IMAM BESAR COPENHAGEN, SHALAT DI WISMA DUTA

Bendera Denmark. (Pixabay) (/)

London, JIC —  Perayaan dan shalat Idul Adha yang di KBRI Kopenhagen pada hari Minggu, (11/8) tidak saja dihadiri warga Indonesia yang tinggal di Denmark tetapi juga tamu istimewa, Imam Besar Islamic Cultural Center Copenhagen, Syeikh Khalil Jaffar Mushib.

Dalam tausiyahnya, Imam Jaffar Mushib juga menekankan pentingnya integrasi dalam kehidupan sehari-hari umat Islam, terutama sebagai minoritas di negara-negara Eropa seperti di Denmark.

Imam Jaffar  Mushib juga memimpin doa bagi kemaslahatan seluruh umat Muslim di dunia pada hari yang mulia ini.

“Saya sangat bangga dapat memenuhi undangan Duta Besar Indonesia dan saya merasa  menjadi bagian dari keluarga besar masyarakat Indonesia di Copenhagen. Saya sangat mengagumi rasa persaudaraan dan kekeluargaan masyarakat Indonesia. Sekali lagi, terima kasih telah mengundang saya,” ujarnya.

Duta Besar RI untuk Denmark, M. Ibnu Said mengatakan tidak hanya menjalankan shalat Id, tetapi masyarakat Indonesia di Denmark datang untuk bersilaturahim, serta merasakan kebersamaan antarwarga yang berada jauh dari kampung halaman, ujarnya.

“Untuk itu kami juga menghidangkan santapan khas Idul Adha di nusantara, yaitu ketupat, gulai kambing, tongseng kambing, serta opor ayam,” lanjutnya.

Shalat Idul Adha 1440 H dilaksanakan dengan khidmat, dengan imam Randy Frans Sela, seorang kandidat doktoral di Technical University of Denmark (DTU). Sedangkan khotbah diisi oleh Kun Mahardi, ketua organisasi Indonesian Moslem Society in Denmark (IMSD).

Dalam khotbahnya, Kun Mahardi menekankan arti penting dari Hari Arafah bagi umat Muslim serta berbagai contoh kebaikan yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.  Muslim Indonesia yang hidup sebagai minoritas di Denmark, sangat penting untuk dapat menunjukkan nilai-nilai Islam yang sesungguhnya kepada warga setempat, yaitu Islam yang damai, serta mampu berinteraksi dengan hangat dan terbuka.

Kebersamaan sangat terasa di antara masyarakat yang hadir, tidak hanya untuk beribadah tetapi juga sebagai pelepas rindu dan mempererat silaturahim bagi kalangan masyarakat dan diaspora Indonesia, serta friends of Indonesia di Denmark.

Kusmiyati Jensen, salah seorang warga Indonesia yang sudah 21 tahun tinggal di Denmark menyatakan sangat senang dapat bersilaturahim dengan orang-orang Indonesia lainnya, serta melepaskan rindu akan keluarga di tanah air.

sumber : antaranews.com

Write a Reply or Comment

4 × 4 =