PERAN STRATEGIS MAJELIS TAKLIM

majelis taklim JIC

JIC – Ada beberapa hal menarik dalam perkembangan kehidupan keagamaan di masyarakat belakangan ini. Salah satu bentuk perkembangan keagamaan khususnya dalam pembinaan umat adalah “lembaga” Majelis Taklim. Majelis Taklim merupakan salah satu lembaga pendidikan non formal yang mempunyai fungsi dan peranan dalam pembinaan umat, sebagai taman rekreasi rohaniah dan ajang dialog serta silaturahmi antara ulama, umara dengan umat. Majelis Taklim diharapkan dapat berkembang bersama dengan lembaga pendidikan lainnya.

Sedangkan model pendidikan di majelis taklim diharapkan dapat menawarkan sebuah solusi dari problematika yang dihadapi umat di antaranya berupa tantangan akibat kemajuan teknologi, masalah hubungan sosial, masalah pembinaan keluarga dan masalah pendidikan anak (Zakiah Daradjat, 1980:9-11).

Posisi strategis majelis taklim yang berdiri sejajar dengan lembaga pendidikan lainnya seperti sekolah, madrasah atau pesantren menempatkan dirinya mengakar di masyarakat. Sehingga peranannya sebagai sarana pembinaan umat sangatlah penting. Dapat diprediksikan jika seandainya umat Islam hanya terikat dengan pendidikan formal yang terbatas pada lembaga sekolah atau madrasah saja, maka banyak celah yang tidak tertutupi. Untuk itu majelis taklim berperan sebagai pembinaan umat alternatif yang ada di masyarakat.

Potensi dan peran strategis majelis taklim hendaknya didukung dengan manajemen yang baik, SDM yang professional (ahli dalam bidangnya) dan kurikulum yang sistematik dan berkesinambungan. Karena realita yang ada banyak majelis taklim yang dikelola apa adanya, SDM yang lemah serta pola pengajaran dan pembelajaran yang tidak sistematik, akibatnya terjadi ketidakteraturan dan tumpang tindih antara ustadz/ustadzah yang satu dengan yang lainnya dalam penyampaian materi taklim.

Inilah beberapa fungsi dan tujuan majelis taklim secara garis besar:

  1. Sebagai tempat belajar mengajar;
  2. Sebagai lembaga pendidikan dan keterampilan;
  3. Sebagai wadah berkegiatan dan berkreativitas;
  4. Sebagai pusat pembinaan dan pengembangan;
  5. Sebagai jaringan komunikasi, ukhuwah dan wadah silaturahim.

Sumber: Manajemen dan Silabus Majelis Taklim_JIC

Jakarta Islamic Centre

Read Previous

KHALWAS, SEKOLAH QUR’AN TRADISIONAL BANTU SUDAN BERANTAS BUTA HURUF

Read Next

BERIHSANLAH!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

18 + fifteen =