JARIR BIN ABDULLAH AL-BAJALI SANG TENTARA PILIHAN (PART I)

Jarir bin Abdullah Al- Bajali

JIC – Jarir bin Abdullah Al- Bajali masuk Islam pada tahun 9 H, ketika orang berbondong-bondong datang kepada Nabi Muhammad untuk menyatakan keislamannya. Dari Jarir cukup mendapat perhatian dari Rasulullah, seperti yang diungkapkannya sendiri, “Selama aku mendampingi Rasulullah, beliau selalu memberi senyum bila menatapku.”

Tugas pertamanya sebagai muslimin adalah menghancurkan berhala sesembahan masyarakat jahiliyah, yaitu berhala Dzul Khalashah, yang terletak di Tubalah, kira-kira tujuh hari perjalanan dari Makkah. Berhala berbentuk burung itu terletak di rumah suci yang di sebut Ka’bah Yamaniyah (Ka’bah Utara) dan menjadi sesembahan Bani Khats’am, Bajilah, Daus dan Hamazin.

Tugas itu dilaksanakan dengan baik. Berhala dan kuil dihancurkan, dan dia kembali dengan selamat ke Makkah bersama pasukannya sebanyak 150 tentara muslim dalam keadaan selamat. Untuk mereka, Rasulullah memohonkan kebaikan kepada Allah SWT.

Ketika Rasulullah wafat, Jarir tengah melaksanakan tugas dari Rasulullah, yaitu mengajak Dzilkulla dan Dzi Amru, pemimpin kaum penyembah berhala Nasr, masuk Islam. bahkan dia tengah berada di tengah-tengah kaum tersebut. kabar kematian kekasih Allah itu dia teruskan kepada Dzi Amru  dan dia sendiri langsung kembali ke Madinah.

Ketika sampai di Madinah, Jarir menemui Abu Bakar, yang telah diangkat sebagai khalifah, yang kemudian menugasinya untuk kembali ke Yaman, melawan kemurtadan dan nabi palsu yang melanda di sana. Yang membandel dibunuh, dan lainnya diusir.

Usaha pengusiran kaum murtadin dan nabi palsu itu makin gencar setelah Jarir dan pasukannya bergabung dengan tentara muhajirin yang dikirim belakangan oleh khalifah dari Madinah. Kemenangan telah menanti mereka hingga langkahnya sampai di Shan’a, kini ibu kota Yaman. Jarir melaksanakan semua tugas mulia itu dengan keteguhan luar biasa. Padahal sebagian besar anggota kabilahnya, Bani Bajilah, murtad.

Selanjutnya, di bawah komando panglima Khalid bin Walid, Jarir bergabung dalam pasukan yang menuju Syam, menghadapi tentara Bizantium. Khalid bahkan memasukkan Jarir ke dalam kelompok “100 tentara pilihan”, yang siap tempur satu lawan satu dengan musuh. Itu terjadi dalam perang Yarmuk. Dalam setiap duelnya dia dengan mudah selalu menang, sehingga nama Jarir pun melambung.

Bersambung…

Sumber: alkisah

Jakarta Islamic Centre

Read Previous

KH. LATIFUDIN – CERAMAH TARAWIH 2011

Read Next

JARIR BIN ABDULLAH AL-BAJALI SANG TENTARA PILIHAN (PART II)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

10 + 8 =