INILAH TATA CARA SHALAT GERHANA

INILAH TATA CARA SHALAT GERHANA

JIC – Dalam menyambut datangnya fenomena alam yang diprediksi akan terjadi pada hari Rabu (09/03) yaitu Gerhana Matahari Total (GMT). Maka setiap muslim diperintahkan untuk melakukan shalat gerhana sesuai dengan hadis Rasulullah.

Dari Abu Bakrah berkata: Kami pernah duduk-duduk bersama Rasulullah lalu terjadi gerhana matahari, maka Nabi berdiri dan menarik selendangnya sehingga masuk ke dalam masjid, Beliau lalu mengimami kami shalat dua rakaat hingga matahari Nampak bersinar. Setelah itu beliau bersabda: “Sesungguhnya gerhana matahari dan bulan tidak terjadi karena sebab kematian seseorang. Jika kalian melihat gerhana matahari dan bulan maka dirikanlah shalat dan banyaklah berdoa hingga selesai gerhana itu. (HR. Imam Bukhari)

Tata cara shalat Gerhana Matahari.

Shalat dimulai ketika terjadinya gerhana dan panggilan bukan dengan adzan dan iqamah melainkan dengan As-Sholatu Jamiah. Shalat boleh dilakukan di masjid dan berjamaah, boleh juga dilakukan sendirian di rumah. Shalatnya dua rakaat, disetiap rakaatnya dua kali rukuk dan dua kali sujud.

Imam memimpin shalat sebagaimana biasa dan membaca ayatnya dengan suara sir (pelan). Setelah membaca al-Fatihah, dilanjutkan dengan bacaan surah yang panjang, jika memungkinkan surah al-Baqarah. Setelah membaca surah kemudian rukuk, rukuknya panjang idealnya sepanjang orang membaca 100 ayat. Jika tidak mampu maka boleh dikurangi.

Setelah rukuk berdiri I’tidal, membaca lagi ayat /surah, namun jumlah ayat yang dibaca lebih pendek dari yang pertama, idealnya surah al-Imran. Jika sulit boleh memilih surah yang lain. Setelah membaca surah rukuk kembali. Rukuknya juga panjang namun lebih pendek dari rukuk pertama. Idealnya sepanjang orang membaca 80 ayat. Bacaan rukuknya sama seperti shalat lainnya. Setelah rukuk, berdiri I’tidal dengan tuma’ninah, langsung sujud. Sujudnya panjang, idealnya sepanjang orang membaca 100 ayat, boleh juga kurang dari itu.Duduk diantara dua sujud, sujud lagi sebagaimana biasa, namun lama sujudnya lebih pendek dari yang pertama. Idealnya 80 ayat.

Kemudian berdiri untuk rakaat yang kedua. Rakaat kedua sama dengan rakaat pertama, perbedaanya terletak pada bacaannya yang lebih pendek. Idealnya seperti ini: surah yang dibaca 4 surah di antaranya: al-Baqarah, al-Imran, an-Nisa, dan al-Maidah. Jika tidak bisa maka boleh memilih surah-surah yang lain atau kumpulan ayat-ayat tertentu. Untuk sujud dan rukuk di rakaat kedua lamanya adalah kisaran orang yang membaca 70 dan 50 ayat. Boleh juga kurang dari ini dengan jumlah yang seimbang.

Setelah sujud yang ke-4, duduk tahiyyat dan salam. Usai shalat berdoa, dan berdzikir dengan istighfar dan takbir. Setelah itu khatib berdiri untuk melakukan khutbah shalat gerhana. Waktu khutbah tidaklah lama. Usai khutbah, jamaah dianjurkan untuk bersedekah.

Hikmah

Saat Gerhana Matahari kita diperintahkan untuk taqarub (mendekatkan diri kepada Allah SWT). Ketika matahari tertutup sinarnya maka bumi menjadi gelap, dan bila matahari tidak menampakkan sinarnya kembali, manusia akan mengalami kegelapan di muka bumi dan ini menjadi malapetaka bagi umat manusia. Oleh karena itu, kita sebagai umat Islam diperintahkan agar mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui shalat dan istighfar. Semoga kita digolongkan ke dalam golongan khusnul khotimah. Aamiin.

Write a Reply or Comment

fifteen − 3 =