INI ADAB YANG HARUS KITA LAKUKAN SAAT BERZIKIR

JIC – Berzikir merupakan salah satu ibadah untuk mendekatkan diri kita kepada Allah SWT. Membaca kalimat zikir adakalanya dilakukan dengan hati dan adakalanya dengan lisan , tetapi yang lebih utama bila dilakukan dengan hati dan lisan secara bersamaan. Orang yang melakukan zikir dianjurkan dalam keadaan paling sempurna. Orang yang melakukan zikir dianjurkan dalam keadaan paling sempurna.

Namun tahukah kamu bagaimana adab dalam berzikir? Jika ia sambil duduk disuatu tempat, hendaklah menghadapkan dirinya ke arah kiblat dan duduk dengan sikap yang penuh rasa khusyuk, merendahkan diri, tenang, anggun dan menundukan kepala.

Jika ia melakukan zikir bukan dengan cara tersebut diperbolehkan dan tidak makruh bila hal tersebut dilakukannya karena uzur. Tetapi jika tanpa uzur, berarti ia meninggalkan hal yang paling afdal. Dalil yang menyatakan tidak makruh ialah firman Allah SWT yang artinya :

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, yaitu orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi. (Q.S Ali-Imran : 190-191).

Zikir merupakan hal yang dianjurkan dalam semua keadaan, kecuali dalam keadaan yang dikecualikan diantaranya ialah makruh melakukan zikir ketika sedang duduk menunaikan hajat, ketika sedang melakukan persetubuhan, ketika khutbah sedang dilakukan (bagi orang yang mendengar suara khatib), ketika sedang berdiri dalam salat (mengingat keadaan seperti ini menuntut orang yang bersangkutan sibuk dengan bacaan Alqurannya) dan ketika mengantuk. Tetapi tidak makruh melakukan zikir di jalan.

Tempat yang digunakan untuk berzikir hendaknya sepi dari hal-hal yang dapat menganggu hati dan di tempat yang bersih. Sesungguhnya hal tersebut lebih utama dalam menghormati zikir dan yang dizikiri. Karena itu zikir di dalam masjid-masjid dan tempat-tempat terhormat merupakan hal yang terpuji.

Yang dimaksud dengan zikir ialah kehadiran hati, hal inilah yang hendaknya merupakan tujuan utama bagi yang ingin melakukan zikir. Ia harus berusaha keras untuk merealisasikannya, memikirkan makna zikir yang dibacanya dan memahami maknanya. Memikirkan makna zikir ketika sedang melakukannya merupakan hal yang dianjurkan. Sebagaimana dianjurkan pula ketika sedang membaca Alquran, mengingat keduanya mempunyai tujuan yang sama. Karena itu, menurut pendapat yang sahih dan terpilih, orang yang berzikir disunahkan memanjangkan ucapannya dalam mengucapkan kalimat Laa Ilaaha Illallaah (tidak ada Tuhan selain Allah). Dikatakan demikian karena didalamnya terkandung kesempatan untuk memikirkan maknanya.

Diriwayatkan di dalam kitab Shahih Muslim melalui Abu Dzar r.a yang menceritakan bahwa Rasulullah SAW.

“Maukah aku ceritakan kepadamu tentang kalam (zikir) yang paling disukai oleh Allah SWT? Sesungguhnya kalam yang paling disukai oleh Allah ialah ‘Mahasuci Allah dan dengan memuji kepadaNya”.

Sumber : gomuslim.co.id

Jakarta Islamic Centre

Read Previous

SUNAH RASULULLAH SAW MENYAMBUT KELAHIRAN BUAH HATI

Read Next

HADIRILAH DO’A, DZIKIR & MUHASABAH MALAM TAHUN BARU DI JIC

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

10 − ten =