JELANG LEBARAN, POLDA JAWA TIMUR SIAPKAN 2.100 PERSONIL AMANKAN ARUS MUDIK

JIC – Ditlantas Polda Jatim menyiapkan 2100 personel jelang Operasi Ketupat Semeru 2018 yang digelar untuk mengamankan jalannya mudik lebaran. Seluruh personel akan ditambah dari jajaran TNI, Jasa Raharja, Dinas Perhubungan hingga pihak pengelola jalan tol.

Kabag Binopsnal Ditlantas Polda Jatim AKBP Guritno menjabarkan adapun personel dari polisi sebanyak; 2.100 personel, Dishub 244, Jasa Raharja 20 personel, TNI 244 personel dan pengelola jalan tol 22 personel. Totalnya sekitar 2.630 personel.

Rencananya, operasi Ketupat Semeru 2018 akan digelar selama 18 hari, yakni mulai tanggal 7 Juni sampai 24 Juni 2018.

“Operasi ketupat itu dilaksanakan selama 18 hari dimulai pada 8 Juni hingga tanggal 25 Juni,” ujar Guritno, Senin (04/06/2018).

Sementara, untuk sasarannya, polisi akan mengamankan beberapa kegiatan yang berkaitan dengan lebaran. Seperti arus mudik hingga arus balik, pawai takbir keliling, ibadah salat Ied, sampai halal bihalal dan silaturahmi usai sholat Idul Fitri.

“Sasarannya adalah yang pertama kegiatan masyarakat menyambut hari raya Idul Fitri baik arus mudik maupun arus balik, terus pawai malam waktu takbir, salat Idul Fitri, halal bihalal, dan silaturahmi waktu selesai salat ied,” paparnya.

Tak hanya itu, sasaran keduanya yakni beberapa tempat yang ramai dikunjungi menjelang Idul Fitri hingga usai lebaran. Misalnya saja pusat perbelanjaan, pusat hiburan, sampai tempat ibadah.

“Yang kedua sasarannya tempat dan lokasi menyambut hari raya, pusat perbelanjaan, pusat hiburan, tempat ibadah, jalur-jalur tertentu terus juga silaturahim keluarga itu terkait dengan tempat,” lanjut Guritno.

Dalam hal ini, Polda Jatim telah memetakan tiga jalur utama untuk pengamanan. Rencananya untuk jalur di Jatim disiapkan tiga jalur, yang pertama jalur utama lintas utara, jalur utama lintas tengah dan jalur utama lintas selatan.

Sedangkan, jalur utama lintas utara dimulai dari Tuban, Lamongan, Bojonegoro, Gresik, Surabaya, Pasuruan, termasuk jalur tapal kuda antara lain Probolinggo, Lumajang, Bondowoso, Jember dan Banyuwangi.

Kemudian, jalur kedua yakni jalur lintas tengah terdiri dari Surabaya, Mojokerto, Jombang, Nganjuk, Ngawi hingga Madiun.

“Terakhir adalah jalur utama lintas selatan mulai dari Surabaya, Pasuruan, Malang, Blitar, Trenggalek, Tulungagung dan Pacitan,” pungkasnya.

Sumber : gomuslim.co.id

Write a Reply or Comment

1 + 17 =