INI TIPS MUDAH LUNASI UTANG DALAM ISLAM

JIC – Utang piutang merupakan perkara yang dibolehkan dalam Islam. Bahkan seseorang yang memberikan pinjaman kepada mereka yang sangat membutuhkan akan bernilai pahala karena membantu sesama.

Namun pada kenyataannya, banyak orang yang kemudian berutang akan tetapi tidak memiliki kemampuan untuk mengembalikannya. Padahal membayar utang merupakan sebuah kewajiban terutama bagi mereka yang meminjam.

Dari Ibnu ‘Umar, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Barangsiapa yang mati dalam keadaan masih memiliki hutang satu dinar atau satu dirham, maka utang tersebut akan dilunasi dengan kebaikannya (di hari kiamat nanti) karena di sana (di akhirat) tidak ada lagi dinar dan dirham.” (HR. Ibnu Majah no. 2414. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih). Ibnu Majah juga membawakan hadits ini pada Bab “Peringatan keras mengenai utang.

Hadits di atas menegaskan bahwa barang siapa yang memiliki utang selama hidup di dunia, haruslah segera dilunasi. Sebab hal tersebut akan menjadi salah satu kunci utama kemudahan kita ketika berada di kehidupan akhirat.

Sebagimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Barangsiapa yang ruhnya terpisah dari jasadnya dan dia terbebas dari tiga hal: [1] sombong, [2] ghulul (khianat), dan [3] utang, maka dia akan masuk surga.” (HR. Ibnu Majah no. 2412. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih). Ibnu Majah membawakan hadits ini pada Bab “Peringatan keras mengenai hutang.

Lalu bagaimanakah cara melunasi utang yang sesuai menurut syariat Islam? Berikut tipsnya:

  1. Niat

Niatkan di dalam hati bahwa kamu benar benar memiliki niatan untuk segera melunasi dan membayar utang yang dimiliki. Sebab dari niat inilah Allah akan melihat kesungguhan kamu.

Terkadang ada orang yang bahkan sama sekali tidak berniat membayar utang yang mereka memiliki dan berdalih serta banyak alasan. Padahal, yang demikian ini sesuangguhnya akan menyulitkan mereka. Jika kita berniat maka Insyaallah akan dimudahkan jalannya. Sebagimana dalam hadits yang menyebutkan bahwa ‘sesungguhnya amal itu tergantung pada niat‘.

  1. Doa

Sahabat, doa adalah yang paling mustajab agar kesulitan dapat dimudahkan oleh Allah SWT dalam penyelesaiannya. Bahkan, tidak sedikit dari yang berutang memiliki kesulitan untuk membayarnya. Berdoalah kepada Allah, mintalah kepada-Nya kemudahan agar dalam menyelesaikan utang.

  1. Segera lunasi utang/Tidak menunda-nunda

Berutang lebih baik kita hindari jika bisa. Namun sekarang ini kebanyakan orang justru memilih berutang untuk sebuah modal atau untuk mengatasi kekurangan dana. Jika utang biasa tanpa bunga tidak menjadi soal. Namun yang menjadi masalah adalah jika utang itu mengandung unsur riba. Jelas, ini dilarang dalam Islam. Penerima dan juga pemberi riba akan tetap mendapat dosa. Jadi lebih baik tidak dilanjutkan.

Bagi yang memiliki pinjaman riba dan sudah memiliki dana, lebih baik jika segera dilusasi. Allah SWT tidak menyukai hamba Nya yang menunda-nunda bayar utang, jadi wajib untuk segera dibayar jika sudah ada kemampuan.

Jangan sampai dana yang sudah ada malah digunakan untuk keperluan lain. Jika perlu, simpan dana untuk melunasi utang di tempat yang sulit untuk diambil sehingga tidak tergiur untuk menguranginya. Saat ada dana dan kemampuan untuk terlepas dari riba, segeralah lakukan agar hidup lebih terasa tenteram tanpa bayangan riba.

  1. Hidup sederhana

Tak bisa dipungkiri bahwa keinginan untuk hidup mewah tentunya akan membuat seseorang tak tanggung-tanggung untuk melakukan transaksi utang besar-besaran sehingga cenderung untuk terbelit riba. Maka dari itu hiduplah sesuai dengan kebutuhan serta kemampuan yang kamu miliki seperti dalam fungsi iman kepada Allah. Buat apa hidup mewah kalau hidup harus menanggung banyak utang.

  1. Jangan haus dunia

Harta dan duniawi merupakan hal yang amat menggoda. Banyak manusia yang hanyut dan terlena akan kehidupan duniawi. Sehingga mereka menganggap bahwa hanya ada kehidupan duniawi saja yang ada, padahal setelahnya masih ada kehidupan akhirat yang lebih kekal dan abadi. Karenanya mereka hanya memikirkan urusan dunia, harta, jabatan dan tahta saja. Ketika merasa kehidupan dunianya tidak cukup maka mereka akan berusaha mencukupinya dengan berutang, tentu hal inilah yang akan semakin membuat seseorang terjerumus kedalam utang.

  1. Prihatin

Sahabat, cobalah untuk hidup prihatin. Mengerti dan menerima keadaan yang ada. Bersyukur adalah kunci utama. Dengan bersyukur, keinginan terhadap sesuatu dapat ditahan. Karena sesungguhnya Allah memberikan apa yang kita butuhkan bukan apa yang kita inginkan.

Prihatin merupakan bagian dan cara untuk hidup apa adanya. Bahkan, dengan mensyukuri apa yang dimiliki, sekali pun kita berlebih dalam memiliki harta namun jangan sampai membuat diri kita menjadi menjalani hidup yang berfoya foya. Serta menghambur hamburkan harta yang dimiliki. Hingga pada akhirnya harus berutang karena harta yang dimiliki tidak cukup akibat sudah di hambur hamburkan.

Karena itu, tanamkan sikap prihatin ini, sehingga meskipun anda memiliki harta banyak namun tetap harus hidup dengan prihatin.

  1. Berusaha untuk melunasi utang

Jika kita hanya berdiam diri saja, maka tentu utang tidak akan lunas dengan sendirinya. Apakah ada orang yang akan sukarela melunasi utang kita? Tentu saja tidak. Sebab, hanya diri kita yang bertanggung jawab atas utang kita. Karenanya, keberadaan utang harus membuat kita berusaha dan bekerja lebih keras lagi agar dapat segera melunasi utang tersebut.

  1. Perbanyak istighfar

Islam memang tidak melarang adanya utang piutang, namun jika utang tersebut dalam bentu riba maka hal tersebut akan dilarang. Baik yang memberi ataupun berhutang riba sama sama menanggung dosa dan laknattullah. Oleh sebab itu, selalu mohon ampun kepada Allah SWT, dengan selalu beristighfar.

  1. Ubah gaya hidup

Setiap manusia memiliki gaya dan standar hidup masing-masing. Namun ada juga yang malah memiliki penghasilan pas-pas an, tapi gaya hidup dan seleranya tinggi. Pastilah mereka-mereka ini yang akan selalu terjebak pada utang, sebab jika penghasilam tidak mencukupi, dari mana lagi cara untuk memenuhi standar hidup mereka jika bukan dari berutang.

10. Melepas diri dari utang

Utang adalah sesuatu yang akan menjerat dan mengikat. Karena itu, tidak ada jalan lain selain daripada kamu melepaskan diri dari jerat utang. Meskipun sulit, namun ini bisa dilakukan secara perlahan. Asalkan kamu berusaha dan jangan sampai terjerumus kembali jika suatu hari nanti sudah bisa lepas dari utang.

  1. Bersedekah

Bersedekah merupakan amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam. Sedekah akan menjadi jalan kemudahan rezeki yang telah Allah tetapkan kepada kita. Dengan bersedekah, kita juga bisa menahan diri untuk melakukan utang piutang.

Memiliki utang tentu saja bukan menjadi penghalang untuk tetap bersedekah. Kita tentu berharap dengan sedekah inilah pertolongan Allah akan semakin dekat. Sehingga Allah memudahkan jalan untuk melunasi utang. Sisihkan sebagian penghasilan untuk bersedekah.

Demikian, semoga bermanfaat dan kita semua senantiasa terjaga dari masalah utang piutang, apalagi sampai terjerat dengan riba. Naudzubillah.

Sumber : gomuslim.co.id

Jakarta Islamic Centre

Read Previous

BULGARIA DILARANG DEPORTASI PENGUNGSI UIGHUR

Read Next

‘PUTRA AMROZI, PELAKU BOM BALI 1: ‘SAYA TAK INGIN ANAK SAYA SEPERTI SAYA, SEMPAT MERASA SEPERTI SAMPAH DAN DIKUCILKAN’

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

two × 5 =