi bulan ibadah yang penuh kebaikan dan kemenangan.

“Kami berharap kepada Allah SWT agar saudara-saudara di Indonesia dapat menyatakan kesatuan untuk membela Masjid Al Aqsha. Apalagi ini momennya Ramadhan bulan kemenangan,” ujar Ikrimah.

Wakil Ketua Komisi II DPR RI dari FPKS Al Muzzammil Yusuf mengatakan, seluruh fraksi di DPR RI tidak ada yang berbeda soal Palestina. “Kami sepakat mendukung perjuangan kemerdekaan Palestina bahkan di DPR sejak tahun 2009 membentuk Grup Kerja Sama Bilateral (GKSB) untuk Palestina.”

Ia mengaku sempat berkunjung ke Jalur Gaza bersama Ketua DPR periode 2009-2014 Marzuki Ali. “Kami dukung perjuangan Palestina,” ujarnya.

Sumber ; republika.co.id

Write a Reply or Comment

six − 6 =