Warning: getimagesize(http://islamic-center.or.id/wpmigrate/wp-content/uploads/2011/05/bank syariah.jpg): failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/islamicc/public_html/wp-content/plugins/wp-open-graph/output.class.php on line 306

Jadikan BANK SYARIAH sebagai Mitra Franchise

Bank-bank syariah siap mendukung pengembangan bisnis waralaba. Grafik pertumbuhan bisnis waralaba atau franchise selalu meningkat setiap tahunnya. Pertumbuhan bisnis ini pada tahun 2010 mencapai 20 persen (menjadi Rp. 114,64 triliun) dibandingkan tahun 2009 sebesar Rp 95 triliun dan 2008 sebesar Rp 81 triliun. Melihat angka tersebut, maka tak heran jika perbankan konvensional menggarap bisnis ini dalam hal pembiayaannya.

Bank-bank syariah siap mendukung pengembangan bisnis waralaba. Grafik pertumbuhan bisnis waralaba atau franchise selalu meningkat setiap tahunnya. Pertumbuhan bisnis ini pada tahun 2010 mencapai 20 persen (menjadi Rp. 114,64 triliun) dibandingkan tahun 2009 sebesar Rp 95 triliun dan 2008 sebesar Rp 81 triliun. Melihat angka tersebut, maka tak heran jika perbankan konvensional menggarap bisnis ini dalam hal pembiayaannya.

Sementara perbankan syariah adalah pemain baru dalam bisnis ini. Mereka baru mulai menjajaki bisnis ini dan didukung oleh Direktorat Perbankan Syariah Bank Indonesia.

Dalam hal ini, Bank Indonesia berperan sebagai jembatan bagi mereka. Caranya dengan melakukan penjajakan kerja sama pembiayaan usaha antara pelaku usaha franchise dan iB perbankan syariah melalui forum business matching (penjajakan kerja sama).
Bank Indonesia memasilitasi per temuan antara kebutuhan pembiayaan di sisi pengusaha dan alternatif pembiayaan berbasis kemitraan yang ditawarkan oleh bank syariah.

Penjajakan tersebut dilaksanakan di Gedung Bank Indonesia pekan lalu. Dalam forum tersebut hadir lima bank syariah yang telah siap dengan fasilitas pembiayaan yang sudah dikemas khusus bagi pengembang bisnis franchise maupun business opportunity (BO). Kelima bank tersebut adalah Bank Muamalat Indonesia, Bank Syariah Mandiri, Bank BNI Syariah, BRI Syariah, dan Bank Danamon Syariah. Direktur Direktorat Perbankan Syariah Bank Indonesia, Mulya E Siregar, dalam acara Penjajakan Kerja Sama Pembiayaan Usaha antara Pelaku Usaha Franchise dengan iB Perbankan Syariah, mengatakan pertemuan awal tersebut bertujuan untuk membuat perkenalan antarkedua belah pihak. “Jika sudah mengenal diharapkan akan ada kerja sama yang terjalin, mereka bisa bermitra,“ ujarnya.

Dengan terjalinnya kerja sama tersebut, lanjutnya, semoga akan dapat mendorong semangat kewirausahaan melalui pengembangan bisnis franchise yang didukung oleh perbankan syariah.

Untuk menindaklanjuti penjajakan kerja sama tersebut, perbankan syariah mengikuti pameran International Franchise, License and Business Consept Expo and Conference (IFRA) dan Indonesian Financial Expo and Forum (IFEF). Pameran IFRA dan IFEF tahun 2011 ini diselenggarakan di Jakarta, 17-19 Juni 2011.

Bank Indonesia bersama dengan lima bank syariah hadir pada kedua events tersebut, dengan menampilkan iB paviliun bertema iB Mitra Franchise (Untuk Franchise dan Business Opportunity) dan iB Financial Freedom.

Menurut Mulya, komitmen perbankan syariah yang didukung oleh Bank Indonesia untuk memajukan sektor UKM, termasuk bisnis franchise atau waralaba sangatlah tinggi. Dengan skema pembiayaan bank syariah yang didasarkan kepada prinsip kemitraan yang saling menguntungkan, sejatinya bank syariah memiliki spirit yang sama dengan pola kemitraan yang selama ini juga sudah diterapkan dalam bisnis waralaba.

Dengan prinsip kemitraan ini, lanjutnya, maka investor didudukkan pada posisi yang sederajat oleh bank syariah. Dan kerja sama usaha dilakukan dalam semangat untuk berkembang secara bersama-sama, menjadi besar secara bersama-sama.

Ketua Tim Pengembangan Perbankan Syariah Direktorat Perbankan Syariah Bank Indonesia, Ahmad Buchori, menjelaskan karakter bisnis waralaba berbasis kemitraan antara franchisor dan franchisee-nya.
Sementara Bank syariah hadir dengan sistem bagi hasil kemitraan. Ini sangat sesuai (in line) dengan karakter bisnis waralaba. “Kemitraan itu fair, memahami, memberi solusi, membantu untuk berkembang, membimbing, memudahkan, meringankan,“ ujarnya.

Untuk menjalin kerja sama dengan franchise, perbankan syariah bisa menyediakan pembiayaan untuk para pemberi waralaba (franchisor) dan penerima waralaba (franchisee). Untuk pengembangan usaha pemberi waralaba, perbankan syariah bisa memberikan pembiayaan dalam hal ekspansi outlet oleh franchisor sendiri, ekspansi outlet dengan pola build and transfer, peningkatan kapasitas produksi (production center, distribution center, training center, perangkat TI, kendaraan usaha, dan lainnya). Bisa juga untuk pengembangan side business (brand lain) dan pengembangan usaha franchisee.

Fasilitas pengembangan usaha franchisor adalah pembiayaan dengan prinsip kemitraan, bagi hasil sesuai perkembangan usaha.
Skema pembiayaan fleksibel sesuai kebutuhan pengadaan ruang usaha, pembelian barang modal dan inventory, all in one, dan lainnya).

Kemitraan meliputi ekspansi outlet sendiri, peningkatan kapasitas produksi dan pola build and transfer. Porsi bagi hasil yang fair, hingga 60:40 bagi pengusaha. Sharing modal awal hanya 20 persen dari total pembiayaan. Ruang usaha yang sudah ada (milik sendiri) bisa diperhitungkan sebagai sharing modal awal.
Plafon kemitraan fleksibel sesuai kebutuhan, mulai Rp.50 juta sd Rp.100 miliar. Fasilitas pengembangan usaha franchisee (program karyawan berbisnis). Di antaranya karyawan berpenghasilan tetap, baik diajukan secara individu ataupun secara kolektif, paket pembiayaan “all in one“, meliputi pengadaan ruang usaha, pembelian barang modal, infrastruktur, inventory dan franchise fee, paket pembiayaan untuk take over franchise dari franchisor yang sudah bekerja sama dengan bank syariah, paket pembiayaan terpisah untuk pengadaan ruang usaha, pembelian barang modal, inventory, pembelian kendaraan usaha/operasional, dan lainnya.

Plafon pembiayaan fleksibel sesuai kebutuhan, mulai Rp 2 juta sampai Rp. 100 juta.
Masa pembiayaan mulai 12 bulan hingga 15 tahun. Skema pembiayaan fleksibel sesuai kebutuhan, bisa pola kemitraan bagi hasil (porsi bagi hasil bisa 60:40 bagi pengusaha, sharing modal awal hanya 20 persen dari total pembiayaan). Untuk pengguna Kartu Kredit iB dan Multijasa iB, bebas agunan. Plafon sampai Rp 20 juta.

Fasilitas pengembangan usaha franchisee (program mompreneur). Program ini bisa dimanfaatkan oleh ibu rumah tangga yang tidak bekerja bisa mewujudkan impian bisnisnya. Wanita bekerja sama dengan program karyawan berbisnis. Untuk wanita tidak bekerja, suami adalah karyawan berpenghasilan tetap atau memiliki usaha dengan kinerja dan reputasi yang baik. Untuk pengguna Kartu Kredit iB dan Multijasa iB, bebas agunan untuk nilai franchise/plafon pembiayaan sampai Rp 20 juta.

Paket “Emas Produktif“, emas perhiasan atau logam mulia dapat dijadikan agunan.
Paket pembiayaan “all in one“, meliputi pengadaan ruang usaha, pembelian barang modal, infrastruktur, inventory dan franchise fee. Paket pembiayaan untuk take over franchise dari franchisor yang sudah bekerjasama dengan bank syariah. Paket pembiayaan terpisah untuk pengadaan ruang usaha, pembelian barang modal, inventory, pembelian kendaraan usaha/operasional, dan lainnya.

Plafon pembiayaan fleksibel sesuai kebutuhan, mulai Rp 2 juta sampai Rp 100 juta.
Masa pembiayaan mulai 12 bulan hingga 15 tahun. Skema pembiayaan fleksibel sesuai kebutuhan, bisa pola bagi hasil. (republika)

Jakarta Islamic Centre

Read Previous

Silaturahim ‘Mencegah Kebangkrutan Nasional’

Read Next

Berharap pada Radio Dakwah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

sixteen − nine =