INDUSTRI KEUANGAN SYARIAH DINILAI PUNYA PELUANG BESAR

Industri Keuangan Syariah

JIC – Kepala Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia (BI), Muhammad Anwar Bashori menilai bahwa industri keuangan syariah di Indonesia ke depan memiliki peluang besar untuk bisa bersaing dengan industri keuangan konvensional.

“Anggapan bahwa industri keuangan syariah sulit berkembang itu sebetulnya tidak tepat. Dari sisi data historis saja, pertumbuhan aset bank syariah nasional di atas pertumbuhan aset keuangan syariah global pada saat ekspansif bisa tumbuh rata-rata 40% antara tahun 2008 hingga tahun 2013,” kata Anwar usai menghadiri MoU antara Bank Muamalat Indonesia dengan Bank Bukopin terkait Repo Syariah di Muamalat Tower, Jakarta, Selasa (27/7).

Padahal, kata Anwar, menurut data dari The Banker Survey tahun 2012 menunjukkan bahwa keuangan syariah global tumbuh hanya sekitar 19% saja. “Hal ini didorong pasca terbitnya UU Perbankan Syariah No. 21 tahun 2008 serta masih kuatnya pertumbuhan domsetik pasca terjadi global financial crisis pada tahun 2008,” ujarnya.

Menurut Anwar, hal yang sama berlaku untuk saat ini. Pertumbuhan bank syariah paruh pertama tahun 2016 saja masih bisa mencapai di atas 10%. Meskipun menurut laporan IFSR – Islamic Financial Stability Report 2016, perkembangan keuangan syariah di semua segmen hanya tumbuh satu digit saja.

Sementara dari sisi filosofis, jelas Anwar, pertumbuhan keuangan syariah sesuai dengan noture-nya akan selaras dengan perkembangan sektor riil. “Jika sektor riil tumbuh, maka keuangan syariah akan memasuki fase ekspansi. Sementara jika sektor riil sedang slow down, keuangan syariah akan memasuki fase konsolidasi,” katanya.

Dikatakan Anwar bahwa justru hal inilah yang membedakan antara keuangan syariah dengan keuangan konvensional. Menurutnya, keuangan konvensional sering berlawanan arah dengan sektor riil yang akhirnya mengakibatkan ketidakstabilan.

Lebih jauh, ia menambahkan bahwa dari sisi fiskal sendiri, keuangan syariah khususnya penerbitan sukuk terhadap pembiayaan APBN juga terus meningkat, baik dari sisi nilai, maupun inovasi ragam instrumen.

“Bahkan, eksistensi keuangan syariah semakin diakui dunia dan menjadi salah satu benchmark bagi pengembangan keuangan syariah global. Mislanya Global Islamic Finance Report (GIFR) London yang mengeluarkan Islamic Financy Country Index selalu menempatkan keuangan syariah Indonesia dalam 10 besar dunia,” pungkasnya.

Sumber : www.mirajnews.com

Write a Reply or Comment