INI ALASAN IMAM BESAR AL-AZHAR JADI TOKOH MUSLIM PALING BERPENGARUH DI DUNIA

Grand Syekh Al Azhar kunjungi Indonesia

JIC, Jakarta — Sejumlah tokoh, politisi, guru besar, hingga sosok terkemuka lain di bidang seni, budaya dan olahraga masuk jajaran tokoh muslim berpengaruh di dunia. Hal ini berdasarkan rilis dari The Royal Islamic Strategis Studies Centre atau Pusat Studi Strategis Kerajaan Islam (Lembaga peneliti independen) yang berafiliasi dengan Pemikiran Islam Royal Aal al-Bayt.

Imam Besar al-Azhar Kairo, Mesir, Ahmad Muhammad al-Tayyeb menempati posisi pertama tokoh muslim yang paling berpengaruh di dunia pada 2018. Lalu di posisi keduda ada nama Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al-Saud disusul Raja Yordania Abdullah II bin Al Hussein di posisi ketiga.

Syeikh al-Tayyeb yang berusia 71 tahun menempati jabatan tertinggi Syaikh Besar Al-Azhar menggantikan Syaikh DR Muhammad Sayyid Thanthawy yang wafat pada 2010. Terpilihnya al-Tayyeb dalam posisi pertama ini karena memiliki pengaruh ilmiah yang besar sebagai intelektual Islam Sunni terkemuka yang mencakup ranah global.

Kiprahnya di dunia pendidikan pun turut menjadi faktor utama dipilihnya dia untuk menduduki posisi ini. Al-Tayyeb pernah menjabat sebagai dekan fakultas studi Islam di Aswan dan fakultas teologi di Universitas Islam Internasional di Pakistan. Dia juga mengajar di universitas di Arab Saudi, Qatar, dan Uni Emirat Arab sebelum kemudian menjadi Imam Besar Al-Azhar.

Selain di bidang pendidikan, dia pun memiliki peran di bidang politik. Selama bertahun-tahun, Mesir sempat menghadapi ketidakpastian dan kekacauan politik yang kemudian menyebabkan digulingkannya Muhammad Mursi dari jabatannya sebagai presiden Mesir.

Saat itu, al-Tayyeb menjadi tokoh yang mengupayakan mediasi antara Mursi dan pihak-pihak yang berseberangan agar krisis politik tersebut segera berakhir. Al-Tayyeb sebagai imam besar dari institusi paling dihormati di Mesir itu beberapa kali berhasil menyatukan berbagai kekuatan politik sejak pergolakan terjadi pada 2011 lalu.

Meski proses rekonsiliasi yang diawasi oleh imam besar itu tidak berhasil, namun al-Tayyeb berhasil membawa Mursi dan pihak oposisi duduk bersama untuk membicarakan pendirian masing-masing. Kudeta tersebut kemudian diakhiri dengan turunnya Mursi dari jabatan yang digantikan oleh Abdul Fatah al-Sisi.

Salah satu pemikiran al-Tayyeb yang terkenal adalah dirinya menginginkan bersatunya rakyat muslim dan penganut kristen koptik di Mesir. “Persatuan antara umat muslim dan penganut Kristen koptik di Mesir adalah sesuatu yang amat penting,” katanya seperti dilansir dari publikasi The Muslim 500, Rabu (08/11/2017).

Dalam deretan 50 tokoh itu, ada sejumlah nama yang berasal dari Indonesia. Beberapa diantaranya seperti nama Presiden Joko Widodo yang menduduki urutan ke-16 dan Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj berada dalam urutan ke-20. Lalu Rais Am Jamiyah Ahlu Thariqah al Mu’tabarah an Nahdiyah Habib Muhammad Luthfi bin Yahya menjadi tokoh yang menduduki urutan ke-41.

Ada sejumlah persyaratan yang bisa menjadi tolok ukur sebagai tokoh berpengaruh. Model yang digunakan dengan menggabungkan kombinasi matriks sosial, opini, dan pandangan para ahli. Pengaruh yang diberikan bisa berupa pemahaman keyakinan yang biasa dilakukan pemuka agama serta dapat memberikan perubahan signifikan bagi kaum muslim dunia.

Sumber ; gomuslim.co.id

Write a Reply or Comment